HARI JADI KABUPATEN TAPIN KE-44


KEMBALI MENGINGAT VISI RUHUI RAHAYU

Oleh: HE. Benyamine

Membayangkan Tapin sebagai kabupaten dengan visi Ruhui Rahayu, betapa majunya generasi pembentukan (pendahulu) yang menetapkan suatu pilihan visi tepat dan sangat maju. Visi Ruhui Rahayu ini mempunyai sasaran yang seimbang antara dunia dan akhirat, yang mencakup pengertian “semoga Tuhan memberkati dengan kesejahteraan”. Dalam perjalanan, kabupaten ini terus mengalami kemajuan yang sangat berarti dan banyak perubahan yang terjadi, dengan semakin terbukanya potensi sumberdaya alam yang melimpah, seperti eksploitasi batubara.

Selain batubara, sekarang potensi perkebunan juga terus mengalami peningkatan yang tidak terbayangkan sebelumnya, seperti perkebunan kelapa sawit yang seakan semakin rakus dengan lahan basah. Investasi dalam pertambangan batubara dan perkebunan ini tentu membuat perubahan bentang alam kabupaten Tapin dengan cepat dan begitu luas.

Perubahan bentang alam ini, jika terjadi hanya karena kepentingan ekonomi yang lebih diutamakan, maka dapat menyebabkan perubahan yang begitu cepat dalam berbagai hal tak terkecuali kerentanan terjadinya bencana alam. Banjir telah menjadi ancaman setiap musim hujan, dengan wilayah bencana yang semakin luas dan besar.

Sebagian besar masyarakat, dalam eksploitasi sumberdaya alam apa saja, lebih banyak menerima dampak negatif dengan kerentanan bencana daripada manfaat, bila dilakukan dengan cara yang tidak ramah lingkungan, dan karenanya hanya sebagian kecil kelompok orang yang menikmati hasil dari sumberdaya alam tersebut. Kenyataan ini terlihat bagaimana masyarakat di sekitar bendung Linuh yang memanfaatkan sungai untuk perikanan harus berhadapan dengan kerentanan jebolnya bendung tersebut. Begitu banyak ranting-ranting dan serasah kayu yang menumpuk di bendung Linuh, yang bila terus dibiarkan akan menjadi beban berat sehingga bila hujan dengan curah tinggi dan lama bisa terjadi air bah yang menjebol bendung Linuh tersebut, dan dapat menyebabkan larutnya keramba-keramba ikan masyarakat.

Tumpukan ranting-ranting dan serasah kayu di bendung Linuh, yang merupakah daerah hulu sungai Rantau, menunjukkan telah terjadi perambahan hutan di hulu daerah aliran sungai, dan juga bisa karena aktivitas pertambangan yang tanpa memperdulikan daerah aliran sungai Rantau dengan asal tambang. Hal ini seharusnya sudah menjadi perhatian serius dari pemerintah daerah kabupaten Tapin, karena perambahan hutan dan aktivitas pertambangan tanpa kendali dan pengawasan yang seharusnya tentu hanya menambah kerentanan bencana bagi masyarakat. Masyarakat di sepanjang daerah aliran sungai Rantau menjadi dihadapkan pada kerentanan bencana, terutama bencana banjir yang bisa menjadi tak terbayangkan akibat buruknya.

Generasi pendiri kabupaten Tapin sudah tahu dan mengerti betapa pentingnya keharmonisan dalam pemanfaatan sumberdaya alam melalui visi Ruhui Rahayu, karena kemajuan ekonomi yang melimpah dan gemerlap untuk sebagian kecil kelompok masyarakat dengan ancaman bencana yang sewaktu-waktu muncul baik dari alam maupun permasalahan sosial budaya yang harus dihadapi masyarakat kebanyakan, jelas bukan bentuk yang mensejahterakan. Kerawanan sosial dan kerentanan bencana menjadi ancaman serius bagi kehidupan sebagian besar masyarakat yang tidak mempunyai alternatif tempat tinggal dan penghidupan, sehingga mereka akan bertahan pada lokasi di mana mereka hidup yang telah berubah menjadi rentan bencana akibat eksploitasi sumberdaya alam atas nama keserakahan.

Dengan merenungkan kembali visi Ruhui Rahayu, semua pemangku kepentingan tanpa kecuali sudah seharusnya memutar kembali rekaman perjalanan setahun kebelakang dan sebelumnya, untuk melihat proyeksi ke depan dalam melanjutkan pembangunan. Masih banyak masyarakat yang tidak merasakan hasil pembangunan, karena anggaran dana pembangunan yang terbatas dan belum tepat sasaran. Melimpahnya sumberdaya alam dan meningkatnya eksploitasi masih tidak melepaskan kabupaten Tapin dari permasalahan kemiskinan sebagian masyarakatnya.

Masih lebarnya kesenjangan dalam pembangunan wilayah, yang sangat mempersulit pelayanan terhadap masyarakat, dan menyebabkan anggaran dana pembangunan yang tidak terlalu banyak semakin tidak bisa dimanfaatkan secara efektif dan efesien. Beberapa desa masih ada yang seperti tidak terjamah pembangunan. Orientasi pembangunan lebih terpusat di kota Rantau, dengan berbagai peningkatan dalam fasilitas dan juga sekaligus membawa dampak buruk berupa kekumuhan.

Berdasarkan wilayahnya, kabupaten Tapin merupakan wilayah strategis yang berada di tengah provinsi Kalimantan selatan. Selalu menjadi jalur penghubung dengan kabupaten-kabupaten Banua Enam lainnya, dan sebaliknya dengan ibukota provinsi. Posisi strategis ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kegiatan ekonomi kreatif, dengan membangun beberapa wilayah atau mengembangkan desa-desa yang ada, tidak hanya terpusat di kota Rantau dengan konsep Serambi Madinah.

Pengembangan wilayah-wilayah yang bukan pusat kekuasaan, sebenarnya sesuai dengan 5 sasaran pemerintah kabupaten Tapin, yakni: (1) mengembangkan sumberdaya manusia yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan, (2) menumbuhkan ekonomi dan meratakan pendapatan, (3) memelihara dan melestarikan lingkungan hidup, (4) mengembangkan sosial budaya, dan (5) mengembangkan kapasitas lembaga pemerintah daerah. Karena, tanpa pengembangan wilayah-wilayah di luar pusat kekuasaan sama saja menghilangkan posisi strategis yang dimiliki kabupaten Tapin.

Seperti pengembangan wilayah yang menghubungkan dengan kabupaten Tanah Bumbu, melalui jalan tembus yang memperpendek jarak, akan semakin membuka kegiatan ekonomi bagi masyarakat di kedua kabupaten tersebut. Posisi strategis ini hanya bermanfaat dan berdaya guna bila adanya pembangunan di wilayah ini, jika tidak dilaksanakan pembangunan atau sangat lambat pengembangannya maka sama saja sasaran yang dirumuskan pemerintah daerah tersebut tidak berguna. Begitu juga pengembangan wilayah Margasari, yang harus disesuaikan dengan karakteristik wilayahnya, dan ini merupakan penghubung dengan Barito Kuala dan Kota Banjarmasin.

Dalam hal mengembangkan sumberdaya manusia, tentu harus disadari dasar pengembangan tersebut yaitu dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Ketiga dasar ini harus dibenahi dengan serius dan sungguh-sungguh bila ingin mencapai sasaran manusia Tapin yang beriman dan bertaqwa serta berilmu pengetahuan. Oleh karena itu, anggaran pembangunan dalam ketiga bidang itu harus mendapatkan prioritas utama. Misalnya, bagaimana pemerintah kabupaten Tapin memberikan tunjangan yang lebih besar bagi guru-guru (membangkitkan kebanggaan dan kehormatan guru) dan menganggarkan pembiayaan fasilitas pendidikan dan mengirim siswa-siswa berprestasi dengan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi (bisa dengan syarat pengabdian masyarakat setelah selesai).

Pendidikan menjadi sangat penting bagi kabupaten Tapin, karena eksploitasi sumberdaya alam yang menyebabkan perubahan bentang alam yang begitu luas, akan menuntut adanya adaptasi sosial budaya dan lingkungan hidup yang bisa saja sangat berbeda dengan keadaan sebelum eksploitasi, yang tentunya sangat berhubungan dengan kemajuan dalam bidang pendidikan dan keterampilan.

Oleh karena itu, saat memperingati hari jadi Kabupaten Tapin ke-44 ini, perlu direnungkan dan mengingat kembali visi Ruhui Rahayu yang digagas para pendiri kabupaten ini. Karena, kesadaran tentang visi ini memberikan suatu motivasi terhadap semua pihak untuk bersatu dalam membangun dengan mengharapkan “semoga Tuhan memberkati dengan kesejahteraan”, yang tentunya sangat sesuai dengan apa yang dikenal sekarang dengan sustainable development, pembangunan yang menyeimbangkan antara kemajuan ekonomi, ketahanan sosial budaya, dan kelestarian lingkungan hidup.

4 Responses

  1. wah selamat semoga tambah sejahtera

  2. Assalaamu’alaikum

    Selamat Ulang Tahun Jadinya Kabupaten Tapin yang ke 44. Selamat sejahtera buat semua masyarakat yang tinggal dalam Kabupaten tersebut dan mudahan hidup sentiasa sejahtera dan aman dalam lingkungan sentosa dan damai.

  3. dinamika perkotaan memang terus melaju dan berkembang dengan pesat, bang ben, tak terkecuali tapin. meski belum mengenal wilayah tapi, apalagi dengan visi yang sarat dengan nilai kearifan lokal “Ruhui Rahayu”, tapi tapin juga bakal sulit menghindar dari gelombang modernisasi dan globalisasi. semoga visi itu tetap menjadi pijakan para pengambil kebijakan, sehingga tapin tak terjebak menjadi sebuah wilayah yang gersang. selamat ulang tahun buat tapin smoga makin sukses dan memberikan banyak maslahat buat warganya.

  4. Selamat Ulang Tahun yg ke 44 Kota Tapin.. kalau ke Banjar pasti lewat kota Tapin heeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: