HUTAN KOTA “AMAN JAGAU” (Kada Mambuang Taruh)


Oleh: HE. Benyamine

Membaca berita tentang mobil mewah yang dimiliki oleh urang banua, rasanya sulit membayangkan lain hal selain berdecak kagum dan terperangah. Betapa tidak, untuk bayar pajaknya saja, satu mobil bisa lebih dari Rp.125 juta per tahun, sedangkan mereka tidak hanya memiliki satu atau dua mobil tapi malah lebih. Sebagaimana berita tersebut, salah seorang urang banua tersebut adalah Aman Jagau, yang memiliki paling tidak 10 mobil mewah sebagai koleksi pribadi, yang dari pajaknya saja sudah dapat dibayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan dalam setahun.
Berselewerannya mobil mewah di banua ini merupakan suatu fakta yang tak terbantahkan. Dengan berandai-andai, ada yang mengajukan proposal kepada Aman Jagau tentang pembangunan hutan kota di salah satu kabupaten/kota yang ada di Kalsel, dan beliau bersedia membelikan lahan seharga salah satu mobil mewah tersebut dan sekaligus menyediakan biaya operasional minimal sebesar pajak kendaraannya tersebut per tahun. Hutan kota tersebut diberi nama beliau, anak atau orang yang beliau sayangi. Adapun status hutan kota tersebut bisa tetap menjadi milik pribadi atau bisa dihibahkan kepada LSM atau lembaga lainya untuk tetap dipertahankan sebagai hutan kota, misalnya YCHI (Yayasan Cakrawala Hijau Indonesia) Kalsel. Kesediaan beliau menerima proposal tersebut, tentu saja merupakan tindakan kada mambuang taruh bila dibandingkan dengan memiliki mobil mewah. Mungkin hal ini lebih prestisius dari hanya sekedar mobil mewah, karena tidak banyak orang yang mau membangun hutan kota, apalagi atas biaya pribadi. Hal ini bisa merupakan pioner dan selalu akan dikenang orang selama hutan kota tersebut tetap ada.
Kebutuhan masyarakat perkotaan terhadap keberadaan hutan kota sangat mendesak dan penting, dan Aman Jagau mempunyai kemampuan untuk membangunnya. Beliau bisa membentuk yayasan pengelola sendiri, dengan mempekerjakan lulusan sekolah menengah atas dan sarjana lulusan perguruan tinggi Kalsel sebagai ajak magang dan memberi wahana untuk mendapatkan pengalaman kerja. Untuk konsultannya, Fakultas Kehutanan Unlam dapat menjadi partner dalam mewujudkan hutan kota tersebut, karena berkompeten dalam bidangnya. Hutan kota tersebut dapat dijadikan tempat praktek mahasiswa, darmawisata siswa, dan rekreasi masyarakat serta tentunya memperbaiki kualitas udara.
Berbagai tanaman khas Kalimantan ditanam di hutan kota tersebut, seperti pohon kasturi dan pohon ulin. Dengan adanya hutan kota tersebut, berbagai jenis anggrek khas kalimantan dapat ditempelkan di pohon-pohon tersebut agar menambah eksotik pemandangannya sekaligus sebagai bentuk menyelamatkan flora yang dilindungi, seperti anggrek tebu dan kantung semar. Begitu juga dengan pisang varietas talas dan jenis lainya, akan lebih memberikan kesan hutan tropis yang memang kaya keanekaragaman hayati.
Dengan terwujudnya hutan kota “Aman Jagau”, tentu memberi pengaruh dan motivasi bagi urang banua yang juga kaya untuk membangun hutan kota di daerah lainnya, paling tidak mereka bersedia mengurangi satu mobil mewah dan pajaknya untuk pembangunan satu hutan kota tersebut. Keberadaan hutan kota dapat membantu menurunkan pencemaran udara dan tingkat kebisingan, juga dapat menyerap berbagai polutan berbahaya. Sehingga, orang yang mambangunnya tentunya akan mendapat ganjaran pahala atas salah satu amal jariahnya tersebut. Selama hutan kota tersebut ada, maka pahalanya tidak akan putus-putus.

Upaya pembangunan hutan kota menjadi tidak hanya berharap terhadap kesanggupan dan kesadaran pemerintah, tapi kesediaan urang banua yang tajir dan berlimpah patut diberikan jalan untuk mewujudkannya. Mungkin, andaian ini bisa menjadi kenyataan, dan ternyata ada urang banua yang meminta dan menunggu datangnya proposal untuk pembangunan hutan kota tersebut. Oleh karena itu, kalangan LSM atau organisasi lainya dapat merencanakan dan mencoba untuk mengajukan usulan kepada orang-orang kaya tersebut, sebagai bentuk pembuka jalan komunikasi terhadap keinginan dan kehendak mereka. Karena, terkadang mereka tidak sempat memikirkan hal seperti ini, sehingga perlu diberikan suatu pemaparan garis besar tentang pentingnya hutan kota.
Hutan kota yang dibiayai oleh dana pribadi merupakan bentuk kemewahan yang dermawan dan mempunyai rasa kepedulian sosial yang tinggi, karena sangat bermanfaat bagi kepentingan umum. Terlebih, hutan kota dapat memperbaiki kualitas udara, yang mana setiap orang sangat bergantung dan berhak akan udara yang bersih. Jadi, kemewahan ini tidaklah sia-sia dan bahkan dapat meningkatkan martabat orang yang bersangkutan lebih tinggi dan baik. Nah, coba bayangkan saja, anda memasuki wilayah hutan kota, dan dipintu gerbangnya terpampang kalimat, SELAMAT DATANG DI HUTAN KOTA “AMAN JAGAU” – Udara Bersih Kemewahan Bersama, dan saat melangkahkan kaki memasukinya terlihat suatu hutan kota yang terawat dan terpelihara dengan baik.

4 Responses

  1. boleh juga tuch jika bisa diwujudkan, hal ini bisa jadi pioner bagi kota2 lain di mana banyak orang kaya yang bisa di abadikan namanya, dan menyumbang sebagian rezkinya untuk kepentingan masyarakat.

    HEB : Terima kasih berkenan singgah. Ya … gengsi baru yang tidak kalah gengsinya dengan mobil mewah ha ha ha.

  2. Bagaimana?

    Apakah ada yang merealisasikan tulisan diatas?
    saya kira bagus sekali idenya, dan kemungkinan besar jika direalisasikan dengan sungguh-sungguh bp. Aman Jagau atau (orang kaya lainnya) bisa saja tertarik..

    Ayo lah bung Ben, kenapa bukan anda saja yang mengajukan proposalnya? Saya mendukung!!!!

  3. saya salut dengan aman pengusaha yang perduli lingkungan dan sewajarnya mendapatkan apresiasi dan penghargaan ……………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. dan haran saya kepada bapak untuk benar-benar mewujudkan hutan kota tersebut dan usahakan di tengah kota banjar masin agar bermanfaat untuk orang banyak yang mencintai lingkungan yang sejuk nyaman serta bersantai Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: