Ketika malam memilih sendiri
tabir mana yang kau singkap
sedang mentari teramat setia menanti
sembunyi hingga gelap menemukannya.
Langit terbelah bagai lintasan Musa
Lalu cahaya menembus jiwa-jiwa yang tenang
sedang kau sibuk mencari hatimu
terpana menggenggam suluh yang padam.
Banjarbaru, 18 Agustus 2011
Filed under: PUISI Tagged: | HE. Benyamine, PUISI


mentari teramat setia menanti….
hmmm…. ikut menyimak puisi yang bagus ini…
BERDIRI AKU DI AMBANG SENJA
Keheningan di ambang senja
Ku berdiri sendiri menatap mentari yang telah terlewati
Ku kuatkan langkah dan ayunan tangan
Berharap mentari akan pancarkan kehangatan esok di kaki ufuk
Akankah aku termangu menatap dan menyesali kodrat, tidak….tidak….
akan kuayun kakiku menuju asa yang membentang
Kenangan akan selalu membekas….
kan ku pakai sebagai pengingat waktu yang ku lampaui…
Berharap…dan terus berharap…
Akankah mentari di kaki ufuk akan bersahabat…, semoga….
Kepada senja aku berkata….
Berilah aku senja yang bersahabat….
akan ku coba dan terus kucoba merangkai asa didalam langkah ku…..
“Reza Lubis dalam keharua