LIHAT! IBU BUPATI TAPIN PAKAI TAS PURUN (Gerakan Bangga Produk Purun)


Oleh: HE. Benyamine

Bakul dan tikar terbuat dari purun sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Tapin. Barang kerajinan tangan tersebut merupakan hasil dari keterampilan dan keahlian yang diwariskan secara turun temurun, untuk digunakan dalam berbagai keperluan. Bahan yang digunakan adalah tanaman purun yang hingga saat ini masih tetap melimpah, yang terdapat di belakang rumah warga yang biasa disebut kebun purun dan baru sebagian yang dimanfaatkan menjadi produk yang sebenarnya bernilai ekonomi ramah lingkungan.

Pihak Disperindakop dan UKM Tapin berupaya melakukan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan yang dimiliki warga agar dapat lebih inovatif dan kreatif dalam menghasilkan produk (Radar Banjarmasin, 22 Mei 2010: 12), yang tentunya diharapkan dapat lebih berkembang dalam menentukan desain dan tampilan produk sehingga mempunyai nilai tambah sebagai produk trendy dan menarik.

Tentang bakul hasil keterampilan warga Tapin ini, pada sekitar tahun 1985 – 1987, pelajar SMA Negeri I Tapin pernah terlihat menggunakan bakul yang dimodifikasi sebagai tas sekolah. Mereka hanya menambahkan kain seperti selendang pada bakul purun, mencatnya dengan dekorasi semampunya, dan melapisi border kain di depan bakul; sehingga masih terlihat dilakukan dengan seadanya. Namun, tindakan pelajar itu yang penting dalam melihat adanya peluang untuk menjadikan hasil keterampilan dari daerahnya dan merasa bangga dapat memberikan sentuhan sendiri, karena mereka berusaha melakukan tindakan kreatif dengan memanfaatkan produk yang dihasilakan warganya (daerah). Memang, gerakan memanfaatkan bakul purun yang mereka modifikasi tersebut untuk tas sekolah tidak begitu membuat antusias para pelajar lainnya, paling tidak ada pemikiran untuk memanfaatkan hasil keterampilan purun tersebut.

Dengan perkembangan dan perhatian pemerintah yang sungguh-sungguh untuk mendorong adanya inovasi dan kreativitas dalam menghasilkan produk yang beragam, tidak hanya sekedar seperti bakul, tentu sangat banyak peluang yang dapat menjadikan produk dari purun untuk digunakan sebagai barang yang modis dan bergengsi serta produk yang ramah lingkungan. Dengan bahan dasar purun yang melimpah itu dapat menjadi beragam produk, seperti topi, tas dan barang souvenir, yang mengikuti perkembangan dalam bentuk desain dan pengembangan pemanfaatan lainnya. Tampilan juga harus memberikan pilihan yang beragam, baik orisinil maupun yang menggunakan zat pewarna, agar lebih nampak sentuhan perkembangan mode.

Setelah produk-produk yang menyesuaikan dengan perkembangan mode dan desain yang menarik tersebut diproduksi, produk purun yang inovatif dan kreatif sudah dapat dihasilkan pengrajin, tentu diharapkan adanya peningkatan minat terhadap hasil produk purun tersebut. Karena bagaimanapun inovatif dan kreatifnya para pengrajin purun, jika tidak mampu meningkatkan minat dan kebutuhan dalam penggunaannya hanya akan membuat banjir produk yang melemahkan semangat pengrajin untuk terus berproduksi dengan inovatif dan kreatif. Peran pemerintah daerah menjadi penting dalam upaya meningkatkan penggunaan produk purun dalam kehidupan sehari-hari warga masyarakatnya sendiri, selain dan sebelum mengharapkan adanya pengguna dari daerah lainnya.

Dalam hal ini, menjadi penting untuk membangkitkan rasa kebanggaan terhadap produk daerah sendiri, seperti pelajar SMA Negeri I Rantau dulu yang telah mencoba menggunakan bakul purun yang mereka modifikasi sebagai tas sekolah, yang menjadikan suatu produk daerah sebagai suatu kebanggaan yang layak untuk dipakai dan digunakan dalam berbagai aktivitas mereka.

Pemerintah daerah dapat membuat kebijakan yang mendukung penggunaan kerajinan purun dalam kehidupan sehari-hari, di mana para aparatur pemerintah, dari kepala daerahnya (bupati) hingga pegawai terbawah untuk memulai menggunakan produk lokal tersebut; ke kantor dengan tas dari purun. Para ibu-ibu pejabat, melalui PKK khususnya, juga melakukan hal yang sama, menggunakan produk tas hasil keterampilan pengrajin. Ibu bupati pada setiap kesempatan tampil dengan produk tas purun, sebagai perwujudan kecintaan terhadap hasil produksi warga sendiri, dan tentunya saat tampil pada acara di luar daerah sebagai bentuk promosi dari produk purun tersebut.

Dengan kebijakan pemerintah daerah dalam penggunaan produk purun, adanya pemihakan pada kegiatan produksi warga (ramah lingkungan), dengan terus memberikan bantuan kepada pengrajin, maka produktivitas para pengrajin akan semakin meningkat dengan semakin berkembangkan daya kreativitas dan inovasi mereka. Pemerintah daerah (Kabupaten Tapin) dapat mengarahkan dan mendorong semua pelajar di Tapin untuk menggunakan produk tas purun (desain inovatif), dengan mengupayakan tidak menjadi beban terhadap para pelajar tersebut. Siapa lagi yang bangga dengan produk daerah, jika tidak dimulai dari kepala daerah (ibu) dan menjadi kebijakan yang memihak kepada pengrajin, sekaligus membangkitkan kebanggaan daerah.

Para pelajar dapat menggunakan topi sekolah yang terbuat dari bahan purun sebagai topi seragam selain tas sekolah, penyesuaian dalam pewarnaan sudah lebih mudah saat ini, sehingga penggunaan produk dari kerajinan purun dapat lebih terlihat dalam keseharian aktivitas warganya. Keterampilan warga dalam pemanfaatan purun menjadi produk yang beragam (ramah lingkungan) harus mendapatkan dukungan warga masyarakat dan pemerintah daerah dengan menggunakan produk tersebut, karena hanya warga masyarakat sendiri yang dapat terus menjadikan produk purun menjadi kebanggaan dengan menggunakannya.

Oleh karena itu, produk purun yang terus mengalami perkembangan dalam beragam bentuk harus menjadi bagian dari aktivitas warga masyarakat. Ibu bupati Tapin tampil dengan menggunakan tas produk purun, baik di daerah maupun ke luar daerah, dalam rangka promosi dan mengangkat prestisius penggunaannya. Kebijakan pemerintah daerah dalam penggunaan produk purun harus dimulai pada seluruh intitusinya; seperti penggunaan pada tempat tissu dan keranjang sampah kering kantor. Harus ada gerakan bangga penggunaan produk purun, untuk terus memacu lebih produktif dan inovatif dengan barang lebih berkualitas; rapi dan cantik tampilannya serta kuat (tahan), dan tentunya sudah seharusnya Disperindakop dan UKM Tapin sudah menggunakannya; khususnya untuk keperluan kantornya..

(Radar Banjarmasin, 10 Juni 2010: 3)

3 Responses

  1. patut di tiru sama yang lain…

    hidup ibu bupati…

  2. Kita harus bangga dengan produk asli dari banua kita sendiri.

  3. Assalaamu’alaikum

    Apa khabar sahabatku HE. Benyamine ? Sudah lama tidak ke mari bertanya khabar beritanya. Diiringi doa agar sihat selalu. Tulisannya semakin serius dan mantap sekali.

    Walau kurang memahami kandungan yang ditulis, saya yakin apa yang ditampilkan oleh saudara HEB adalah berhubung dengan penggunaan barangan tempatan yang dibuat daripada bahan-bahan mudah dapat dan mesra alam. satu contoh yang baik untuk menghargai hasil bumi sendiri dan mempromosinya sebarang barang buatan sendiri yang bernilai komersial.

    Semoga terus sukses dengan idea-idea hebat yang mencerahkan jiwa dan menjernihkan minda. Walau jauh pandangan mata, namun dekat di hati buat sahabat ku HEB yang selalu memberi manfaat dalam tulisan gaya sendirinya.

    Salam hangat dan mesra dari saya selalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: