MENGHARAPKAN HIKMAH YANG TERSEMBUNYI (Tanggapan Tulisan Abdul Salam)


Oleh: HE. Benyamine

Cobaan hidup datang pada siapa saja, menimpa orang baik dan jujur atau sebaliknya, yang mungkin berbeda bagaimana menjalaninya. Cobaan dalam kehidupan tidak mengandaikan berlakunya keadilan dan kebenaran dalam batas-batas manusia, ia hanya mengiringi seseorang dalam melewatinya dan berusaha mengakhirinya sendiri sesuai batas kemampuan manusia yang bersangkutan.

Orang yang sabar dan tidak berputus asa yang akan mampu memetik hikmah dari cobaan yang dialaminya. Tulisan Abdul Salam yang mencoba menguatkan dan menghibur dirinya yang sedang mengalami cobaan sebagai seorang pesakitan (Radar Banjarmasin, 25 Oktober 2008:3), memberikan suatu peringatan dan pelajaran yang sangat berharga.

Bagaimana tidak, seorang guru yang mengajarkan keteladanan dan mendidik setiap generasi baru dalam periode pengabdiannya yang lama, sebagai kepala sekolah yang disegani, dan sering menjadi penceramah tentang kebajikan (agama) dalam beberapa kesempatan, pada kenyataannya harus mendekam dalam penjara karena kasus korupsi.

Terlepas dari kebenaran atau tidak kasus korupsi yang dituduhkan kepada beliau sebagai urusan pengadilan, pengalaman ini sangat berharga bagi mereka yang berprofesi sebagai pendidik untuk lebih berhati-hati dan tertib dalam bersikap dan bertindak, juga bagi masyarakat.

Seseorang yang mampu mengarahkan dirinya untuk menemukan hikmah dalam setiap cobaan atau musibah yang dialaminya, cenderung lebih positif dalam memandang kehidupan, yang memberikannya jalan yang lapang dalam menghadapi cobaan atau musibah tersebut, sehingga dapat sampai pada keberkatan dan rahmat dari Tuhan.

Karena, kesalahan seseorang yang menyebabkannya sebagai seorang pesakitan belum tentu sebagai suatu kebenaran, bisa saja hanya jalan yang harus ditempuhnya untuk menuju kebenaran itu sendiri.

Kepasrahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan, dengan berharap semoga ada hikmahnya, sebenarnya memberikan suatu kekuatan untuk mengalahkan kesombongan diri dan menuntun menapaki jalan yang lurus, yang bagi seorang muslim selalu dimohonkan dalam setiap sholatnya; tunjukilah kami jalan yang lurus.

Pengharapan akan hikmah di balik setiap peristiwa yang dialami seseorang, akan memudahkannya dalam menerima petunjuk yang Maha Kuasa. Penjara yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, yang belum tentu karena kesalahan yang bersangkutan, bisa saja merupakan cara dalam upaya meluruskan jalan yang bersangkutan sehingga seperti orang-orang yang diberi petunjuk dari yang Maha Adil.

Setiap orang berbeda-beda dalam menerima petunjuk, yang terkadang sangat tidak sesuai dengan logika manusia yang lemah ini, yang bahkan sudah berkali-kali diberi petunjuk tetap saja tersesat.

Penjara sebagai suatu tempat khusus, bagi sebagian orang bisa memang benar-benar khusus yang mampu membangkitkan berbagai potensi kebaikan. Contohnya, Buya Hamka yang mampu menyelesaikan Tafsir Al Azhar dalam penjara.

Oleh karena itu, seseorang yang terus berusaha mengharap hikmah dari keberadaannya di suatu tempat (penjara), secara sadar akan berusaha menggali berbagai potensi kebaikan dalam dirinya untuk dikembangkan dan dimunculkan sebagai suatu kesadaran yang bermakna.

Salah satunya, penjara bisa menjadi tempat yang khusus untuk memperbanyak ibadah dan tafakur, yang bisa dianggap sebagai salah satu hikmah keberadaannya saat ini.

Penjara juga memberikan suatu pengalaman tentang adanya kehidupan yang lain, dengan warna berbeda dengan kehidupan yang selama ini dijalani. Bagaimana kenyataan yang berbeda itu dapat dilihat sebagai suatu hikmah, suatu pelajaran dan pengajaran yang nyata, yang memperlihatkan berbagai bentuk jalan kehidupan yang memang lebih baik disikapi dengan pengharapan hikmah.

Dalam beberapa hal, penjara dapat dikatakan sebagai tempat perenungan yang baik bagi orang-orang yang berilmu dan mau mencari hikmah yang tersembunyi. Meskipun demikian, dipenjara bukanlah keadaan yang diharapkan terjadi pada diri setiap orang.

Penjara bisa memberikan jalan bagi seseorang menjadi sosok yang sangat berbeda dari sebelumnya, seperti Anton Medan yang mengambil jalan spritual.

Namun, bagi seorang guru, yang mendidik generasi penerus, sangat terpukul mentalnya bila harus dihadapkan dengan tuduhan melakukan tindak kejahatan. Apalagi tuduhannya korupsi, sangat menegasikan terhadap profesinya yang mulia.

Profesi guru sebenarnya merupakan salah satu pilar yang penting dalam mendidik tunas-tunas bangsa untuk mengembangkan suatu masyarakat yang sehat, yang tidak sakit oleh korupsi salah satunya.

Pendidikan mempunyai andil dalam pembentukan dan pengembangan budaya yang anti korupsi, yang sudah dimulai sejak awal dalam kehidupan anak bangsa.

Oleh karena itu, kepasrahan dan kesabaran saudara Abdul Salam dalam menerima kenyataan hidup dengan terus berharap terhadap hikmah dibaliknya sebagai mana ditulisnya, sangat memberikan inspirasi bagi mereka yang juga mengalami cobaan ataupun musibah.

Di samping itu, ada pesan yang perlu dicatat bagi seorang pendidik untuk tidak takut melakukan sesuatu yang dianggap baik dan benar untuk kemajuan pendidikan.

Juga, bahwa korupsi adalah termasuk kejahatan yang sangat merusak baik bagi orang yang melakukan maupun bagi masyarakat, karenanya sangat dibenci oleh masyarakat Indonesia (tidak perlu reformis). Semoga saja beliau diteguhkan niat dan harapannya untuk meraih hikmah yang tersembunyi.

2 Responses

  1. Ass.

    Hm … Blessing in Disguise atau hikmah tersembunyi emang selalu ada di tiap masalah kita, asal kita bisa berpikir jernih dengan kepala dingin, baru deh kita sadar akan hikmah tersembunyi di balik kesusahan yang udah kita alami.

    ***Waalaikum salam Wr. Wb.
    Ya … memang yang tampak tidak selalu menunjukkan yang sebenarnya.

  2. Kadang yang lebih terlihat justru yang indah-indah
    hikmah dan kebaikan sulit sekali dimunculkan atau bahkan malah dicurigai
    tapi…apapun benar dan baik suatu saat akan muncul kepermukaan

    Sebuah cobaan akan ada hikmah dibaliknya
    Asal kita bisa menelaah dan menyelami masalah dengan baik dan akal sehat
    Sebuah cobaanlah yang membuat kita mengerti masalah dan cobaan itu sendiri
    dari sanalah kita belajar dan tahu!😀

    walau kadang rasa putus asa dan patah semangat bahkan yang menghampiri saat cobaan itu datang
    tapi aku yakin jika ada cinta, persahabatan dan kekuatan kita akan mampu melewati cobaan dengan bijaksana!

    ***Setuju … cinta dan persahabatan sangat berharga dalam melawati cobaan dengan bijaksana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: