PUISI (5)


NANTIKAN KASIH SAYANG

Tunggu tanggalnya

akan kucurahkan habis
segala rasa yang bertumpuk
kasih sayang yang membukit

Biarlah bara rindu mendebu

bertebaran menyambut angin
teguh nanti saatnya tiba
jamuan cinta yang seragam

Ingatlah tanggalnya!

karena aku ada hanya saat itu
dengan beban kasih sayang tertahan
saat lainnya sibuk membudak

Banjarbaru, 9 Februari 2009

NIKMAT MELIMPAH

Mata hati tertusuk ilalang
Terbawa hasrat memeluk bintang
Yah! Mengutuk nasib berulang ulang
Saat malang jadi penghalang

Selera hidup lahap dunia tak kenyang-kenyang
Lupa diri mabuk kepayang
Nikmat melimpah dirampas muntah-muntah tiada kepalang
Dustakan! Saat rasa syukur menghilang

Banjarbaru, 13 Januari 2009

20 Responses

  1. nice posting, slm knl ya

    ****Terima kasih telah mampir, salam hangat.

  2. nantikan kasih sayang
    pas! hari ini tanggalnya

    nikmat melimpah
    “mengutuk nasib berulang ulang
    berulang ulang
    berulang ulang

    terus berulang ulang

    HEB: Kalau keterusan … ha ha ha nggak bergerak kan tapi berputar

  3. Semoga beroleh kasih sayang dan kebahagiaan di hari kasih sayang pada hari ini. Limpahan kasih sayang Allah adalah yang hakiki. pastinya bukan sahaja untuk hari ini, tetapi setiap hari yang telah, sedang dan akan mendatang. Kesibukan tidak akan menghilangkan kasih sayang yang bertempat di hati. pastikan ia dicurah bila-bila masa tanpa had dan waktunya. Sajaknya sungguh puitis dan menyentuh hati.

    Salam kebaikan dan mesra selalu.

    HEB : Setuju, limpahan kasih sayang Allah adalah hakiki. Begitu juga fitrah semua makhluk adalah berkasih sayang sebagai pemberian Allah. Salam penuh damai dalam dunia yang satu.

  4. Saya datang untuk mengucapkan selamat menikmati hari kaish sayang yang membahagiakanmu dan keluarga!🙂

    Senang pernah mengenalmu dan akan selalu menjadi sahabatmu!

    HEB : Terima kasih, menjadi sahabat sudah merupakan kasih sayang. Damai di bumi selalu bersama persahabatan.

  5. mantaps

    HEB : Terima kasih.

  6. Salam kasih dan sayang Pak..

    Kasih sayang itu indah ya Pak..

    HEB : Ya begitu indah … dasar kehidupan

  7. dah daftar aruh blogger om ?

    HEB : Belum. Pasang logo aruhnya sudah.

  8. Pak Ben kan sering nulis tentang Kalsel, mestinya pak Ben daftar dong di posting kontesnya aruhblogger..pasti menang neh…he..he…

    HEB : Terima kasih doa menangnya he he he … tapi sebenarnya ikut saja sudah menang, ya memenangkan silaturahmi, meskipun nggak menang kontes hi hihi, maksa nggak ya? Oh ya … tampilan rumah Pak Yulian tambah keren.

  9. benar tuh Om..apa yang dikatakan Yulian…
    slm kenal

    HEB : Terima kasih telah mampir dan juga doanya. Salam

  10. Ternyata berpuisi asyik ya

    HEB : Wah … asyik juga … menulis juga khan pak, ya menulis, menulis, dan terus menulis … hingga asyik ha ha ha

  11. Makasih yah dah mampir ke blogku dan salam kenal🙂

    HEB : Sama-sama. Terima kasih juga mau berkunjung.

  12. Biarlah bara rindu mendebu…

    bangkitkan diri atas sakit
    buatlah pergi dengan suka
    lepaskan jeratan dan genggaman
    ikhlaskan hingga suatu saat
    rindu itu kan tumbuh di hati…

    salam ^_^

    HEB : Ya … ikhlaskan hingga rindu tumbuh di hati.

  13. Senengnyaaaaaaaaaa…. kalo da yg menyayangi kita..

    HEB : Aduh … bagaimana lagi harus mengatakannya … bahwa ada yang menyayangimu ha ha ha

  14. jangan buat saya ya hehehe

    HEB : Yah … padahal sudah siap dikirim!

  15. Nikmat yng melimpah membuat orang makin serakah.

    Salam kenal mas…😀

    HEB : Ya … karena melimpah terkadang lupa daratan dan tidak bersyukur. Salam kenal …

  16. Hmmm… puisi-puisi yang lezat…:mrgreen:

    Salam hangat.

    HEB : Salam hangat … teh hangatnya diminum ya …

  17. tak perlu menunggu tanggalnya tiba
    rasa sayang padaMu
    akan selalu ada dan membara
    tak perlu menunggu tanggal tiba
    kuselalu pasrah hanya padaMu

    HEB : Ya … nikmat apa lagi yang hendak didustakan, tidak ada yang perlu ditunggu, diantara kasih sayang itu misalnya udara yang tidak perlu ditunggu untuk bernafas. Terima kasih telah mampir, salam.

  18. *Wa’alaikumussalam, makasih mas dah berkunjung…,

    HEB : Sama-sama … selagi ada kesempatan untuk silaturahmi.

  19. jika dapat kulakukan saat ini
    untuk apa menunggu.
    let’s do it, now…

    HEB : Ya … tidak ada yang perlu ditunggu untuk kasih sayang. Udara yang kita hirup diantara kasih sayang yang tidak bisa ditunda-tunda ha ha ha … terima kasih mampir.

  20. terus terang saya bodoh dalam memahami puisi, pun saya tak mampu menulis puisi. mungkin lantaran tak romantis itulah maka saya masih terbelenggu kesunyian.

    HEB : Terima kasih telah mampir.
    Terbelenggu kesunyian punya sisi keromantisan sendiri dan ungkapan puisi yang menggema

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: