ATRIBUT PARTAI POLITIK JALIMI RUANG PUBLIK


Oleh: HE. Benyamine

Musim kampanye dapat dikatakan sama dengan musim bendera, baliho, poster dan makhluk sejenisnya. Musim hujan saat ini seperti tersaingi curah hujan atribut partai. Partai politik seolah lagi mengikuti lomba “Bendera Terbanyak”, hanya itu, tidak lebih dan tidak kurang. Seolah ingin memecahkan rekor MURI … apa sudah ada apa belum ya?

Berbagai ukuran dan bentuk atribut partai mengambil ruang publik dengan semena-mena, bahkan ada yang dengan kekerasan. Betapa kekerasan itu cenderung kejam dan masa bodoh.

Coba lihat, bagaimana mereka menancap paku di pohon-pohon agar dapat menegakkan tiang bendera dan menempelkan atribut lainnya. Sadis, apalagi pohon-pohon tersebut tidak bisa lari. Pohon yang sudah tidak bergerak saja masih diikat atau lehernya digantung, dengan pemberat atribut partai. Betapa kejam tindakan itu.

Pohon yang lebih besar, benderanya juga lebih besar, bahkan benderanya dikibarkan di atas puncak pohon dan lebih tinggi. Pohon-pohon tersebut sudah berusaha menahan kencang angin yang berhembus, tapi harus diberi beban untuk menahan bendera yang menjulang tinggi dengan tiangnya diikatkan dan dipakukan ke batang teratas. Betapa keji tindakan itu.

Apalagi saat ini, musim hujan beserta angin ribut menyertainya, yang sewaktu-waktu dapat menumbangkan pohon yang besar sekalipun. Tapi, partai politik tidak peduli, meskipun ada bendera di puncak pohon tersebut yang sudah robek karena terpaan angin. Mereka mungkin lupa, makin tinggi pohon makin kencang anginnya. Betapa lupa dan alpanya mereka.

Atribut partai tersebut, berderet di pinggir jalan dengan tiang seadanya, asal berdiri saja. Memaksa pohon-pohon di pinggir jalan untuk menyangga tiang-tiang bendera yang seadanya. Pemasangan atribut partai politik tersebut memang tidak perduli bahwa tiang-tiang bendera yang seadanya bisa membuat keselamatan orang di jalan raya menjadi rawan kecelakaan. Bayangkan saja, orang lagi mengendarai sepeda motar tiba-tiba tiang benderanya roboh ke arah jalan, yang bisa saja membuat orang celaka. Betapa tidak pedulinya mereka.

Bahkan ada partai yang menyatakan dirinya dengan semboyan “…., Peduli, …..” tidak mau kalah memakukan dan mengikatkan ke pohon agar benderanya menjulang lebih tinggi dari pohon yang paling tinggi. Di mana peduli dan kepedulian itu, jika keselamatan orang sangat berpotensi terancam dan setiap saat dapat terenggut, karena tiang bendera itu roboh tertiup angin ribut. Mungkin mereka sebenarnya termasuk kelompok orang yang memang peduli hanya dengan kepentingan mereka sendiri, yang lain biarkan dapat semboyannya saja.

Masalahnya bukan pada aturan, tapi apakah mereka mempunyai kepedulian dan kesadaran bahwa tindakan memasang atribut partai dengan tiang seadanya dan dengan “kejam dan sadis” memaksa pohon-pohon yang tidak bisa bergerak itu menahannya, merupakan tindakan yang dapat membahayakan orang lain, sangat mengganggu ruang publik, merusak pemandangan, memberikan kerjaan Satpol PP, dan yang lebih jelas partai seperti tidak ada kerjaan lain. Sebagian bendera itu masih berdiri tegak, karena Satpol PP belum bisa menurunkan karena terlalu tinggi dan besar.
Semoga saja perilaku dan tindakan yang dipertontonkan pada masa kampanye ini tidak terbawa dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab serta perannya bila terpilih menjadi anggota dewan yang terhormat nantinya.

Perilaku itu, yang memakukan kepentingannya terhadap yang lemah, yang mengikat dan menjerat terhadap yang terpinggirkan, yang menggantung beban yang menjadi tanggungannya kepada orang-orang yang tidak bisa bergerak dan diam, yang seadanya berbuat, yang tidak peduli dengan kepentingan orang lain, yang hanya tahu menggunakan modal sosial masyarakat untuk mencapai tujuannya, dan silakan anda tambahkan sendiri …

Hati-hati bagi masyarakat yang melewati jalan yang terdapat berderetnya bendera dan atribut partai lainnya, jangan sampai menjadi korban. Juga lebih penting, hati-hati dengan orang-orang yang berperilaku seperti itu.

7 Responses

  1. begitulah nanti , pastilah terjadi lagi kacang lupa kulitnya,
    hmmm…d tempat kami aman dari bendera partai, kalau ada mungkin di cabut oleh mereka yang sudah bosan dengan kampanye, ujarnya manyamani buhannya haja, bahimat-himat pasang bandera, mun surang cagar cilaka, baik kada usah ya kalo?

    ***Warga harus bersatu, hanya ada satu kata lawan kesewenang-wenangan! Lawan dengan kesadaran dan kesabaran.

  2. waduhh.. saya jadi ingat bendera satu partai di atas pohon yg belum sepat ditertibkan Pol PP, dan tiang bambu bendera itu sudah patah, tinggal tunggu waktu jatuh ke jalan. nanti saya cek, masih dibenahi atau belum.

    kasian Pol PP, harus manjat-manjat pohon ngurusi bendera yg di pasang parpol ini, sementara masih banyak urusan lain yg harus diperhatikan. atau jangan-jangan ini adalah pertanda, bahwa Parpol itu hanya bisa bikin masalah?🙄

    ***Nah itu bendera jangan membuat kecelakaan. Tapi hati-hati, jangan sampai dianggap melanggar uu pemilu, karena mengganggu atribut partai ha ha ha ….

  3. Begitulah risiko negara partai; partai bisa menguasai segalanya, termasuk ruang publik, dan menerima akibatnya.

    ***Paling tidak hati-hati saja, iya kan Pak.

  4. jadi inget iklan satu partai “katakan tidak” pada korupsi…halah…itu hanya claim apa memang bisa terlaksana yach….:)

    ***Katakan tidak … banyak makna.

  5. Pemasangan atribut parpol ini memang efektif untuk mengenalkan parpol dan caleg-calegnya. Namun, seharusnya para pengurus parpol memiliki sikap peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.

    Bagaimana mungkin mereka bisa membela kepentingan masyarakat jika sekarang saja mereka mengorbankan keindahan dan kepentingan masyarakat untuk sekadar memasang atribut parpol?

    ***Nah itu yang memang perlu kita sesalkan dan menyedihkan.

  6. Sungguh, kita berada di negeri bendera!
    I hate them so…

    Wajah dipasang senyum
    Foto dibuat santun
    Simbol agama dijual…

    sori bila saya skeptik

    *** Skeptik tidak dilarang … adakalanya perlu juga, tapi jangan keterusan. Terima kasih mau mampir … maaf nggak sempat nawarin minum.

    oh ya, salam kenal.. urang banjar jua

    ***Urang banua jua, salam kenal … link lah mudahan kada talambat.

  7. Ckckckckck… Suseeh… semua mau dikenal dalam tempo sesingkat-singkatnya. Demi sebuah kemenangan.. Fiuuuuhhhh… Menyebalkannya atributnya malah menggangu masyarakat, termasuk keselamatan. Payaaaahhh…

    *** Terima kasih mau mampir …
    Emang, kaya bajak laut yang menemukan pulau lalu menancapkan bendera sebagai tanda daerah kekuasaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: