PUISI (45): WAKTU MENJELMA MANTRA

Baru saja mengejar waktu memegang sepenuh daya bagai menggenggam air siang malam lari melewati pergantian mimpi hanya perumpamaan seribu bulan yang terhenti berdegup saat berpaling, wajah waktu menghantui

GUMAM

Seakan telah menemukan jawaban. Sambil senyum-senyum saat membayar di kasir untuk 4 (empat) buah buku sekaligus. Tidak biasa memang, beli buku sebanyak itu. Apalagi bergegas ingin pulang ke rumah. Silakan engkau bergumam sepanjang waktu dan di semberang tempat. Ya, sesuka seperti yang biasa kamu lakukan. Istri yang menghantui hari-hari dengan gumam telah terselesaikan. Tiba di [...]

RUMAH DEBU

“Aku hanyalah sebutir debu dalam genggaman angin ….”* Entah angin mana yang membawaku ke tempat di mana angin sudah dikuasai dan dikendalikan. Aku tiba-tiba saja berdiri di depan rak-rak buku besar-besar, tapi hanya ada satu buku, benar sebenar-benarnya hanya sebuah buku terpampang di situ. Aku tertegun dan tidak sempat berpikir apalagi bertanya, sekedipan mata buku [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.