PILKADA KALSEL 2010: DZIKIR POLITIK YANG MENGANCAM


Oleh: HE. Benyamine

Masyarakat Kalimantan Selatan (Banjar) mempunyai motivasi dan semangat yang kuat dalam kegiatan keagamaan. Berbagai bentuk pengajian atau tablik akbar hampir bisa dikatakan selalu banyak yang berhadir dari berbagai kalangan, bahkan lokasi kegiatan yang jauh sekalipun tidak menjadi masalah, karena menghadiri kegiatan keagamaan diyakini dapat menebalkan keimanan.

Masyarakat Banjar dalam kesehariannya terlihat begitu kental dengan nuansa keagamaan, yang taat dengan berbagai ritual keagamaan, sehingga apa saja yang berkenaan dengan keagamaan menjadi begitu penting bagi mereka dalam mengarahkan sikap dan bertindak. Walaupun sholatnya “balang kambingan” atau tidak aktif dalam ritual keagamaan, seorang Banjar sangat terganggu dan tersinggung bila Islam sebagaimana yang dipahaminya dirasakan mendapatkan serangan.

Memperhatikan masyarakat Banjar dalam kesehariannya yang masih tebal rasa keberagamaan, yang dalam kehidupannya masih mengacu pada ajaran Islam sebagaimana yang mereka pahami, menjadi terasa begitu angkuh dan sombongnya keprihatinan yang dinyatakan Ariffin Ilham bahwa kondisi Banjarmasin (baca: Kalsel) moralnya sudah bobrok (Radar Banjarmasin, 18 Januari 2010: 2, Adv.). Keprihatinan tersebut sebagai alasan yang membuatnya turun gunung untuk mendukung salah satu calon gubernur yang mampu membangkitkan semangat zikrullah.

Mengapa begitu angkuh dan sombong keprihatinan terhadap kondisi Banjarmasin yang menyatakan moralnya bobrok? Dengan menyatakan kondisi Banjarmasin, yang dinyatakan pada kegiatan keagamaan di Tanah Bumbu, bisa dipahami kondisi Banjarmasin yang juga bisa dibaca Kalsel, lebih mengarah pada menyatakan kondisi Kalsel secara keseluruhan dalam keadaan kondisi moral yang bobrok. Apa yang menjadi ukuran bahwa kondisi Banjarmasin moralnya bobrok? Apakah karena menjamurnya tempat hiburan atau karena masyarakat Banjar sudah dianggap menjauh dari semangat zikrullah. Jika ukurannya karena masyarakat tidak terlalu antusias dalam kegiatan dzikir yang dilakukan secara bersama dalam suatu tempat tertentu dengan dipandu seseorang, dengan dzikir hanya dipahami sebagai suatu kegiatan terbatas yang cenderung kering ditenggorokan. Seakan menganggap dzikir yang langsung dilakukan masyarakat yang tidak terlihat (dilakukan sendiri-sendiri) karena sudah menjadi bagian dari kehidupannya bukan sebagai suatu dzikir.

Tahukah kita ada warga Kalsel yang membatalkan niatnya mencuri karena ingat kemurahan Allah SWT. Atau, sebagian warga Kalsel yang menahan rasa lapar karena kebijakan-kebijakan penguasa tidak memihak kepada kepentingan mereka dengan tetap berpengharapan datangnya pertolongan Allah SWT sehingga mereka tetap berusaha. Begitu juga, warga-warga masyarakat lainnya dengan segala permasalahan hidup yang menghimpit tetapi masih ingat kepada Allah SWT, meskipun mereka tidak berada dalam majelis dzikir yang bisa berkesan sangat eksklusif. Ingat kepada Allah itu dzikir. Membatalkan melakukan tindak kejahatan karena ingat Allah SWT juga bentuk dzikir.

Dalam suatu majelis dzikir, banyak orang yang dengan mudah menangis, tapi tidak semudah itu dalam realitas kehidupan. Masih banyak masyarakat yang menghadapi segala persoalan kehidupan dengan tetap dzikir dalam sikap dan tindakannya, yang terucap maupun yang bergetar dalam hati. Berdzikir dalam suatu kegiatan jelas lebih mudah daripada berdzikir dalam kehidupan nyata. Masih banyak dan jauh lebih banyak, masyarakat Kalsel yang tetap berusaha mengikuti ajaran Islam sesuai dengan yang dipahaminya, dan mereka langsung melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari yang tentunya jauh lebih banyak cobaan dan ujiannya daripada hanya berdzikir dalam suatu acara tertentu. Berdzikir itu bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan orang-orang beriman, jadi tidak hanya saat berada dalam kegiatan tertentu.

Mungkin, malah para elit kekuasaan yang perlu diingatkan untuk selalu menghidupkan semangat dzikir dalam dirinya. Para penguasa tidak perlu menunjukkan bahwa dirinya telah menjalankan ajaran agama dengan aktif pada kegiatan keagamaan, tapi yang lebih penting adalah kebijakan-kebijakan yang diputuskannya harus didasari oleh semangat dzikir agar masyarakat berkepentingan untuk mendo’akan para pemimpinnya selamat dunia dan akhirat, karena kebijakan yang dilandasi semangat dzikir tentu saja lebih membuka jalan kesejahteraan bersama.

Oleh karena itu, terlalu naif sebenarnya menyatakan kondisi Banjarmasin (baca: Kalsel) moralnya bobrok. Terlalu menyeragamkan dan menyederhanakan kondisi kehidupan yang dihadapi masyarakat Kalsel, karena sudut pandang dzikir berjamaah dalam suatu acara tertentu yang jauh berbeda dengan dzikir dalam kehidupan nyata dengan segala kompleksitas yang dihadapi. Seolah-olah masyarakat Kalsel telah kehilangan semangat zikrullah dengan segala pemahamannya yang beragam. Andaipun ingin mengatakan ada anggota masyarakat yang moralnya bobrok, juga merupakan suatu keadaan yang biasa dalam suatu masyarakat manapun.

Di sini terlihat bagaimana kepentingan politik kekuasaan, dengan berbagai cara memanfaatkan kecenderungan masyarakat untuk disalurkan agar sesuai dengan kepentingan elit kekuasaan, tak terkecuali kecenderungan masyarakat Kalsel yang religius. Kegiatan dzikir masal ternyata juga tidak luput dari tarikan kepentingan tersebut, tentu saja dengan alasan demi perjuangan ajaran agama, dan yang lebih sempit lagi berupa dzikir politik. Sehingga dalam kenyataannya, dzikir politik sudah tidak lagi mempedulikan tempat untuk membuat pernyataan politiknya, karenanya masjid sebagai tempat yang netral sudah tidak dipandang lagi demi kepentingan. Dzikir politik dapat dimaknai sebagai yang mengancam, karena adanya perasaan sebagai orang yang paling benar dan sesuai dengan ajaran Islam, dan yang lain dalam kondisi moralnya bobrok, tidak lagi menganggap dzikir yang dilakukan oleh warga masyarakat dalam kehidupan sehari-harinya sebagai dzikir kecuali mengikuti majelis dzikir tertentu.

14 Responses

  1. wah, jangan2 ungkapan moral masyarakat kalsel bobrok dalam acara zikir akbar itu muncul karena pesanan politik menjelang pilkada, bang ben. makin repot kalau sudah terjadi perselingkuhan antara agama dan politik.

  2. dalam suasana pilkada, suhu politik memang terasa lebih panas. tentu setiap statemen harus dipikir dan disampaikan dengan dengan arif.
    apalagi yang menyatakan adalah figurmasyarakat

  3. kalau suhu politik mulai memanas, seharusnya yang paling dituntut untuk meredam gejolak adalah para figur masyarakat, jangan malah memancing situasi agar lebih panas

    gimana nanti kalau…

  4. sebagaimana kata pak sawali di atas, salah satu perselingkuhan terbesar adalah perselingkuhan antara agama dan politik kekuasaan, terutama dalam posisi agama sebagai kuda tunggangan.

    terkait dengan pemilukada di kalimantan selatan yang akan datang, terus terang, saya meletakkan persoialan religiusitas pada nomor ke sekian, agak ke belakang, sebab itu parameter yang sulit diukur. apalagi dalam kondisi tertentu, membuka lapangan pekerjaan itu jauh lebih penting dari pada ngajak orang duduk dzikir di majelis² sekali tayang.

  5. kemarin saya komen, tapi terputus oleh mati lamppu, wah sedih hidup di zaman modern yang tidak modern

  6. ternyata yang namanya orang top tidak selalu bisa diteladani dalam segala hal, tidak seperti teladan kita, teladannya seluruh umat dari zaman-ke zaman

  7. Ketika kita dianggap bobrok.. sudah saatnya melihat pada diri sendiri, benarkah kita demikian ???

    Boleh jadi hal itu benar, bisa jadi hal itu salah.

    Namun bila hal itu benar seperti yang dikatakan Ustadz Arifin Ilham, sudah saatnya berkaca pada diri sendiri untuk kemudian melakukan introspeksi.

    Bukankah introspeksi diri jauh lebih bermanfaat dibandingkan menjadi angkuh…?

  8. Assalaamu’alaikum

    Sangat sinis sekali dan boleh tahan juga penulisan saudaraku HE. Benyamine tentang hal-hal politik di Kalsel yang bakal menjelang tidak lama lagi. Tajuk posting juga sungguh menggugah jiwa bagi yang membaca dan mampu menarik khalayak pembaca untuk membahasnya menurut pandangan masing-masing.

    Dunia politik biasanya penuh dengan tipu daya bagi pelbagai pihak untuk memenangi hati rakyat dengan segala macam hidangan minda dan jiwa dicurahkan sebagi membuktikan apa yang mereka katakan benar dan mampu menghadirkan kebaikan buat rakyat terbanyak.

    Terpulang kepada rakyat untuk membuat pilihan yang terbaik dan diharap pilihan tersebut mampu mengubah pembangunan dan prasarana sebagaimana yang dikempenkan selama ini. Jika tidak rakyat hanya berputih mata dan berputih tulang. Mudahan semuanya berjalan lancar.

    Kagum membaca tulisan saudara HEB tentang politik, ternyata bakat saudara sangat menyeluruh dalam banyak aspek. Daya fikir sebegini akan menjadikan kita peka dan matang dalam usaha membantu kepincangan dalam masyarakat dan membangunkan kemanusiaan manusia agar berlaku anjakan paradiqma untuk saling berpesan dan saling ingat mengingat.

    Salam mesra dan hangat selalu dari Sarawak, Malaysia.

  9. Ayo semangat lagi nge-blog, apalagi jalan jalan pagi udah ketemu konten berharga seperti konten sobat yang ini, sobat… saya undang untuk follow-followan, semoga undangan ini bersambut baik

  10. Di acara dzikir rutin para politikus asyik bersembunyi di balik kesibukannya yg nisbi, menjelang pesta politik pilkada mereka kini ribut ngatur jadwal safari untuk menghadiri acara sakral itu untuk menarik simpati. Lucu … lucu … ha ha ha!

  11. Did you use the ideas of a paper writing service for your cool release? I think that you really have good good essay accomplishing skills. Thank you for that!

  12. Saya hanya ingin mengingatkan kita semuaagar tdk menilai seseorg karena hanya analsa atau mengira-ngira. Ustadz Arifin Ilham secara syariat telah mangajak org Kalsel uk banyak berzikir itu adalah FAKTA soal yg dtg masih ada shalat atau ibadahnya bolong2 itu Allah Yg Maha Tahu. Mengharapkan Pemimpin yg bebas dari Kesalahan rasanya adalah sulit karena mereka adalah manusia biasa. Tapi kita perlu bersyukur apabila pemimpin kita dekat dengan Ustadz dan perbuatannya jg seperti ustadz nach nilai tambahnya adalah intelektualitas dan pemikiran luas serta ide2 yg bermanfaat bag banyak orang. Bukan beramal dengan riya. Nikmat sekali apabila Gubernurnya Alim, moralnya kuat tdk tergoda untuk korupsi karna didapingi oleh ustadz lebih2 Zairullah wakilnya seorang Habib dari Partai Keadilan Sejahtera yg akan senantiasa mengingatkan ZA..

    HEB : Terima kasih telah berkunjung.

  13. jangan jadikan zikir sebagai alat merebut kekuasaan. tahi kucing –maaf agak kasar — dengan mimpi gubernur alim dan taat beragama serta ada darah keturunan Rasullulah dan jaminan tidak akan korupsi.

    kalau memang alim, taat beragama dan rajin berzikir tidak akan jor-joran menghamburkan uang ? :
    — liat mau jd gubernur harus menyewa konsultan politik termahal di indonesia
    — liat berhamburan iklan di tv2 nasional
    — liat ribuan baliho disebar

    dapat dimana uang untuk biaya itu semua ?
    jadi tidak perlu lah mengatakan turun gunung mendukung calon gubernur yang mampu membangkitkan semangat zikrullah…

    maaf, zikir jangan dipolitisasi…

    kita ingin gubernur yang sederhana tapi berbuat nyata untuk rakyat…

  14. Ass…sebaiknya antara politik dan agama jangan di campur adukan kita tdk usah melihat bagian kecil indonesia yaitu kalimantan selatan coba kita lihat banyak contoh yang ustad begitu ikut didalam nya berpolitik kadar keikhlasannya sdh kurang di karenakan mengharapkan sesuatu tujuan yaitu menggoalkan calon dari yg di usung oleh ustazd tsb,jadi jika ustazd itu berceramah sebaiknya jangan menyinggung2 soal jagoannya dan apalagi calon tersebut bukan asli banua asal kalimantan selatan apa tidak ada pigur lagikah masyarakat kalsel yang di anggap mampu untuk membangun banua kalsel.sangat menyedihkan bila itu terjadi……….salam mohon maaf jika ada kata yg salah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: