SEDEKAH SELAIN DARI HARTA


Oleh: HE. Benyamine

Bagi mereka yang berpunya dan berkecukupan, sedekah dengan hartanya merupakan setengah dari keimanannya, dan mudah saja. Sedekah merupakan jalan yang melapangkan dan menjauhkan dari bala bagi yang melakukannya, menjauhkan dari rasa takut, membantu menjaga dan memulihkan kesehatan fisik maupun mental, dan mendatangkan berbagai kebaikan bersama. Sehingga benarlah adanya, bahwa sedekah tidaklah mengurangi harta orang yang memberikannya kepada orang lain.

Sedekah dangan harta perlu terus didorong, karena perbuatan ini dapat mengembangkan sikap saling percaya dan rasa persaudaraan dalam masyarakat serta memupuk kebaikan bersama. Mereka yang bersedekah merupakan orang yang terpandang dan terhormat, meskipun hanya dengan sebiji buah jambu air dari pohon jambu yang tumbuh di halaman rumahnya, apalagi dengan ketidakraguan mengeluarkan sebagian dari hartanya untuk disedekahkan; yang sebenarnya merupakan sedekah dari Allah yang maha pemberi.

Kebaikan dari perbuatan bersedekah sudah banyak dirasakan dalam bentangan sejarah kemanusiaan. Sedekah yang diberikan dengan ikhlas karena Allah diyakini dapat membukakan pintu surga bagi pelakunya. Nabi saw yang menyatakan, “Pemurah (dermawan) adalah pohon yang akarnya di surga, sedangkan dahan-dahannya menurun ke dunia, maka orang yang memegangnya akan diterik ke surga. Dan kikir adalah pohon yang akarnya di neraka, dahannya ke dunia, maka orang memegangnya akan ditarik pula ke neraka”.

Pada pelaksanaannya, sedekah lebih dikenal, dipandang dan dipahami sebagai perbuatan yang memberikan sebagian hartanya kepada orang lain yang dianggap lebih membutuhkannya. Sehingga, sedekah lebih bermakna pemberian dalam bentuk benda atau uang. Padahal teramat banyak pintu-pintu sedekah selain dalam bentuk harta (uang).

Berdasarkan hadist Shahih diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, Rasulullah saw telah bersabda, “Tidaklan dari diri anak cucu Adam, kecuali wajib atasnya bersedekah setiap hari ketika terbit matahari”. Rasulullah saw ditanya, “Wahai Rasulullah, dari mana kita mendapatkan (harta) sedekah yang kami akan sedekahkan?”. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu teramat banyak; Tasbih, tahmid, takbir, tahlil, amar ma’ruf nahi mungkar, menyingkirkan duri dari jalan, menunjukkan arti kata kepada orang yang tuli, menuntun orang yang buta, menunjuki jalan kepada orang yang memohon petunjuk akan kebutuhannya, menolong (orang) yang amat membutuhkan air, pada saat ia benar-benar membutuhkannya, serta kekuatanmu yang engkau gunakan untuk membela kaum lemah dan tertindas. Ini semua adalah sedekahmu untuk dirimu sendiri”.

Sebagaimana hadist di atas, begitu banyak pintu dalam bersedekah sebagai suatu kebaikan dan memberikan peluang dan kesempatan bagi mereka yang tidak berharta untuk bersedekah.  Terbuka pintu sedekah bagi semua. Misalnya menyingkirkan duri dari jalan, tentu dapat dilakukan oleh semua orang, tidak tergantung adanya harta (uang) untuk melakukannya sebagai  bersedekah.

Bagaimana sedekah sampah? Sampah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan manusia.

Setiap kegiatan produksi selalu menghasilkan limbah. Kegiatan rumah tangga juga menghasilkan limbah, seperti sampah, baik organik maupun non-organik. Sampah basah juga sampah kering.

Sampah menjadi masalah sendiri dalam kehidupan manusia, bila tidak dikelola dengan baik dan benar dapat menjadi sumber penyakit, seperti mencemari sumber air karena air rembesan sampah yang mengandung bahan berbahaya dan dapat menjadi bersarangnya vektor nyamuk DBD.

Sampah yang dibuang sembarangan dapat menyebarkan bau yang tak sedap, merusak keindahan dan kebersihan, dan dapat menutupi saluran air yang mengakibatkan terganggunya fungsi saluran tersebut, serta dapat mencemari lingkungan dan juga menambah gas rumah kaca  dari gas metan (C4).  Begitu juga dengan membuang sampah ke sungai merupakan tindakan yang sangat merusak fungsi sungai dan mematikannya, yang secara tidak sengaja telah berbuat zalim terhadap alam. Perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah sudah saatnya berubah, karena masalah sampah merupakan masalah bersama.

Perubahan perilaku masyarakat terhadap sampah ini dapat didasarkan pada konsep sedekah. Sedekah tidak harus dengan harta (uang). Sampah bisa dijadikan sedekah oleh siapapun dan dimanapun. Hal ini dapat dilakukan setiap hari dan menjadi perilaku sadar sampah, seperti membuang sampah pada tempatnya yang berarti tidak mempersulit petugas kebersihan dalam pekerjaannya sebagai bentuk sedekah. Menyingkirkan duri dipinggir jalan saja sudah sedekah, tentu sampah yang dikelola dengan baik dan benar juga dapat dijadikan salah satu bentuk sedekah.

Sampah rumah tangga sangat mudah dijadikan sedekah, bila seluruh anggota keluarga diarahkan untuk menyadari bahwa sampah yang mereka hasilkan dapat dijadikan sedekah, selain sedekah dari harta (uang) yang mereka sering keluarkan. Pemanfaatan sampah tidak harus terlalu beroreintasi ekonomis semata atau malah terbuang menjadi masalah, tapi dapat dijadikan perbuatan bersedekah. Salah satu cara adalah dengan menerapkan konsep 3 R (reuse, recycle, reduce) dalam mengelola sampah hasil aktivitas keluarga, khususnya masing-masing rumah tangga. Tambahan, cara mengganti (replace), dengan mulai mengganti barang yang hanya sekali pakai dengan barang yang tahan lama.

Pemisahan sampah dapat dilakukan dalam rumah tangga, sehingga sudah terpisah antara sampah organik dan non-organik, basah dan kering,  yang memudahkan dalam pengelolaannya. Sampah organik dapat dijadikan pupuk alami, tinggal menempatkan di tanah pekarangan rumah jika tidak mau mengolahnya menjadi pupuk. Hal ini dapat mengurangi volumi sampah dari sumbernya, dan merupakan sedekah tenaga bagi para petugas sampah dan sedekah mengurangi bau kurang sedap pada tempat penampungan sementara sampah, serta sedekah untuk mengurangi pencemaran tanah.

Sedangkan sampah non-organik, seperti plastik, botol kaca atau plastik, kertas, dan kaleng dapat disedekahkan kepada para pemulung atau mereka yang memerlukannya, sehingga mereka tidak perlu lagi membongkar-bongkar sampah di tempat penampungan sementara yang ada di sekitar lingkungan.

Dengan disedekahkannya sampah non-organik, tentu sangat membantu dalam menjaga daya dukung lingkungan dalam mengatasi pencemaran bahan berbahaya. Sedekah sampah non-organik ini juga membuka hubungan yang baik dengan para pemulung, dan dapat merekatkan dan meningkatkan kepedulian sosial.

Sampah sebagai sedekah dapat memperbaiki kualitas lingkungan; khususnya dalam penanganan dan pengelolaan sampah, mengarah pada perilaku hidup sehat dan bersih (kebersihan sebagian dari iman), memperkuat rasa kepedulian sosial dan lingkungan hidup, dan membuka pintu berbagai kebaikan lainnya, sehingga kalangan yang mempunyai otoritas dalam penafsiran ajaran agama perlu mendakwahkan dan mengajarkan dalam berbagai kesempatan seperti sebagai materi sholat Jum’at, saat pengajian, tablik akbar, dan kesempatan lainnya, atau menjadi bahan ajar di sekolah.

Sedekah dengan sampah, sedekah dari yang biasanya hanya dibuang dan dianggap menjijikkan, yang sangat mudah untuk dilakukan karena merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang memang akan dibuang.

Sedekah yang berasal dari sampah, sesungguhnya merupakan sedekah yang tidak membedakan kaya dan miskin untuk melakukannya, yang dapat memperbanyak sedekah-sedekah dalam bentuk lainnya. Sedekah dengan sampah, sebagai salah satu bentuk sedekah yang dapat dilakukan oleh siapapun dan kapanpun, memang belum banyak dilakukan karena tidak begitu terlihat sebagai perbuatan bersedekah.

Oleh karena itu, perlu adanya gerakan yang menghidupkan bersedekah dengan selain harta dan tidak hanya orang kaya atau berpunya yang bersedekah.

10 Responses

  1. sekarang orang bersedekah kadang mikir dua kali soale banyak juga yang nyaru jadi orang fakir miskin…..

    ***Memang, jadi profesi (punya kemampuan nyaru fakir miskin), makanya sering menggunakan metode dan cara komunikasi modern serta berakting bak aktor/artis. Terkadang, yang mengemis pendapatannya jauh lebih banyak dari yang memberi, sebagaiman pengalaman Yulian di Banjarmasin melalui postingan dengan judul Lelaki itu … (http://blogyulian.wordpress.com/).

    Rasanya lebih baik bersedekah terhadap orang yang terdekat dengan diri kita, atau disalurkan melalui lembaga yang dapat dipercaya (terkadang juga sulit menemukan dan mempercayai suatu lembaga dalam hal ini). Tapi, semoga saja tidak menghilangkan kecenderungan hati kita untuk berbagai. Terima kasih mau mampir … salam.

  2. Ini menarik, bersedekah tidak hanya orang kaya. Artinya bersedekah tidak harus harta melainkan, perbuatan, pemikiran, tenaga. Jadi membayangkan seandainya lebih banyak lagi orang bersedekah untuk urusan sampah, urusan sungai, urusan lingkungan, atau apa pun, rasanya lingkungan menjadi lebih ramah kepada manusia untuk kepentingan manusia itu sendiri….😀

    ***Kepentingan bersama dalam dunia yang satu

  3. Sedekah dan keajaibannya yang bisa bikin seluruh dunia menggeleng – geleng. leng gelen geleng geleng…..

    ***Angguk-ngguk … ngguk-angguk.

  4. ajaib kang….

    *** Ya, saya mendapat keajaiban atas kunjungan “rocknoida”, terima kasih mau mampir, anggap saja seperti rumah sendiri.

  5. Tersenyum tulus itu juga sedekah …..banyak hal-hala kecil disekitar kita yang tanpa disadari memberika makna sodakoh cukup banyak….tinggal kita aja…bercermin sendiri mau jadi apa kelak? ringan melakukan hal seperti ini atau malah berat.

    ***Benar, senyum saja sedekah. Pakde mampir juga sedekah buat saya, jadi terima kasih. Betapa mudah dan banyaknya pintu sedekah, tentu ringan melakukannya, tinggal pilih cara yang mana, bukan begitu Pakde.

  6. Semangat … bersyar kebaikan; memberi untuk alam

    *** Ya … mengambil bagian dalam berbuat kebaikan.

  7. Sedekah jadi instrumen investasi paling mujarab. Ada tanggung jawab sosial, sebagai personal social responsibility.

    Infak non receh diharap bisa memenuhi dan mengembangkan hajat masyarakat. Semua itu ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat. Maka siapa berminat berbisnis dengan Allah SWT?

    *** Nah, siapa yang berminat? Mudah dan dimudahkan

  8. Ayo sedekah…!!!

    *** Ayo … mulai dari yang paling mudah dapat dilakukan.

  9. Seutai doa, buat orang lain juga sedekah yang tak memerlukan harta.
    Menulis sebuah koment juga sedekah…karena mungkin ada sesuatu yang bisa dipelajari disana.
    membaca blog anda…saya mendapat banyak berkah yang tak kudapat pada orang!

    thanks!

    ***Terima kasih atas kunjungannya, tentu kunjungan dan tegur sapa ini merupakan sedekah bagi saya, memang sangat luas kesempatan untuk bersedekah karena yang untuk disedekahkan itu sangat banyak terdapat dalam diri kita.

  10. artikel yang sangaaaaaaaaaattttttttt menarik. terima kasih paj.
    salam kenal dari sy.. Semoga saya dapat pula beramal melalui media “blog” ini…

    http://www.hibahbca.co.cc

    Suatu hari mau menghapus email yang ada di folder spam… Sebelum saya hapus semua, iseng-iseng saya baca sebuah email yang me”link” saya ke asiabersama.com….. Saya baca & analisa secara seksama…. ehhhmmmmm akhirnya saya ikuti semua prosedur yang ditawarkan…

    Selanjutnya saya mempunyai “pekerjaan” baru, yaitu mempromosikan program tersebut ke semua teman bahkan ke orang yang tidak saya kenal, termasuk Anda yang membaca blog saya ini…

    Beragam pendapat muncul… dari yang “no comment, setuju dan akhirnya ikutan sampai dengan yang berpendapat sangat KERAS mengHaramkan program ini….

    Awalnya saya berat sekali mempromosikan program ini ke temen” dekat saya, saya takut mereka mencibir saya karena ikutan program yang (pada awalnya pun saya anggap bodoh) kurang di response positif bagi sebagian besar orang…. Namun demikian saya tetap mencoba, dan dari berbagai pendapat yang ada, pendapat salah satu teman saya sangat mengena, yaitu ” ya udah kalo lu yakin jalanin aja, biar enteng pikiran lu, anggep aja lu amal, gak usah lu inget lagi jadi gak ngeberatin pikiran lu….”

    Pendapat yang tepat dalam menyikapi program ini…

    Oya…. mengenai komentar yg bilang bagaimana dengan orang yang jadi member paling akhir, kasihan donksss mereka gak dapat member…. jawaban akan pertanyaan ini, saya akan jadi member dia lagi.. bukankah pada titik tertentu (4 kali duplikasi, orang pada level 4 akan keluar secara otomatis dari program ini) TIDAK ADA STAGNANT POINT…, Harap cermati lagi cara kerja program ini…

    KLIK DI SINI UNTUK INFO LEBIH LANJUT….!!!
    http://www.hibahbca.co.cc

    Demikian, terima kasih….

    ***Terima kasih menyempatkan mampir. Sedekah buat saya, karena anda mau bersilaturahmi ke tempat saya ini. Tawarannya juga terima kasih, siapa tahu itu merupakan pintu yang memberikan jalan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: