PUISI (4)


JALAN LURUS

Hening hunus pedang
Terpana melepas tanda putus terkenang

Masih terbayang luruh mengejar waktu
Tanggal tertancap kaku memangku debu

Kuatkan langkah hingga asa tersisa
Menerjang terang jalan lurus bertahta cahaya

Banjarbaru, 1 Januari 2009

Anggrek SilangAnggrek Silang

HANYA SELEMBAR

Lalu hilanglah kemaren
Adakah lembaran kebaikan tertinggal

yang mampu kilatkan cermin
yang merekahkan senyum yang tersentuh
yang memudahkan tegur sapa sadar perbedaan
yang bukakan lembaran baru kebaikan

Dan, hanya selembar!
Saat yang pasti menjemput
membungkus hantaran yang tertinggal

Banjarbaru, 2 Februari 2009

8 Responses

  1. Jalan lurus bertahta cahaya … aku suka kalimat tersebut

    ***Terima kasih

  2. duh, mas benjamin.
    sajaknya canggih banget.
    saya clueless nih membacanya.
    saya musti belajar banyak soal puisi nih.
    tapi saya suka puisi “hanya selembar”.
    sepertinya kontemplatif banget.

    ***Terima kasih telah mampir.

  3. kenangkanlah,
    selembar jalan lurus ini

    ***Semoga selalu terkenang ….

  4. jalan lurus tapi penuh batu kerikil

    ***waduh … penuh batu kerikil. Ya … ada kemudahan dan ada kesulitan.

  5. Mampir lagi pak ai..

    Tak terasa sudah hampir 4 tahun saya bekerja di Borneo (Kalimantan),dan sebentar lagi akan kembali ke Jawa:-).

    Sebagai sarana silaturahmi,ijinkan saya memasang tautan diblog saya yang sederhana:-)

    Salam hangat dan persahabatan selalu

    ***Dengan senang hati, silakan tautannya. Salam sehangat matahari pagi.

  6. dan hanya selembar
    kain hantaran yang tertinggal
    saat malaikat menjemput

    ***Kenangkanlah … kata Sandy

  7. Kedua puisi itu begitu menyentuh nurani dan mempunyai makna yang dalam buat kita yang mungkin akan hadir pada esoknya panggilan yang penuh pengertian hakiki. tTada panggilan yang paling dirindui melainkan panggilan Allah untuk kembali ke sisiNya dengan hati yang redha dan rela. Semoga kita dapat menemuiNya dalam keadaan yang diri kita diredhai dalam rahmatNya. Amiin.

    Salam penuh hormat sentiasa.

    ***Terima kasih doanya.

  8. bait-bait asmara telah terpatri didinding langit
    episode kebahagian coba menyambutnya

    masihkah ada ……………………………

    salam perkenalan bos.

    tahanks

    ***Terima kasih telah mampir …. masih ada episode kebahagiaan, yakinlah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: