Anggota Dewan kok Nganggur


Oleh: HE. Benyamine

Sungguh mengejutkan! Ternyata anggota dewan Kota Banjarbaru belum mempunyai pekerjaan, padahal mereka sudah dilantik sejak tanggal 9 Oktober 2009. Tiadanya pekerjaan bagi anggota dewan, setidaknya begitu jelas tergambar seperti yang dikatakan Tafsir SPd. (anggota DPRD Kota Banjarbaru asal PKS) bahwa anggota dewan hanya datang, duduk, dan diam saja, tak terkecuali dirinya sendiri (Radar Banjarmasin, 5 Novemper 2009: 10). Namun demikian, anggota dewan tersebut sudah mendapatkan gaji dan tunjungan (duit – 4D), yang tidak terucapkan oleh Tafsir untuk melengkapi penjelasannya.

Mengapa anggota dewan belum punya pekerjaan? Alasannya, karena masih belum terpilihnya pimpinan komisi sebagai bagian dari alat kelengkapan di DPRD Kota Banjarbaru. Alasan ini tidak dapat dikatakan sebagai alasan yang tepat, karena belum terpilihnya pimpinan komisi tidak menjadikan anggota dewan tidak punya pekerjaan. Memang, alat kelengkapan ini bisa berpengaruh pada kinerja dewan dalam bekerja, yang sebenarnya tidak mengurangi tanggung jawab sebagai anggota dewan untuk tetap bekerja dan melakukan kewajibannya sebagai wakil rakyat. Terlalu mengada-ngada, anggota dewan belum mempunyai pekerjaan karena alat kelengkapan dewan belum lengkap.

Ungkapan Tafsir SPd. sebagai anggota dewan tentang anggota dewan yang belum punya kerjaan, seakan ingin membenarkan apa yang menjadi anekdot di masyarakat bahwa anggota dewan sebenarnya tidak mempunyai pekerjaan selain 4D (datang, duduk, diam, dan duit). Anggota dewan setelah terpilih sudah tidak berhubungan lagi dengan kepentingan masyarakat, mereka berlaku seperti apa dan bagaimana juga tidak dapat mengganggu fasilitas yang disediakan untuk kepentingan mereka sendiri. Anggota dewan tidak begitu terikat dengan kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai anggota dewan, sebagaimana yang digambarkan bahwa dewan belum punya pekerjaan karena belum ada ketua komisi.

Anggota dewan digambarkan dan terkesan sedang mengalami kegamangan dan kebingungan dalam melakukan tugas dan wewenangnya, bila mengacu pada pernyataan Tafsir SPd., karena mereka seperti tidak memahami apa dan bagaimana seharusnya mereka berkerja dan bertindak untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Seolah, alat kelengkapan dewan telah menjadi syarat yang harus untuk adanya pekerjaan yang dapat dilakukan anggota dewan. Padahal, alat kelengkapan dewan lebih berfungsi sebagai penunjang dalam bekerja, sehingga meskipun belum terbentuk alat kelengkapan tersebut tidak membuat anggota dewan mempunyai alasan juga untuk membenarkan belum mempunyai pekerjaan.

Anggota dewan sebagai wakil rakyat, sebenarnya terlalu banyak pekerjaan yang bisa mereka lakukan, kecuali memang mereka membenarkan bahwa anggota dewan bisanya hanya 4D. Begitu banyak hal yang bersinggungan dengan kepentingan masyarakat, tapi tidak terdengar suara dari anggota dewan sebagai upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat. Misalnya, bagaimana Pemko Banjarbaru yang begitu banyak mengeluarkan anggaran untuk mengejar piala Adipura, dengan membenahi di beberapa titik penilaian saja dan begitu sibuk saat menjelang ada rencana tim penilai datang.

Apakah tidak terganggu pikiran anggota dewan, saat Pemko Banjarbaru membangun satu taman kecil dengan anggaran lebih dari Rp.80 juta, sementara banyak warga masyarakat yang kesulitan untuk membuang sampah pada tempatnya? Lalu, instansi terkait meminta masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang resmi, sementara tempat sampah yang resmi itu sulit dicari karena memang tidak banyak tempat sampah sementara yang resmi tersebut. Atau, betapa banyak petugas kebersihan yang diterjunkan untuk membersihkan jalan protokol, yang juga lebih sibuk menjelang tim penilai Adipura akan berkunjung. Tentu masih banyak hal yang bisa dikerjakan anggota dewan dengan fasilitas dan kewenangannya yang melekat padanya.

Jadi, betapa memalukan anggota dewan secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka belum mempunyai pekerjaan karena alat kelengkapan dewan belum lengkap. Hal ini menunjukkan bahwa anggota dewan DPRD Kota Banjarbaru tidak memahami dan mau belajar sebagai apa mereka dipilih sebagai anggota dewan yang terhormat. Lalu, apa yang dapat diharapkan terhadap anggota dewan yang seperti ini.

Itu salah tafsir atas fungsi alat kelengkapan dewan sebagai penunjang kerja anggota dewan. Sebagai sistem, alat kelengkapan dewan memang merupakan suatu bagian yang sangat berpengaruh pada kinerja anggota dewan dalam bekerja, tapi tidak berarti anggota dewan sangat tergantung dengan alat kelengkapan dewan tersebut dalam bekerja sebagai anggota dewan. Padahal, meskipun alat kelangkapan dewan itu belum terbentuk tidak berarti menghilangkan status sebagai anggota dewan yang mempunyai tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat.

Oleh karena itu, sebagai anggota dewan yang terhormat sudah sepantasnya bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa mencari alasan-alasan yang sebenarnya semakin mempertegas sinisme masyarakat terhadap anggota dewan dengan ungkapan 4D yang selama ini ada. Anggota dewan, dengan banyak fasilitas dan statusnya yang terhormat, sungguh tidak terhormat menyatakan belum mempunyai pekerjaan sebagai anggota dewan setelah mereka resmi dilantik sebagai anggota dewan, seakan mereka adalah pengangguran yang terbungkus status terhormat. Semoga ini hanya ungkapan yang tidak pada tempatnya, dan sebagai anggota dewan terpilih untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dapat lebih memahami keberadaannya dengan baik dan benar.

(Tulisan ini dimuat dalam rubrik Opini Koran Radar Banjarmasin, 9 November 2009: 3)

23 Responses

  1. bukan hanya di banjarbaru…. pengangguran anggota dewan paduka yang mulia, pengemban amanat rakyat ini banyak juga terjadi dimana-mana

  2. doh, ini makin menunjukkan bukti kalau motivasi jadi anggota dewan karena sekadar ingin dapat gaji buta yang gede, bang ben. doh, mereka dibayar dengan keringat rakyat, tapi kenapa kerjanya ndak jelas. 4d mlulu, haks.

  3. Maunya mengunjungi sahabat lama bangged yg tak kukunjungi… Eh, tak tahunya disuguhi info yg menggiurkan: Anggota Dewan Nganggur!…… wah mau duuung… hahaha… Lha aku luntang-lantung, nganggur, gak dapat gaji utuh. Siapa tahu di situ dapat gaji utuh. Ganal pulang… wkwkwk…

    Oke deh, bro. Salam hangat dan ternyata tetap tajam menyoroti fenomena sosial di seputar kita. Semoga pedang penamu semakin hari semakin tajam yaa…. Cheerio… ^_^

  4. enak banget ya mereka, ironis memang jika hati sudah tergadai rupiah

  5. Benar sekali pak. Terkadang hati ini meringis mengetahu wakil-wakil kita tak berfungsi secara normal. Terkadang juga merasa sudah tak percaya lagi dengan demokrasi. Janji manis…… Mudah-mudahan mereka yang demikian cepat tersadar. sebelum disadarkan dan terbangun di alam Barzah. nauzubillah

  6. nah, anggota dewan yang terhormat, belajar dong!!
    jangan cuma kerja keras waktu mencari dukungan pada pemilu kemarin aja….

  7. g respect blas………

  8. kalo saya jadi presiden anggota dewan yang kayak gitu akan mendapat hukuman mati

  9. mampir ke blog saya juga ya pak

  10. Biasa…..semua manusi di bumi ini pasti mempunyai sipat buruk,ya…salah satunya orang yang tak konsekuen dengan tugasnya

  11. Dengan situasi yang nyata seperti ini, sebaiknya anggota dewan yang terhormat menyadari betapa tanggung jawab dan beban yang dipikul adalah berat.

    Oleh karena itu, mereka yang sudah duduk seyogyanya dengan penuh kesadaran segera melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya , bukan lalai membiarkan perangkat yang belum siap sebagai alasan.

  12. Hahaha.. kalau selama menjadi anggota dewan tapi belum di pekerjakan ya jangan di gaji donk. ngapain di gaji? kerjanya aja kan belum ada… nunggu ada gawean dulu donk, baru di gajiiii…

    Selayaknya memang ketika sudah di pilih, ada pekerjaan yang menanti. Kalaupun nggak ada pekerjaan. Ya buat apa dipilih… ya toooh??

    ada dewan dari kalangan blogger nggak? minimal bisa baca ini.

    • Maaf, Pakde, saya tidak terpilih🙂

      HEB : Nah, Pakde, jadi tidak usah lihat daftar anggota dewan kembali, jelas Kombar tidak terpilih. Terima kasih telah mampir.

  13. salam kenal pak…setuju kata dengan apa yang bapak tulis di atas…mampir ke blog saya juga pak yah…salam kenal…

    HEB : Terima kasih sudah singgah dan salam kenal juga.

  14. lho.. k0k bsa nganggur c..

    bnt2 rakyat gt dund shruze..

    HEB : Terima kasih sudah mampir. Dengan kehormatan untuk nganggur, jelas tidak sehat, bukan begitu Uny?

  15. kok ga brtanggung jwb gt seh.
    kand hruse krja.
    masa magabut..
    dosa bsar lho.

    HEB : Terima kasih telah berkunjung.

  16. Salam kenal bang, Dukung saya ya!

    HEB : Salam kenal dan terima kasih mau mampir. Dukungan untuk kebajikan selalu melimpah, walau terkadang tidak terlihat dan tak bersuara.

  17. Sangat disayangkan sekali kalau para anggota dewan yang terhormat belum ada kerjaannya selama ini mungkin tepat sekali dengan istilah 4D itu pak, memang enak juga sepertinya jadi anggota dewan gak kerja eh tetap dapat duit huhf, salam kenal dari saya pak

    HEB : Terima kasih telah berkunjung. Memang, sangat disayangkan adanya perilaku seperti itu.

  18. Andai mereka tau, uang siapa yang mereka pakai.. dan Andai mereka tau betapa sakit hati rakyat yang sengsara..

    HEB : Terima kasih sudah mampir. Benar, mereka seperti tidak mau tahu betapa masih banyak rakyat yang kesulitan meski sudah bekerja keras.

  19. Ha ha ha … lagi-lagi … tentang anggota dewan yang terhormat. Memang tiada habisnya membicarakan tentang mereka. Semoga Allah Tuhan yang Maha Kuasa berkenan membuka pintu hati mereka.

  20. Assalaamu’alaikum

    Maaf saudara HEB, baru berkunjung untuk meraikan EIdul Adha bersama saudara di Banjarmasin.. Ada masa rehat sebentar, setelah berkunjung di laman saudara Hajriansyah.. lantas ke mari pula. Lama tidak bertanya khabar. Semoga sihat dan bahagia selalu.

    Tentu meriah suasana hari raya di sana dan pasti kunjungan saudara mara dan sahabat handai menghangatkan silaturahmi yang menghimpunkan perpaduan hati sesama Islam.

    Berhubung tulisan saudara di atas, teringat saya sebuah hadis Rasulullah saw… BERILAH UPAH KEPADA PEKERJA KAMU SETELAH DIA MENYELESAIKAN PEKERJAAN YANG DILAKUKANNYA….

    Ternyata apa yang berlaku di kalangan anggota dewan tersebut tidak menepati hadis Rasulullah saw.. yang teraniaya tentulah rakyat.. saya setuju dengan PAK DE… hai Pak De… kok lupa dengan saya ya…

    Maaf saudara HEB..he..he..he.. saya ini emangnya apa ya.. harap tidak mengganggu bicara tentang Banjarmasin. ahh… siapa yang berani membuat perubahan kalau kuasa tiada pada kita…

    Salam hangat dan mesra selalu dari saya di Bangi, Malaysia… buat saudara HEB dan keluarga di Banjarmasin.. SELAMAT HARI RAYA EIDUL FITRI. MAAF ZAHIR DAN BATHIN.

  21. Undangan untuk anda Ayahnda tercinta. Silahkan berkunjung untuk informasi selengkapnya.

  22. Kalau nggak ada pekerjaan kan bisa kursus Bahasa asing,kursus komputer,kursus ngeblog dll tho mas.
    Atau belajar tentang politik,hukum,ekonomi,dll supaya begitu main lancar.
    Salam hangat dari Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: