BANGGA BUDAYA MELALUI KAOS


Oleh: HE. Benyamine

Status FB (Kaos Hy-munk Banjarmasin, 23/5/2010): Menyiapkan beberapa desain untuk memeriahkan festival pasar terapung 2010…ada saran atau ide untuk desain hymunk berikutnya.

Kebanggaan pada budaya Banjar sudah seharusnya dapat mendorong manusianya untuk terus berkarya, menghargai warisan budaya dengan cara kreatif, dan berupaya memproduksi dan mengembangkan image kebanjaran. Berbagai produk yang sudah dapat dibuat di Kalsel, dapat dijadikan media untuk mengangkat khasanah budaya, agar dapat terus mengingatkan dan terserap dalam pikiran melalui produksi simbol-simbol dalam keseharian, yang sekaligus membangkitkan kebanggaan tersebut.


Status Facebook di atas sebenarnya mengingatkan pada kita bahwa ada hal yang dapat dilakukan dalam upaya membangkitkan kebanggaan atas budaya Banjar, dengan mempersiapkan sesuatu untuk memeriahkan Festival Pasar Terapung 2010. Melalui bisnis kaos yang mereka geluti, yang tentu saja menangkap peluang bisnis dalam mengisi kekosongan kaos khas Banjarmasin (Banjar) sebagaimana yang ada di beberapa daerah; seperti Dagadu Jogya, Joger Bali, C59 Bandung, dan Cakcuk Surabaya, yang juga ternyata dapat memberikan jawaban pada pertanyaan yang sama di benak urang Banjar sendiri dan sekaligus mencoba memperkenalkan budaya daerah ini.

Dengan mengisi kekosongan kaos khas dari kreativitas urang banua sendiri, dengan kualitas yang tidak jauh berbeda dari merek terkenal dari daerah lainnya, dan desain khas atau yang melambangkan daerah, tentu akan banyak simbol-simbol khas banua yang menghiasi kaos-kaos yang dipakai urang Banjar yang secara tidak langsung terus menerus memproduksi image kebanjaran.

Hal ini juga memberikan suatu daya tarik sendiri bagi wisatawan seandainya ingin mendapatkan oleh-oleh yang berhubungan dengan tempat yang mereka kunjungi (Kalsel) selain produk kerajinan daerah lainnya.

Memperhatikan desain yang dipilih, seperti Bagasing, Naik Manau, Kurung-Kurung, Panting, Perahu tambangan, Rumah Banjar, Waja Sampai Kaputing, Floating Market, Nanang Banjar, Galuh Banjar, Save Our Bekantan, yang merupakan bagian dari seni tradisi, simbol, semboyan, dan tempat eksotik serta kepedulian pada binatang yang dilindungi, yang tentu saja masih dihadapkan dengan kemampuan kreativitas desain terhadap obyek-obyek tersebut yang harus terus diperbaiki agar lebih menarik dan ada sentuhan seninya terutama dalam kombinasi warna yang digunakan.

Dari desain itu juga jelas terlihat adanya harapan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kalsel mendapatkan pilihan produk yang menyatakan baru datang dari Kalsel, sebagaimana pilihan merek Hy-Munk (dari kata himung) yang ditambahkan kalimat “matan banjar wal ai” yang dapat diartikan merasa gembira baru dari Banjar dan logo rumah adat Banjar. Namun demikian, mereka yang tinggal di Kalsel sendiri juga merasa himung mengenakan kaos yang ada inguh Banjarnya. Jadi, menjadi suatu keharusan bagi Hy-Munk untuk menjaga kualitas produknya, agar dapat menjaga rasa kebanggaan yang terbangkitkan tersebut.

Banyak obyek yang dapat dijadikan obyek desain, seperti apa yang ada di dalam Museum Lambung Mangkurat, yang memang harus ada sentuhan kreativitasnya dalam mendesainnya atas obyek tersebut. Seperti tradisi Baayun Maulid, yang memungkinkan untuk dijadikan desain dengan bantuan komputer, dengan berusaha mencari sudut mana lebih dapat ditunjulkan sehingga gambaran tentang Baayun Maulid tersebut lebih hidup. Atau, sosok Pangeran Antasari atau pahlawan ampera asal Kalsel (atau tokoh lainnya), yang juga dapat dihidupkan melalui kaos layaknya tokoh Che.

Begitu juga dengan pemandangan alam, sudut-sudut kampung warga, aktivitas warga, dan gambaran kerusakan alam dapat dijadikan obyek desain, yang jelas ada ciri khas sebagai daya tarik dan pembangunan image kebanjaran. Tak kalah menarik, melalui ungkapan-ungkapan atau pribahasa juga menarik untuk dihidupkan dalam kaos.

Sebagai upaya mencoba mengangkat khasanah budaya dan berpartisipasi dalam wisata Kalsel, apa yang dijalankan Hy-Munk perlu mendapatkan apresiasi atas kreativitas dan rasa bangga budaya Banjar, dengan harapan dapat membangkitkan yang lain untuk terus mengasah kreativitas berkarya dalam bentuk lainnya yang tetap bangga terhadap budaya Banjar sekaligus menjadi ladang bisnis.

Dengan kaos khas Banjar, yang dikenakan dalam keseharian masyarakat (khusus anak muda), sebenarnya merupakan festival budaya yang berlangsung setiap hari, ada gambaran yang secara intens menyapa pandangan masyarakat yang dengan sendiri terus mengingatkan atas budaya Banjar yang harus terus dibanggakan dengan kreatif dan inovatif, dengan terus menggali ide dan menangkap saran dari berbagai sumber. Festival Pasar Terapung dapat mengingatkan budaya Banjar setahun sekali, dan kaos khas Banjar mengingatkan setiap hari dan sangat dekat dengan manusianya.

(Radar Banjarmasin, 25 Mei 2010: 3)

4 Responses

  1. Yup… Hidup banjar….

  2. wah jakanya ada contoh-contoh gambarnya, mantab pak

  3. silahkan kunjungi blog (http://hymunk.blogspot.com) dan FB kami kalo mau melihat contoh produk2 hymunk

  4. numpang tanya tanya neh…

    festival pasar terapung untuk 2010 kapan yaa???

    thanks

    HEB: Sekitar Juli – Agustus, biasanya ada infonya di koran lokal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: