PUISI (20): ENGKAU SANGAT DEKAT


: SS

Ya Allah, tidak pernah kucari Engkau, karena aku yakin Engkau mengawasiku;

yakin itu bumi Mu; langit itu juga, begitu juga samudera, burung-burung yang membelai angin meraba daun, mereka yang berhatap langit terhimpit ruang, juga mereka yang tertimbun harta, dan tak terkecuali kekasihku juga diriku ini.

Aku tahu Engkau sangat dekat;

hingga aku tidak bisa mencintai Engkau, karena bila aku rasakan itu terasa mencintai diriku sendiri, lalu aku menyombongkan diri. Aku melupa. Tampil menyempurna genggam kebenaran, menjilat-jilat luka bernanah, tampak neraka dari mulutku menghambur; baru saja aku mengutuk pelacur yang melintas dihadapanku, menjahanamkan mereka yang kuanggap sesat, mengkafirkan mereka yang kuanggap musuh agama, mengadili mereka yang meyakini jalan pilihannya menuju kebenaran yang kuanggap di jalan gelap dan berliku.

Aku mendengar dan yakin bahwa Engkau sangat dekat;

terperanjat baca status facebook (SS), “Ya Allah aku berlari kian kemari mengejar sekedar asa yang semuanya milikMu…Duhai Rabbku yang Maha Tinggi, ternyata kau ada disini…bersemayam di bilik hatiku,berkuasa dijiwaku”. Jika Engkau bersemayam dibilik hatinya, lalu siapa yang bersemayam di bilik hatiku? Menguasai jiwaku!

Tahukah aku siapa yang bersemayam di bilik hati sang pelacur yang kukutuk itu; meskipun aku dengar cerita yang memberi minum anjing, siapakah yang bersemayam di bilik hati mereka yang aku nyatakan sesat, siapakah yang bersemayam di bilik hati-hati pencari kebenaran yang tidak sama dengan keyakinanku. Hanya Engkau yang tahu! Lalu mengapa aku mengutuk semua itu? Membuat diriku tidak bisa berlaku adil, kemudian bersuara atas nama-Mu.

Aku yakin Engkau sangat dekat, mengusai jiwaku;

jagalah diriku agar tidak terbenam dalam kesombongan dan melupakan adanya diriku sebagai hamba-Mu, juga mengingat sifat kefanaan diriku yang selalu membutuhkan petunjuk-Mu, meski telah Engkau ajarkan tanda-tanda dan nama-nama.

Banjarbaru, 27 April 2010

8 Responses

  1. Ya mas, saya terkadang berpikir dulu saya orang yang ga mudah terbawa oleh sifat jelak dan lebih adem dalam menghadapi kondisi apapun tapi sekarang …

    mungkin faktor kedekatan saya dengan Tuhan yang agak renggang

    Salam

  2. Terhenyak menahan nafas, menghempas lara disaat tertawa, rasa lupa, benci, sombong seakan begitu menyiksa, sadar akan banyaknya luka, yang tak bisa sembuh karena banyaknya dosa. . .Salam hangat blogger,,,

  3. mencerahkan, nice post pak, salam kenal

  4. aku terbakar di dalam-Mu
    aku tak ada
    yang ada hanya Kau!

  5. Mantap puisinya…

  6. puisi religius ttg makna pencarian hakikat hidup yang mantab, bang ben. sejak dulu, Tuhan selalu menjadi sumber segala sumber dalam hidup dan kehidupan.

  7. Sepakat dengan pak Sawali.. Hanya Allah pemilik sumber dari segala sumber..

  8. Setuju mas…
    IA maha dekat, bahkan kedekatannya keseluruh umat manusia termasuk yang baik bahkan pula untuk umatnya yang terkutuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: