PUISI (11): PERJALANAN (1 & 2)


Perjalanan (1)

Menghilang bersama lamunan indah

tak terasa kaki masih di tanah

sudah berapa jejak terhapus

tak terasa waktu berlalu terhembus nafas

Tenggelam di telaga hidup

tak terasa selalu kembali terlelap

sudah samar hari-hari berlalu

tak terasa rutinitas wujud diri membeku

Mengulangi langkah penuh harap

melintas menyeret tawa tangis

hanya khayal memberi jeda

terlelap  perjalanan seakan semua terhenti

Banjarbaru, 15 Mei 2009

Perjalanan (2)

Berapa kata dibutuhkan

untuk menyembunyikan luka

mengabarkan kesembuhan

tersamar doa pilihan kata

Berapa waktu memilih kata

untuk ungkapkan gejolak jiwa

mengirimkan makna pengharapan

saat waktu memutus lintasan

Berapa ruang penuh kata terbuang

untuk menutupi  setitik bohong

membiarkan perjalanan terlihat kosong

saat kata menjelma patung

Banjarbaru, 20 Mei 2009

9 Responses

  1. mengganjal.menggayut.tanpa henti.tanpa kuasa, tanpa asa.

    HEB : Terima kasih Pop

  2. tenggelam di hidup
    sudah samar: diri membeku
    semua (lalu) terhenti
    menyembunyikan luka;

    perjalanan mengabarkan kesembuhan

    ….

  3. Kunjungan siang….

    Waw tentang kata! Kata memang hanyalah jasad yang jika ditinggalkan makna akan menjadi mayat. Ia tak akan dapat menuju rujukannya.

    Sila layari laman saya, Pak….

  4. Assalaamu’alaikum..

    Terkadang…kata-kata tidak diperlukan untuk mempamerkan rasa luka. Cukup sekadar meneliti mendung wajah. Apa yang tersirat pasti tersurat melalui gerak hati dan naluri yang memahami gelara jiwa.

    Ya..terkadang suatu pembohongan diperlukan agar apa yang bakal berlaku dan mungkin membawa seribu wajah duka yang lebih melaratkan jiwa boleh disembuhkan. itulah perjalanan hidup yang memungkinkan seribu pertanyaan. Salam mesra.

    HEB : Ya … terkadang, sebagian pertanyaan itu memang tidak memerlukan jawaban. Salam hangat selalu

  5. Yang pasti memahat ‘kisah’ pada kata-kata menghanyutkan bagi yang pandai, seperti sampeyan. Saya akan coba memahat perjalanan dalam puisi … manya sih

  6. Terlamun dan Tenggelam di telaga hidup…sungguh melenakan.

  7. rajin bikin puisi, ya! :))

  8. Tenggelam dalam kehidupan asala jangan kehilanagn nurani dan jati diri, karena itu sejatinya hidup. Selamat siang Mas….

  9. Salam kenal
    Numpang baca ya Mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: