PUISI (45): WAKTU MENJELMA MANTRA

Baru saja mengejar waktu memegang sepenuh daya bagai menggenggam air siang malam lari melewati pergantian mimpi hanya perumpamaan seribu bulan yang terhenti berdegup saat berpaling, wajah waktu menghantui

GUMAM

Seakan telah menemukan jawaban. Sambil senyum-senyum saat membayar di kasir untuk 4 (empat) buah buku sekaligus. Tidak biasa memang, beli buku sebanyak itu. Apalagi bergegas ingin pulang ke rumah. Silakan engkau bergumam sepanjang waktu dan di semberang tempat. Ya, sesuka seperti yang biasa kamu lakukan. Istri yang menghantui hari-hari dengan gumam telah terselesaikan. Tiba di [...]

RUMAH DEBU

“Aku hanyalah sebutir debu dalam genggaman angin ….”* Entah angin mana yang membawaku ke tempat di mana angin sudah dikuasai dan dikendalikan. Aku tiba-tiba saja berdiri di depan rak-rak buku besar-besar, tapi hanya ada satu buku, benar sebenar-benarnya hanya sebuah buku terpampang di situ. Aku tertegun dan tidak sempat berpikir apalagi bertanya, sekedipan mata buku [...]

PISTOL AIR

Aku sekilas melirik. Aku merasa ada yang aneh, seakan mengusik rasa ingin tahuku, dan aku tidak lagi melirik, malah langsung menatap ke arah rak-rak buku yang tadi sudah terlewatkan. Benar! Pistol itu mengarah kepadaku. Aku yakin jika tidak mungkin pistol itu meletus saat ada di belakangku. Apakah aku linglung*), ada yang menodongkan pistol dan aku [...]

PUISI (44): KEKASIH HATI

Menatap wajahmu, sekilas cermin hatiku bening Hilang kata pemuja dalam dadaku, kau tersenyum   Menatap kembali senyummu, jantungku tak berdetak Hilang panas dalam tubuhku, wajahmu berhias sepasang telaga   Menatap binar sepasang telagamu, jiwaku terbang bebas Hilang segala rasa duniaku, kau menantap sedekat batinku   Kau tersenyum, tiada gemuruh purba memacu gumpalan darah Aku sadar [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.