PUISI (2): JIWA


JIWA YANG TENANG                                         anggrek-papeyu-kalsel-011

Hempaskan raga menembus jiwa
Menghambur duri coba merayu batin
Sudah meratap duka merangkak usik mendamba
Gigih memuja batin coba usir alunan angan

Menatap lurus arah langkah jiwa
Melangkah ikut panggilan kegelisahan
Sudah merajut asa berbekal tekad baja
Menembus halang beku bergerak santun

Coba halau gelisah dekap pasrah
Relakan cobaan lewat melintas
Sejenak renungkan arah
Kuatkan hati melawan arus lampaui batas

Banjarbaru, 13 Februari 2008

anggrek-kepal-021MENCINTAI JIWA YANG TENANG

Mengejar sampai ke belantara
Terbayang kekasih yang memanggil mesra
Senandung kasih terasa dekat
Dua tiga gunung terlewat

Angin membelai tunjuk arah semerbak
Mencintai jiwa yang tenang
Tulus membimbing hati tak berjarak
Mengalunkan cinta dalam genangan sayang

Musim kemarau larut dalam lamunan
Ranting-ranting pohon melepaskan daun hidup
Melayang menuju dasar hutan
Melebur lanjutkan daur hidup

Setangkai ranting rasakan belaian angin
Menari lepaskan kungkungan tempat
Mencintai kebebasan dalam angan
Menanti bagai janji hidup menjemput maut

Banjarbaru, 22 September 2007

BELAHAN JIWA                                            anggrek-meratus-03

Berharap mendekap belahan jiwa
Membelah jiwa sendiri
Sisakan sebagian kosong
Nyatakan diri dalam pencarian
Menatap dari tekanan
Penantian beri kesucian

Belahan jiwa bagian aku
Yang tertutup mimpi romantis
Sisakan sebagian rasa kecut
Lemahkan aku
Rapuhkan aku
Aku menatap jiwaku

Jiwaku yang terbelah
Kuatkan pencarian belahan sendiri

Banjarbaru, 14 Juni 2007

anggrek-meratus-wangi-01RUANG JIWA

Mengisi relung-relung dahaga
Sesaat penuh tanpa sadar melimpah
Sekejap kosong mengering
Semalam rasakan cinta yang penuh
Sesaat terhampar percikan ratapan

Kebaikan hiasi ruang jiwa
Tanpa pernah memenuhi
Biarkan seribu cinta berlalu
Selalu ada ruang yang tersisa

Ketulusan menata isi ruang jiwa
Mengalirkan yang menyesakkan
Rasa penuh hambat aliran kesadaran

Kasih sisakan ruang kosong
Biarkan seribu cinta memabokkan

Rasa sayang melebihi rasa penuh.

Banjarbaru, 15 Juni 2007

RINDU AKU                                                  bulan-anggasta02

Ku tegak segelas mimpi
Hantar jiwa menjulang mengawang
Melayang menghalau awan
Menantang tegaknya langit

Ku santap semangkok khayal
Segala batas tampak jelas
Menghimpit jarak bebas
Bergumul keterbatasan

Ku rindu Aku
Melukis langit mimpi
Memahat batas khayal
Kumpulkan kebebasan Aku

Banjarbaru, 18 Juni 2007

kirana04AKU

Menanti tanya siapa
Melebur dalam serpihan berpikir
Melantur bertutur dunia maya
Menahan khayal terbakar

Kabut makna selimuti pencarian
Kata pisahkan malam dari gelap
Kala cahaya hentikan pelarian
Kemilau embun percikkan harap

Meniti makna kata terbelah
Menyusuri alur tersesat
Membelai rasa salah
Merenungi jejak terpahat

Aku membentuk andaian
Mengada saat terpikir
Lebur cari bentuk peran
Menyentuh lewat kabar

Banjarbaru, 25 Juni 2007

Gambar-gambar anggrek di atas yang pernah mekar di sekitar rumah kami, sebagian ada yang masih berbunga, semuanya dibeli di pinggir jalan A. Yani Km.35 Banjarbaru dekan Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel. Anggrek tersebut diambil dari Pegunungan Meratus, semuanya merupakan anggrek alam Kalimantan.

2 Responses

  1. Hebat euy … puisi bagus bos

    **Terima kasih Pak

  2. wow…pinter banget merangkai kata si kakak nich…
    hm..bagus kak…anggreknya juga bagus…pecinta tanaman juga ya…

    salam,
    Diajeng
    http://arissetiyani.wordpress.com

    *** Makasih. Anggrek berbunga rasanya senang, terkadang lama nunggunya baru berbunga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: