Merampas hidup dan penghidupan
Menyisakan sunyi senyap mengharu kelam
Sejenak alirkan air kehidupan
Melibas alur jalur karamHanya sejenak menghentak
Masih mengiang riang belum berselang
Serasa lembut air sungai mandikan segala bentuk
Bersihkan segala beban tertanggungSejenak habiskan hutan
Ingatkan dalam keruh memerah aliri alur
Tanda awal hancurnya penyengga kehidupan
Meluap sekejap mengering terkaparBanjarbaru, 14 Februari 2008
Filed under: PUISI Tagged: | Air, Banjir, HE. Benyamine, PUISI


Aku merinding membacanya Mas …
***Terima kasih apresiasinya.
Bguz2 puisinx………. Thanks ea……….