PUISI (8)


ANUGERAH WARNA

Warna ungkap penampakan berbeda
hanya melukis saat cahaya ada
selebihnya kita adalah buta
hanya keyakinan menuntun jiwa
menuju adanya yang Maha Terang

Dalam gelap hilang yang berbeda
dimana kita hanya satu yang terikat
sama dalam harapan
rasakan anugerah perbedaan
membiarkan yang lain memilih warnanya

Banjarbaru, 9 Maret 2009

DALAM PERBEDAAN TERANG KEBENARAN

Ada yang melempar bara kemalangan
maka jadilah calon yang membara dalam angan-angan
menari melayang-layang bersuara ratapan zaman
janji terucap hanya kata simbol kematian

Ada yang memikul kejujuran
maka jadilah calon yang berpakaian santun
menjaga mulut ratapi badan
pembuka jalan capai tujuan

Ada yang lantang berteriak perubahan
maka jadilah calon yang menyamar bunglun
bungkam menyelinap tempat aman
menggiring yang lemah jadi korban

Ada yang mengacung-acungkan perintah Tuhan
maka jadilah calon yang merongrong kesucian
menghunuskan pedang ayat jaga surga kenikmatan
menuntun yang berbeda memilih berselisih jalan

Hanya ada dalam perbedaan terang kebenaran
membuka jalan untuk saling mengenal sebagai insan
memberi kesadaran ada mengada karena kefanaan
untuk selalu ada yang membuka pintu kemanusiaan

Banjarbaru, 18 Maret 2009

12 Responses

  1. Assalaamu’alaikum

    Ya benar…hidup ini perlukan kita menjadi pemikir terhadap setiap yang berlaku agar kita memahami mengapa ia berlaku dan kenapa ia ditujukan kepada kita. Setia manusia diberi tugas yang berbeda, cuma bagaimana kita melunasi tugas itu juga mengikut persepsi dan kebijaksanaan masing-masing. Bagi yang melihat kekurangannya harus menjadi kawan untuk membetul dan menambah kekuatan.

    Warna yang berbeza. saya sukakan bait anugerah warna ini. Ternyata manusia adalah makhluk unik yang diberi kuasa memilih secara merdeka apa yang dimahunya dalam menentukan kesukaannya. Dari warna, manusia cuba untuk meneka dirinya sendiri bagaimana sifat dan karektornya. Semua warna memainkan lakon layar diri manusia dengan penuh misteri sehingga ada yang terpedaya dengan rahsia warna itu.

    Salam hormat.

    HEB : Keunikan manusia yang membuatnya diberi anugerah untuk bersyukur dan memberi warna kehidupannya.

  2. makanya saat menentukan warna adalah saat yang krusial, jangan sampai warna yang dipakai jadi mengiritasi atau bikin pandangan mata dan hati terganggu.

    padahal yang jauh lebih penting dari warna adalah isi, sehingga kita tetap bisa memilih di dalam gelap, saat tidak ada cahaya yang membuat kita terkecoh oleh keindahan warna. because the color can be deceiving.

    keren puisinya, mas ben.

    HEB : Ya … lebih penting isinya. Jangan sampai seperti cerita Abu Nawas (?) yang membuat tanda yang sama pada semua rumah sama seperti yang dibuat penyamun sehingga membuat para penyamun bingung rumah mana yang sebenarnya dituju saat mereka beraksi.

  3. Nur Illahi itulah yang menerangi
    Semua masuk memberi cahaya hati
    Supaya kita hidup senantiasa berhati-hati
    Tetap dalam garis kebenaran Illahi Robbi

    Walaupun jaman akhir semua menjadi kelabu
    Kebenaran sudah hancur jadi abu
    Warna kehidupan yang tinggal cuma abu-abu
    Pertanda matinya cahaya Illahi dalam Qolbu

    Tapi jika pedomannya Qur’an dan Sunnah
    Insya ALLAH hidup tak akan susah
    Semua yang dilakukan akan membawa berkah
    Inilah ciri orang yang punya hari bersih

    HEB : Siiip … hati bersih dan bening

  4. salam kenal haja nah..

    HEB : Salam dan terima kasih telah menjenguk ke sini.

  5. Aku suka warna-warni! Walo berkabut sekaliayan terasa sangat melankolis!

    HEB : Ha ha ha …. terasa sangat melankolis, jika ada pasangan atau walo sendirian.

  6. ada merah, kuning, hijau, biru,… terserah mau nyoblos yg mana???????? hehe

    HEB : Terima kasih telah bertamu ke sini. Contreng yang bisa merusak warna ha ha ha

  7. Kata orang warna itu memiliki makna tertentu ya. Tapi sering warna yang sama dimaknai berbeda oleh masyarakat yang berbeda. Misalnya, hitam dimaknai berkabung, namun pihak lain memaknainya sebagai kesederhanaan. Auah gelap.

    Bagi saya semua warna bagus, asal… biru!

    HEB : Ha ha ha ha …. asalnya itu pak yang menghilangkan semua warna.

  8. ya, warna-warna ini memang memukau
    terkadang menyesatkan pandangan

    HEB : Ya ya ya …. pepaya matang warna kuning kulitnya, dibelah warna merah dalamnya dan bertaburan warna hitam. Ha ha ha

  9. tanpa warna dalam menjalani hidup..semua terasa hampa.
    aku suka warna hijau, biru, hitam dan putih🙂

    HEB : Terima kasih telah bersilaturrahmi. Benar, warna kehidupan menggerakkan kita untuk terus berjuang dan berbagi.

  10. ehm… saya paling gak bisa bikin puisi🙂 suka terpesona makanya kalo baca puisi.

    HEB : Keterpesonaan pada sesuatu biasanya karena di dalam diri sudah ada yang mempesona. Nah, Rindu telah membuat puisi dalam diri yang jauh lebih indah … ha ha ha

  11. Wah, puisi-puisi Pak Ben memang oke punya.

    HEB : Terima kasih Pak Suhu.

  12. kunjungan balik dari saya

    HEB : Terima kasih sempat berkunjung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: