TADARUS PUISI EZA THABRY HUSANO DAN HAMAMI ADABY


Oleh: HE. Benyamine

Taman Air Mancur Kota Banjarbaru pada Jum’at malam (19/9/2008) seakan memancarkan percikan cahaya kata yang berasal dari sumber mata air kata batin ETH dan HA; yang mengalami berbagai tahapan penyaringan dan penyerapan yang panjang dan penuh pergolakan, yang menyapa waktu dengan ketekunan dan istiqamah dalam mengais dan membersihkan kata layaknya menggosok batu permata, yang melemparkan kata bermakna menembus batas pengekangan dan kebekuan, yang menawarkan kata bertahta kehormatan dalam menyentuh jiwa-jiwa yang membatu, dan yang menyapa langit dengan salam kata yang bersujud.
Tadarus puisi dengan tema “Membaca Jejak Kepenyairan Eza Thabry Husano dan Hamami Adaby” dapat dikatakan sebagai suatu bentuk air mancur kata, yang dapat memberikan sentuhan kejernihan dan ketenangan, dengan gema yang dipantulkan langit untuk memberikan gemuruh batin bagi mereka yang berhadir, dan dapat membangkitkan potensi jiwa-jiwa baru dalam mendulang kata untuk menghiasi jagat sastra, paling tidak memancarkan cayaha yang terlihat di Kalimantan Selatan.
Sebenarnya, membaca jejak kepenyairan seseorang dalam acara tadarus puisi dapat memberikan penafsiran yang tidak sesuai dengan harapan panitia pelaksana, karena “membaca” dapat menghilangkan dan meragukan dedikasi dan motivasi kedua penyair tersebut dalam pertumbuhan dan perkembangan berkesenian dan/atau bersastra, seakan mereka masih belum begitu dikenal. Padahal, kedua penyair tersebut sudah jelas telah bernafas dengan kesenian dan/atau sastra, yang sejak awal tahun 70-an membangkitkannya di Banjarbaru dan daerah lainnya. Jadi, cukup tadarus puisi ETH dan HA. Puisi-puisi yang berkumandang dalam tadarus itulah jejak kepenyairan mereka, yang sekaligus menyatukan jarak dan waktu dalam bentuk percikan cahaya yang bebas menyentuh jiwa-jiwa dengan serapan yang bebas dan membebaskan juga.
Tadarus puisi ETH dan HA merupakan kebutuhan bagi semua kalangan, memang tidak hanya untuk kalangan penyair atau sastrawan sebagaimana panitia ungkapkan, yang mampu menumbuhkan kepekaan dan kesadaran dalam dunia yang penuh dengan bujukan hawa nafsu. Peperangan yang lebih besar adalah peperangan melawan hawa nafsu, yang dalam tadarus ini dapat dikatakan sebagai suatu bentuk perlawanan terhadap menariknya hawa nafsu. Puisi-puisi ETH dan HA sebagiannya lahir dari perlawanan terhadap kekuasaan hawa nafsu tersebut, baik yang berasal dalam diri sendiri maupun dari luar.
Dalam susunan acara tadarus puisi terdapat musikalisasi dan nasyid, tentu dengan harapan materinya berasal dari puisi-puisi ETH dan HA. Kelompok nasyid yang akan tampil dapat memilih puisi-puisi mereka yang dapat dijadikan bahan untuk didendangkan dalam bentuk seni suara, yang bisa memberikan ritme pembacaan yang berbeda dengan kemungkinan tumbuhnya penekanan yang kuat dalam puisi mereka tersebut. Begitu juga dengan musikalisasi puisi, sangat bermakna bila puisi-puisinya berasal dari kedua tokoh tersebut, seperti puisi-puisinya Taufik Ismail yang digubah menjadi lagu-lagu yang menyentuh oleh Bimbo.
Fokus pada kedua tokoh yang puisi-puisi mereka menjadi bahan tadarus sangat penting. Karena, hal ini dapat membuka dan melahirkan suatu bentuk baru dalam pembacaan dan sentuhan puisi-puisi mereka. Beberapa puisi mereka yang dipilih oleh panitia perlu dibacakan dalam bentuk tadarus oleh peserta secara bersama, yang dilakukan dalam beberapa kali sebagai bentuk ice breaker suasana. Peserta tadarus puisi yang berasal dari berbagai kalangan, yang mempunyai daya resapan berbeda, dapat didekati dengan pelibatan peserta dalam pembacaan tersebut secara spontan, seakan langit memang sudah terbuka pembacaan para peserta.
Kegiatan tadarus puisi merupakan kegiatan yang patut dan layak mendapatkan aprisiasi oleh berbagai kalangan, seperti para pendidik; terutama guru-guru sekolah menengah di Kota Banjarbaru, dengan mendorong atau jika perlu memberikan tugas kepada siswa dan siswi mereka untuk dapat terlibat dalam acara tersebut, karena persentuhan dan perjumpaan dapat menumbuhkan minat dan motivasi yang mendalam. Apalagi, acara tadarus puisi ini merupakan suatu penghargaan kepada tokoh penyair daerah yang memang berdedikasi. Di samping itu, tadarus puisi ini terbuka untuk umum, dengan kata lain gratis.
Tadarus puisi diharapkan dapat membuka langit pencerahan, membuka kesadaran dalam memandang segala sesuatu dengan lebih luas dan mendalam, paling tidak menghentikan untuk sementara hiruk pikuk kehidupan yang tidak menyisakan waktu untuk sejenak melakukan renungan dan jeda terhadap segala kebiasaan untuk mendapatkan sesuatu dalam cara instan dan halalkan segala cara. Sekali lagi, meskipun hanya sejenak dalam acara tadarus puisi tersebut, tetaplah penting artinya.
Acara seperti ini sangat dibutuhkan dalam dunia yang segalanya seakan dapat diraih dalam sekejap. Seolah kebermaknaan hidup sudah hilang ditelan oleh cepatnya perubahan selera dan tawaran selera, yang terkadang dirangkul dengan mata tertutup dan hati yang beku.
Tadarus puisi ETH dan HA menjadi suatu hal yang sangat berharga, tidak hanya mampu memberikan penghargaan kepada kedua tokoh penyair tersebut yang memang layak mendapatkannya, tapi juga memberikan ruang terbuka bagi berbagai kalangan untuk mendapatkan tawaran selera yang berbeda, yang bisa saja memberikan motivasi dalam menggali diri sendiri dan/atau sekitarnya untuk mendapatkan kata yang dapat berkilau bagai permata yang telah digosok dengan telaten dan sabar.
Jejak kepenyairan ETH dan HA telah tertutupi lembaran-lembaran puisi mereka. Bagaimana membaca jejak kepanyairan mereka? Puisi-puisi mereka telah melukiskan diri mereka sendiri, jejaknya sudah menjadi kerangka lukisan, yang penuh warna pelangi puisi yang memancarkan percikan cahaya. Membaca, kritik sastra yang bekerja, sekarang tadarus puisi yang menggema menyentuh peserta. Ditunggu tadarus untuk penyair lainnya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,286 other followers

%d bloggers like this: