Beberapa anggrek di sekitar rumah ada yang berbunga, terutama anggrek hutan dari Pegunungan Meratus. Dulu beli di pinggir jalan A. Yani Km. 35 dekat Kantor Dinas Kehutanan Kalsel. Ada rasa senang bila anggrek-anggrek itu lagi berbunga. Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1429 H, gambar-gambar anggrek ini diambil, mungkin dapat menambah suasana kegembiraan, dan sekaligus sebagai hadiah bagi yang melihatnya.

Anggrek di atas merupakan anggrek hutan, masih asli, dan agak sering berbunga. Tapi, bunganya tidak terlalu besar.
Sedangkan anggrek di bawah adalah anggrek tanah. Lebih senang tanah agak basah, mungkin seperti lahan gambut.

Masing-masing anggrek mempunyai keunikannya, satu dengan yang lain mempunyai kelebihan (kalau kekurangannya tergantung selera yang melihat). Anggrek di bawah ini, katanya anggrek jenis bulbul, bunganya satu saja, tapi cukup sering berbunga.

Kalau yang besar anggrek bulan Halong, memang bunganya tidak terlalu banyak, tapi besar dan berwarna putih dengan putik kekuningan. Gambar di bawah ini anggrek bulan Halong yang menawan tersebut.

Anggrek di bawah ini adalah anggrek Papeyu dengan daun belang.

Gambar bunganya di bawah, menunggunya mekar saja lebih satu bulan, mungkin karena ada gangguan dan bukan di habitatnya. Bunganya seperti ada kantongnya. Anggrek ini berasal dari Kalteng.

Betapa menariknya bunga-bunga yang mekar, nampak kebesaran Sang Pencipta. Anggrek-anggrek tersebut memberikan warna tersendiri sudut-sudut pandang di sekitar rumah.
Filed under: NTFPs | Tagged: anggrek hutan, HE. Benyamine, Kalsel, Kalteng, Meratus


anggrek…
selalu membuat saya teringat pada seseorang, pecinta anggrek tulen, dan kini telah tiada…
***Teringat pada seseorang dari sesuatu yang dicintainya, yang membuat kita seakan baru saja bertemu dengannya saat melihat sesuatu tersebut. Semoga saja kenangan yang bahagia bagi Pakacil.
dinegeri Indonesia yang aku cintai ternyata masih banyak orang yang peduli pada lingkungannya. hanya para penebang hutan dan para pejabat yang melanggar sumpah jabatan saja yang merusaknya. pertanyaan adalah saya tidak tahu berapa % golongan tersebut. kalau melihat alam dan masyarakat kita yang mundur tidak teratur. adakah selain Tuhan yang mau peduli pada kita manusia dan alam Indonesia. Mari kita hijaukan dan kita pelihara minimal lingkungan rumah kita sendiri. salam sepenuh cinta….