Debat, Daya Saing, dan Asli Dodol Kandangan


Oleh: HE. Benyamine

Ada yang menarik dalam penyampaian visi dan misi calon gubernur dalam sidang istimewa DPRD (16/05/2010) (juga calon walikota Banjarmasin), yang sebenarnya keluar dari jalur, yaitu memberikan penilaian terhadap kondisi daerah dari pasangan calon lainnya. Jika hal ini dilakukan pada saat debat calon gubernur/wakil gubernur, tentu sangat diharapkan, sebagai suatu rujukan tentang bagaimana calon gubernur (wakil) tersebut memimpin semasa yang bersangkutan menjadi pejabat publik, yang mungkin dapat dianggap sebagai kelemahan lawan politik. Apalagi saat mengungkapkannya dengan data yang tepat dan resmi. Merupakan suatu keharusan bagi semua calon gubernur (juga kepala daerah lainnya) untuk memahami daerahnya berdasarkan data yang tepat dan resmi, karena berdasarkan data tersebut segala kebijakan publik dapat dihasilkan dengan efisien dan efektif.

Penilian calon gubernur Zairullah Azhar terhadap HST yang dinyatakan sebagai daerah dengan tingkat daya saing terendah di Kalsel pada saat penyampaian visi dan misi dalam sidang istimewa DPRD, dapat dikatakan suatu tindakan yang tidak sabar dan terburu-buru karena disampaikan pada acara yang tidak tepat. Hal ini sebenarnya dapat disampaikan pada saat debat calon gubernur tentang perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang diselenggarakan KPU Provinsi.

Di samping itu, pernyataan tentang tingkat daya saing HST yang terendah tersebut dapat membangkitkan “perlawanan” dari masyarakat, apalagi tanggapan dari pejabat daerah HST dikemukakan dengan data tentang tingkat daya saing tersebut dan capaian-capaian yang diraih HST sangat berbeda dengan yang dikemukakan Zairullah Azhar (Radar Banjarmasin, 19 Mei 2010: 9/14) yang secara tidak langsung sekaligus mempertanyakan kondisi Kabupaten Tanah Bumbu. Malah jawaban Zairullah Azhar mengenai data yang dikemukakan berdasarkan dari tim suksesnya, yang menurutnya berdasarkan data yang resmi dan dia tidak asal bicara sebagai seorang calon pemimpin, yang sebenarnya malah menambah kekaburan tentang data yang dimilikinya, yang seharusnya dinyatakan dari lembaga resmi seperti BPS sebagaimana yang dikemukakan pejabat HST.

Menyoroti HST dari tingkat daya saing yang secara langsung membandingkan dengan Tanah Bumbu yang mempunyai tingkat daya saing yang tinggi, juga kurang tepat, karena yang dilihat dari Tanah Bumbu adalah sektor pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit. Kedua sektor inilah yang paling mempengaruhi tingkat daya saing Tanah Bumbu saat ini, dengan begitu banyaknya Kuasa Pertambangan (KP) yang dikeluarkan bupati, malah terbanyak se Kalsel. Selanjutnya, tentu akan dilihat seberapa besar pemerataan hasil pembangunan antara HST dan Tanah Bumbu, yang juga berhubungan dengan tingkat pengangguran.

Tingkat daya saing yang tinggi lebih karena sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit tentu bukan merupakan suatu kebanggaan, karena kedua sektor ini juga diikuti oleh ancaman kerusakan alam dan pencemaran yang tinggi dan juga hanya sebagian kecil orang saja yang dapat menikmati hasilnya. Di bandingkan dengan sektor pertanian, perkebunan, perternakan, dan perikanan serta sektor usaha kecil dalam produksi kerajinan yang lebih digeloti masyarakat HST, tentu saja sangat bertolak belakang.

Begitu juga saat dalam acara debat calon gubernur dengan tema perekonomian dan kesejahteraan (17/05/2010), Zairullah Azhar juga melakukan tindakan yang tidak sabar dan keluar dari tema pembahasan, dengan mempertanyakan tentang slogan Asli Urang Banua. Hal ini memberikan gambaran yang kontra produktif bagi yang bersangkutan, karena mempermasalkan sesuatu diluar konteks pembahasan yang sudah direncanakan dan seharusnya memang sudah disiapkan oleh setiap calon gubernur dalam menghadapi perdebatan tersebut.

Slogan Asli Urang Banua tidak perlu dianggap sebagai sesuatu yang penting, yang melebihi tema pembahasan dalam debat, karena itu hanya slogan yang tidak mempunyai relevansinya terhadap kecenderungan pemilih, apalagi calon gubernur tidak hanya dua pasang yang dapat dijadikan rujukan bahwa yang satunya tidak asli, masih ada pasangan yang lain.

Apalagi Zairullah menyatakan bahwa Rudy Ariffin bermantukan orang bukan asli urang banua, yang menambah tidak relevannya apa yang dipertanyakan tentang slogan asli urang banua tersebut. Di sini, terkesan bahwa hanya Zairullah Azhar yang merasakan bahwa slogan tersebut ditujukan kepada dirinya (juga wakilnya) dengan terus mempermasalahkan slogan tersebut. Sementara calon gubernur yang lainnya terlihat tidak mempermasalahkan, yang memang tidak perlu dipermasalahkan, karena itu tidak lebih dari slogan jualan saja; seperti asli dodol kandangan.

Jadi, calon gubernur harus mulai mengevaluasi tindakannya, baik dalam debat atau kampanye karena dapat memperlihatkan watak yang bersangkutan. Ada hal yang tidak penting seakan menjadi penting, seakan tidak bisa membedakan topik bahasan dalam suatu acara, juga terkesan tidak sabar untuk menyatakan sesuatu yang mengganjal dalam pikiran, sudah sepatutnya diperhatikan calon gubernur dalam suatu forum resmi dan diliput media. Para tim sukses calon gubernur juga harus mampu memberikan masukan berdasarkan data yang resmi, dan juga mampu menempatkan data tersebut disampaikan pada acara yang tepat, sehingga tidak memberikan ruang yang besar pada suatu penafsiran diluar dari maksud penyampaiannya.

(Radar Banjarmasin, 22 Mei 2010: 3)

2 Responses

  1. Ya, tidak dapat dipungkiri, sekuat dan sehebat apapun Calon-calon tersebut berjualan. tetap saja, core yang jualan terlihat jelas. Pembeli akan menentukan… beli atau cari penjual lain

  2. yahhh jadi pengen dodol kandangan ni…hehehehe
    (siapapun pemimpinnya yang pasti kita berharap Kal-sel lebih bagus tentunya),,,hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: