MENJAGA PULAU LAUT TETAP BEBAS TAMBANG


Oleh: HE. Benyamine

Pada tahun 2008, pemerintah kabupaten Kotabaru menerbitkan 6 Kuasa Pertambangan (KP) yang berada di Pulau Laut untuk melakukan eksplorasi tambang batubara. Penerbitan KP ini telah melanggar peraturan bupati tentang larangan segala aktivitas pertambangan di Pulau Laut yang sebenarnya sebagai kebijakan untuk tetap menjaga Pulau Laut bebas tambang. Peraturan bupati tentang larangan aktivitas pertambangan di Pulau Laut, merupakan suatu tanggapan terjadinya kerusakan bentang alam yang dilakukan dari kegiatan pertambangan liar (PETI) sekitar tahun 1999.

Pulau Laut (luas ± 1.873 km2) dengan jumlah penduduk (127.665 jiwa, data tahun 2005) lebih separuh dari total seluruh jumlah penduduk kabupaten Kotabaru (terdiri dari beberapa pulau kecil), sudah seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam memutuskan suatu kebijakan yang berhubungan dengan aktivitas pertambangan atau ekploitasi sumberdaya alam yang ekstraktif. Apalagi aktivitas pertambangan di Kotabaru ternyata lebih banyak keburukannya, seperti di Pulau Sebuku dan wilayah lainnya, yang mengalami kerusakan adalah merupakan pengalaman nyata bagi masyarakat (dan seharusnya pemerintah daerah) untuk tidak seenaknya memutuskan memberikan izin kegiatan pertambangan.

Taman Bawah Laut Teluk Tamiyang, Pulau Laut (foto: http://www.fikria.multiply.com)

Berdasarkan notulen (no.:043/N-DPRD/XII/2009) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kotabaru, yang merupakan acara Membahas Mengenai Aktivitas Pertambangan di Wilayah Pulau Laut Kabupaten Kotabaru (dari group Facebook menolak pertambangan di Pulau Laut), terlihat bagaimana pemerintah daerah sebenarnya tidak mempunyai pertimbangan dan alasan yang kuat dalam menerbitkan izin pertambangan di Pulau Laut. Apalagi mengatakan bahwa kebijakan pemberian izin pertambangan tersebut sebagai pelaksanaan amanah pasal 33 UUD 1945, yang menunjukkan suatu pemahaman yang kaku, karena karena kekayaan alam dikuasai oleh Negara dan akan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat tidak berarti harus dalam bentuk aktivitas pertambangan. Kekayaan alam tersebut bisa dalam bentuk terbebasnya Pulau Laut dari aktivitas pertambangan, yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan yang lain dalam pemanfaatan sumberdaya alam tanpa harus dalam bidang ekstraktsi.

Penyu Kotabaru di Pulau Telur (foto: http://www.pp3.co.id)

Dengan mengacu pada ekploitasi pertambangan di kabupaten Kotabaru yang telah begitu banyak melahap sumberdaya alam (tambang dan kayu misalnya), apakah selama ini hasil aktivitas pertambangan dan pembabatan hutan alam tersebut telah dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Bagaimana tingkat kesejahteraan masyarakat, sudahkah berkurang kemiskinan dan terbebas dari ancaman bencana alam. Berapa banyak kekayaan dari eksploitasi sumberdaya alam Kotabaru yang dibawa keluar, sudahkah sebagian besar masyarakat merasakan manisnya kekayaan alam yang melimpah tersebut.

Pemerintah daerah Kotabaru (melalui Kepala Dinas Pertambangan & Energi) mengemukakan 3 hal yang menjadi latar belakang diterbitkannya 6 kuasa pertambangan di Pulau Laut, yaitu: (1) mambangun jembatan penghubung Pulau Laut dengan daratan Kalimantan Selatan (kabupaten Tanah Bumbu), (2) membangun pembangkit tenaga listrik (power plant) di Pulau Laut, dan (3) membangun pabrik baja di Pulau Laut. Latar belakang yang dikemukan di sini, memberikan gambaran bagaimana pemerintah daerah membuat kebijakan tidak berdasarkan kajian dan perencanaan yang seharusnya. Seakan, dengan memberikan izin pertambangan maka semua kebutuhan sebagai latar belakang penerbitan KP tersebut dapat terlaksana dan tercapai.

Seperti pembangunan jembatan penghubung Pulau Laut dengan daratan Kalimantan Selatan, merupakan kebijakan yang perlu dibicarakan dengan kabupaten Tanah Bumbu, karena kedua kabupaten sangat berkepentingan dengan jembatan penghubung tersebut. Begitu juga dengan mengatasi krisis listrik, yang sebenarnya merupakan masalah nasional.

Jadi, pemerintah kabupaten Kotabaru, perlu mengarahkan pandangannya dalam pelaksanaan amanah pasal 33 UUD 45 dengan sudut pandang yang menjaga keseimbangan dan keberlanjutan sumberdaya alam. Sumberdaya alam dalam hal ketersediaan air dari terjaganya hutan merupakan satu diantara kekayaan yang dapat digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Masih banyak sumberdaya alam yang merupakan kekayaan melimpah di bumi Kotabaru, selain dari melalui aktivitas pertambangan, seperti dalam bidang kelautan, pariwisata, dan kehutanan.

Pulau Cinta sekitar 2 mil dari Pulau Laut (foto: http://www.antara.co.id). Pulau kecil ini merupakan tempat pesta adat Mallassuang Manu, yang berarti meminta jodoh.

Adapun tuntutan masyarakat melalui lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mendukung DPRD Kabupaten Kotabaru untuk menolak aktivitas pertambangan di Pulau Laut, seharusnya menjadi motivasi bagi anggota dewan dalam melaksanakan fungsi pengawasan agar kebijakan pemerintah daerah lebih berpihak pada kepentingan masyarakat banyak dan tidak membuka pintu kerusakan lingkungan hidup yang berdampak buruk kepada sebagian besar masyarakat.

Penghentian aktivitas eksplorasi tambang di Pulau Laut yang dilakukan perusahaan-perusahaan pertambangan yang telah mendapatkan KP saat ini, sudah seharusnya segera dihentikan aktivitasnya dengan mencabut kembali izin tersebut, sebagai suatu kesadaran bersama untuk menjadikan Pulau Laut tetap bebas dari pertambangan. Pulau Laut dengan sumberdaya alam, tidak hanya tambang, dalam hal pemanfaatan sumberdaya alam masih banyak sektor yang lain.

Sedangkan tuntutan untuk meningkatkan peraturan bupati yang melarang tambang di Pulau Laut menjadi peraturan daerah, dapat bertentangan dengan peraturan pemerintah dan undang-undang, seperti UU No. 14 tahun 2009 yang memberi kesempatan dalam pertambangan jika memenuhi ketentuan dalam undang-undang ini dan peraturan lainnya. Apalagi, Pulau Laut hanya sebagian wilayah berupa hutan lindung, sehingga memungkinkan wilayah yang bagian lain untuk pemanfaatan lainnya.

Oleh karena itu, komitmen bersama untuk menjadikan Pulau Laut bebas tambang harus dapat melampaui semangat peraturan dan perundangan. Dukungan kepada DPRD Kabupaten Kotabaru oleh berbagai pihak untuk memperjuangkan Pulau Laut bebas tambang merupakan dukungan kepada pemerintah daerah Kotabaru untuk kembali pada komitmen sebagaimana peraturan bupati yang melarang aktivitas pertambangan di Pulau Laut.

(Tulisan ini dimuat Koran Radar Banjarmasin, 9 Januari 2010 : 3)

11 Responses

  1. kebanyakan sekarang pembangunan di indonesia hanya memikirkan dampak ekonomisnya aja..
    yg lain…gudbye aja deh..begitu kayanya

    ngomong2…itu ikannya persis kaya ikan di FishVille yg sering saya budidayakan hehe… salam kenal🙂

  2. eksploitasi dimana2. sebelum habis nampaknya semua akan digerus. Sayangnya diantara mereka kadang terlalu rakus memboyong semua yang ada di perut bumi. Yang terancam bukan hanya binatang disekitar area eksploitasi namun anak cucu kita juga! Semoga semakin arif ketika alam digerus.

  3. Kegiatan yang sangat hebat…kalau bukan kita siapa lagi….sayang di daerah ampah tidak ada laut..tetapi kami beusaha selalu menjaga hutan ampah agar tetap selalu lestari…

  4. Menjaga lebih baik dari pada mengobati..heee kalau tidak salah yah mas..harap maklum.

  5. Kalau dirasakan Mudharat lebih besar dari manfaatnya membangun pertambangan, alangkah lebih baiknya Pulau Laut bebas dari Pertambangan.

  6. menjaga laut…ayo kita peduli terhadap lingkungan…..

  7. semakin bernas aja tulisan-tulisan mas heb.

    speechless dengan kondisi alam negeri kita. jangankan kekayaan laut dengan biotanya yang tidak terlihat dan berefek langsung, hutan dan sungai yang jelas kepentingannya aja tidak mendapat perhatian, mas. padahal betul sekali, tak hanya hasil tambang yang termasuk dalam kekayaan negara. lagian bukannya tambang batu bara sudah begitu banyak di kalimantan?

    ngemeng-ngemeng, pulau cintanya bagus banget, ya?

    HEB : Iya, Pulau Cinta yang sering dijadikan tempat pesta adat, katanya sih untuk meminta jodoh. Mereka yang melakukan berperahu ke pulau kecil itu, dengan membawa sepasang ayam (jantan dan betina) dan dilepaskan untuk memulai retual adat tersebut.

    Kabupaten Kotabaru terdiri dari banyak pulau kecil, yang terbesar ya Pulau Laut. Sebagian pulau-pulau kecil tersebut sudah banyak beroperasi perusahaan tambang.

  8. ayo dukung 1 juta facbooker agar pulau laut tetap hijau
    klik link di bawah :
    http://www.facebook.com/pages/1-JUTA-FACEBOOKER-DUKUNG-PULAU-LAUT-TETAP-HIJAU-LESTARI/105314596170560

  9. Sebagai Putra Daerah Sa-Ijaan, Sangat setuju Pulau Laut untuk ditiadakan PenambanganM

  10. bukan saja pertambangannya, hutan juga harus dijaga dan dilestarikan……!
    daratan dan dasar laut yang selalu dikeruk terus dan tidak di kelolah dengan baik, yang hanya mengambil keuntungannya saja, apa jadinya masyarakat yang hanya penghasilannya dari menangkap ikan dan berkebun…..?
    kotabaru/pulau laut yang di kelilingi laut,bila kita lihat di peta sangat kecil. bagaimana bila pertambangan terus merajalela dan mengeruk terus sampai habis, maka yang akan terjadi pulau laut / pulau kotabaru akan tenggelam.
    kalau saya pikir kalau itu terjadi, tempat kita berpinjak sebagian di jual ke luar negeri, yang berpinjak dan menempati hanya di buat sebagai alat untuk berpinjak.
    wah yang kaya gini nih yang di namakan penjajahan.
    mari kita jaga bersama – bersama……..!
    mari kita mengingat pengorbanan parapahlawan kita yang tidak takut dengan kematian demi merebut tanah air kita dari penjajahan……! berjuang dan semangat…….!

    from : putra pulau laut *()*?????#

  11. salut buat pencerahannya.memang negri kita negri yang terdiri dari ribuan kepulauan dan sdh selayaknya laut kita dijaga dari segala macam kerakusan investor yang tidak bertanggung jawab.tanah laut udara dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat itu petuah para pendiri negri ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: