MUTASI GURU DAERAH TERPENCIL, PENGHARGAAN DAN HAK


Oleh: HE. Benyamine

Guru daerah terpencil, guru dengan status khusus, perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam berbagai segi dan sudut, yang tentunya dengan penghargaan yang semestinya. Keberadaan guru daerah terpencil, sudah sepatutnya mendapatkan perhatian yang proporsional dan berkeadilan, sehingga keberadaannya tidak mengarah pada kesan sebagai guru “buangan” atau merasa seperti “anak tiri” yang harus menerima apapun adanya. Seolah, mereka harus menerima perlakuan apa saja, karena sudah syukur dijadikan anak (diangkat PNS), yang dalam perjalanan waktu dibiarkan kehilangan semangat dan produktivitas serta mentalitas seorang guru dikerdilkan, sehingga pada akhirnya tujuan pendidikan itu sendiri yang terbengkalai dan terabaikan, terutama di daerah terpencil (khusus).

Penempatan guru daerah terpencil memerlukan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi yang baik dan benar sehingga tidak membuat guru dan proses pendidikan di daerah terpencil tersebut menjadi stagnan dan kehilangan semangat pembelajaran. Sebagaimana pertimbangan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.

Perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global menuntut pemberdayaan dan peningkatan mutu guru secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Profesi guru harus ditempatkan sebagai profesi yang bermartabat, karena keberadaannya mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan nasional, khususnya dalam bidang pendidikan.

Dalam hal guru daerah terpencil, pengalaman Rely Rizaldy (guru SMPN 2 Tapin Tengah Kabupaten Tapin) dengan mengacu pada beberapa tulisannya dengan judul Mutasi untuk Guru Daerah Terpencil? (Radar Banjarmasin, 13 Desember 2007) dan Guru Daerah Terpencil, Masih Jadi ‘Anak Tiri’ ? (Radar Banjarmasin, 29 Januari 2008), memberikan gambaran yang sangat menyedihkan tentang sulitnya guru daerah terpencil memohon mutasi dan mendapatkan kesempatan pemberdayaan dan peningkatan mutu, apalagi promosi.

Mungkin, Rely Rizaldy merupakan salah satu guru daerah terpencil di Tapin dan daerah lainnya yang kesulitan mendapatkan haknya untuk mutasi, yang memberikan gambaran tentang bagaimana dinas terkait, Disdik di Kabupaten Tapin memperlakukan guru secara tidak adil dan proposional, karena saudara Rely Rizaldy sudah 10 tahun mengajar tanpa bisa melakukan mutasi.

Lalu bagaimana dengan kerja Disdik Tapin dalam perencanaan pendidikan di Tapin, khususnya tentang mutasi sebagai bentuk penyegaran, pemberian kesempatan yang sama bagi semua guru, promosi, dan peningkatan mutu guru. Tentu perencanaannya tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena sampai ada guru yang terhambat hak mutasinya padahal sudah puluhan tahun bertugas, atau mungkin Disdik memang tidak ada perencanaan dalam pendidikan.

Bagaimana dengan guru-guru yang lain dan di daerah lainnya. Tentu tidak hanya Rely Rizaldy yang mengalami, masih banyak guru yang lain, yang mendapatkan perlakuan yang tidak menghargai profesi yang bermartabat tersebut, karena kebanyakan dari mereka adalah yang tidak mampu bersuara. Sehingga, mereka lebih banyak pasrah menerima keadaan, baik penempatan maupun mutasi.

Hal ini memunculkan praduga tentang bagaimana penempatan dan mutasi seorang guru, yang bisa saja dilakukan karena kedekatan dan sistem patron terhadap kekuasaan, dan juga lebih dapat dimuluskan dengan uang pelicin tertentu untuk ditempatkan di suatu daerah tertentu. Bila hal ini terjadi, sudah dapat dibayangkan bagaimana sistem pendidikan yang berlangsung. Guru diarahkan untuk mengubur martabatnya, lalu mengkerdilkan potensinya dalam proses pembelajaran, hingga kehilangan semangat untuk memperdayakan dan meningkatkan mutu profesinya.

Keberadaan guru daerah terpencil (khusus) berdasarkan UU No. 14 tahun 2005, memang mendapatkan hak yang meliputi kenaikan pangkat rutin secara otomatis, dan kenaikan pangkat istimewa sebanyak satu kali, serta perlindungan dalam pelaksanaan tugas (pasal 29 (1)). Mereka yang bertugas di daerah khusus diwajibkan menandatangani pernyataan kesanggupan untuk ditugaskan di daerah khusus paling sedikit selama 2 tahun (pasal 29 (2)). Namun demikian, guru di daerah terpencil yang telah bertugas selama 2 tahun atau lebih mempunyai hak pindah (mutasi) tugas (pasal 29 (3)) meskipun setelah tersedia guru pengganti yang sebenarnya merupakan kewajiban pemerintah/pemerintah daerah dalam menyediakan guru pengganti tersebut (pasal 29 (4)). Lalu bagaimana dengan guru daerah terpencil yang mengharapkan dapat dimutasi karena telah bertugas puluhan tahun, apa masih diperlukan alasan setelah tersedia guru pengganti, atau sebenarnya pemerintah daerah menyembunyikan kewajibannya untuk menyediakan guru pengganti karena alasan yang tidak ada hubungannya dengan sistem pendidikan.

Terhambatnya hak pindah (mutasi) tugas bagi guru daerah terpencil yang memang berhak, sama saja mengatakan bahwa pemerintah daerah mengabaikan kewajibannya dalam memberikan perlindungan terhadap guru dalam pelaksanaan tugasnya. Guru yang bersangkutan sebenarnya telah mengalami perlakuan diskriminatif atau perlakuan tidak adil dari birokrasi, dan juga lemahnya perlindungan profesi karena pembatasan/pelarangan dalam mutasi yang dapat menghambat guru dalam melaksanakan tugas. Hal ini dapat menurunkan semangat mengajar, karena mereka merasa tidak mendapatkan perlindungan yang seharusnya sebagaimana undang-undang nyatakan dan diperlakukan dengan mengabaikan hak yang sepantasnya mereka dapatkan.

Guru daerah terpencil dan guru lainnya sudah saatnya memperkuat kedudukannya sebagai guru yang bermartabat agar mempunyai daya tawar terhadap birokrasi, salah satunya melalui organisasi profesi guru. Di mana organisasi profesi guru tersebut adalah perkumpulan yang berbadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan profesionalitas guru. Organisasi profesi tersebut bersifat independen dan mandiri, yang berfungsi untuk memajukan profesi, meningkatkan kompetensi, karier, wawasan pendidikan, perlindungan profesi, kesejahteraan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Jika organisasi profesi, yang wajib bagi guru menjadi anggotanya, sudah ada, tentu tidak seharusnya membiarkan adanya guru daerah terpencil terhambat untuk mendapatkan haknya pindah tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Organisasi profesi guru tersebut, terutama di daerah yang bersangkutan, perlu memperjuangkan martabat guru yang memang perlu dihargai dan dilindungi haknya dan yang memang sepatutnya. Organisasi profesi guru tidak seharusnya diam dan bersembunyi terhadap persoalan guru, karena gangguan terhadap guru baik secara psikologi maupun secara sosial dapat mempengaruhi pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan.

Perlakuan diskriminatif terhadap sebagian guru, jika dibiarkan, merupakan awal dari tindakan yang merendahkan martabat guru seluruhnya di manapun. Hal ini patut diingatkan, baik terhadap pemerintah untuk tetap menghargai profesi guru sebagai profesi yang bermartabat, yang tidak seenaknya mengabaikan hak yang sepatutnya diterima guru dalam menjalankan tugasnya maupun seluruh guru untuk tidak berpangku tangan membiarkan guru diperlakukan tidak adil dan dilanggar martabatnya.

Perencanaan yang dibuat Disdik dalam pemberdayaan dan peningkatan mutu guru, yang dapat dilaksanakan dalam periode tertentu, sekaligus dapat dimonitoring dan dievaluasi dalam periode yang sama, memberikan gambaran bahwa Disdik memang melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Sehingga tidak ada alasan, mutasi tidak dapat dilaksanakan karena memerlukan perencanaan yang sebenarnya tidak dikerjakan hingga terjadi selama puluhan tahun. Karena mutasi bagi guru daerah terpencil, setelah bertugas lebih dari 2 tahun, merupakan pemenuhan akan hak dan sekaligus sebagai bentuk penghargaan yang seharusnya diterima oleh guru yang bersangkutan.

2 Responses

  1. Sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan yang setinggi2nya buat para guru..karena dari merekalah lahir para ilmuwan2 negri ini….(* hormat buat sang guru…jasa-mu tak kan pernah hilang dari waktu ke waktu)….:)

    *** Setuju … guru bermartabat merupakan kebutuhan dan kepentingan bersama.

  2. Saya guru pns yg ingin mengabdi di daerah terpencil tp tidak tahu bgmna caranya. Sementara ini saya guru pns di sdn cibeber 3 kota cimahi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: