Baru saja mengejar waktu
memegang sepenuh daya bagai menggenggam air
siang malam lari melewati pergantian mimpi
hanya perumpamaan seribu bulan yang terhenti
berdegup saat berpaling, wajah waktu menghantui
Baru saja dikejar waktu
lari bagai orang-orang terdahulu
hanya lapar haus terdampar di tengah samudera
wajah waktu bagai nafsu menelan dunia
seribu bulan tiada hentikan haus lapar
Kejar mengejar
waktu menjelma mantra
lewat bersama bayu.
Banjarbaru, 12 Agustus 2011
Filed under: PUISI Tagged: | HE. Benyamine, PUISI, Waktu


Salam kembali dari saya..
Rindu saya mampir kesini setelah sekian lama.
Blog ku pun masih terdaftar di blogroll blog ini…
Terima kasih atas kepercayaannya.