KEMENANGAN 2M TAK MENGEJUTKAN (Tanggapan Tulisan Taufik Arbain)


Oleh: HE. Benyamine

Hasil pemilu kada Walikota Banjarmasin 2010 membuat kalangan elit politik daerah khususnya kota Banjarmasin dan mereka yang begitu terpaku dengan hasil berbagai survey mengalami keterkejutan politik (political shock). Namun hal ini, belum tentu dialami oleh kebanyakan masyarakat Banjarmasin yang telah menentukan pilihan yang mengakhiri keberlanjutan petahana (incumbent) dan mengabaikan calon walikota lainnya.

Tulisan Taufik Arbain, Tujuh Rahasia Kemenangan 2M (Radar Banjarmasin, 18 Juni 2010:3), cukup menarik dalam menganalisa fenomena kemenangan H. Muhidin yang berdasarkan berbagai lembaga survey jauh di bawah keunggulan AYUHA yang di atas 50 persen, dan jikapun terjadi peristiwa politik khusus dalam skala sedang tidak mungkin menggeser petahana (incumbent).

Jika mengacu pada hasil survey dan logika yang mengikutinya, maka kemenangan H. Muhidin (2M) tentunya dikarenakan adanya peristiwa luar biasa sebagai suatu tsunami politik. Tsunami politik yang dimaksudkan, sebagaimana tulisan Taufik Arbain, sebagai dugaan adanya “bom atom” dengan daya ledak bisa meluluhlantakkan wilayah Kalsel (pemilih sekitar 2,6 juta) yang diledakkan di kota Banjarmasin (pemilih sekitar 450 ribu). Namun, harus tetap diingat bahwa “bom atom” yang ditengarai sebagai tsunami politik tersebut hingga saat ini masih pada tataran dugaan dan menjadi pembicaraan elit dan pinggiran dalam nuansa yang berbeda, yang hanya menjadi kembang gula yang mengikuti isu suatu kemenangan dalam pemilu kada.

Sebenarnya apa yang dikemukakan Taufik Arbain dalam 7 (tujuh) hal penyebab kemenangan pasangan 2M, dengan mengesampingkan point ke-7 adanya “bom atom”, secara langsung menyatakan bahwa pasangan 2M memang wajar dan logis mampu mengalahkan petahana (incumbent), dan hal ini tidak merupakan keterkejutan politik (political shock). Karena pasangan 2M menjalankan politik eceran yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat kota dan permasalahan yang mereka hadapi; setidaknya memberikan harapan dengan perbuatan nyata. Hal ini yang sangat diabaikan para elit politik dan kekuasaan, 6 (enam) hal analisis Taufik Arbain, yang setelah pesta demokrasi usai para elit politik dan kekuasaan langsung memisahkan diri dengan masyarakat yang diminta hanya menunggu pesta demokrasi berikutnya untuk kepedulian, perhatian, dan keberpihakan.

Sedangkan hal ke-7 (ketujuh), adanya “bom atom” (tanpa uang, pen.), dapat dikatakan sebagai konsekuensi logis dan sinergi dari rangkaian 6 (enam) hal analisis Taufik Arbain tersebut, yang benar-benar menjadi bom atom yang telah menghapus segala jerih payah petahana (incumbent) yang dipersiapkan dalam jangka waktu panjang.

Kemenangan H. Muhidin (2M) sebagaimana analisis Taufik Arbain, merupakan pelajaran yang berharga untuk diperhatikan kalangan elit politik dan kekuasaan, bahwa masyarakat sangat membutuhkan orang yang mampu memberikan harapan dengan menunjukkan pada perbuatan nyata.

Dalam hal partai politik, solidnya mesin partai PBR dalam bersentuhan dengan masyarakat, tentu bukan sesuatu yang instan atau tiba-tiba yang kelihatan saat berlangsungnya pemilu saja, tapi merupakan suatu kerja politik eceran terus menerus yang langsung dirasakan masyarakat , seperti penyediaan ambulan gratis dan santunan dana kematian. Hal ini berbanding terbalik dengan petahana (incumbent) yang terus melakukan pilihan kebijakan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti pembangunan pintu gerbang dengan anggaran sangat besar, yang menunjukkan suatu kerja nyata yang tidak dapat dirasakan langsung kecuali pertanyaan dalam benak masyarakat; apa elit kekuasaan memikirkan mereka.

Disamping itu, dalam hal pilihan wakil walikota, H. Muhidin sebagai pemimpin mampu memperlihatkan suatu keputusan yang tepat, karena melihat penampilan M. Irwan Ansyari yang tenang, bersahaja dan terlihat cerdas dalam beberapa kesempatan di wawancarai atau dalam debat, merupakan suatu tampilan yang memberikan harapan yang dapat mengesampingkan materi pembicaraan saat tampil, apalagi masyarakat sebenarnya tidak begitu peduli dengan misi dan visi calon walikota, yang nampak sama saja. Hal ini berbeda dengan petahana (incumbent), yang menunjukkan adanya ketergantungan pada suatu pesanan partai atau tekanan partai politik yang mengusungnya, sehingga terlihat seperti siapapun orang yang diserahkan partai kepadanya harus diterima.

Jadi, dengan mengesampingkan gonjang-ganjing “bom atom”, kemenangan 2M merupakan hasil kerja politik jangka panjang yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, baik dalam bentuk kedermawanan pribadi maupun bentuk kepedulian kolektif sebagai partai politik terhadap permasalahan yang dihadapi warga masyarakat, yang ditunjang solidnya mesin partai (PBR) yang bergerak layaknya partai eceran. Kemenangan 2M menjadi fenomena politik yang biasa saja bagi warga masyarakat Kota Banjarmasin karena mereka bersentuhan langsung dengan kegiatan pribadi, partai dan tim sukses pasangan 2M, kecuali bagi elit politik atau elit kekuasaan Kota Banjarmasin fenomena politik ini mengejutkan.

(Radar Banjarmasin, 19 Juni 2010: 3)

2 Responses

  1. kemenangan 2M cukup mengejutkan bagi saya, karena beberapa kali penampilannya di publik tak mengesankan org yg cukup pandai utk memimpin sebuah kota. tapi, terlepas dari kesan pribadi saya, ia adalah org yg cukup kaya dan mahir memainkan perannya dalam politik (pilkada) kota ini. semoga banjarmasin berjalan dengan baik di “tangan”nya.

  2. Assalaamu’alaikum

    Untuk memimpin sebuah masyarakat yang majoritasnya terdiri dalam kalangan sederhana adalah memerlukan penglibatan secara langsung dalam mendalami kehidupan mereka.

    Rakyat lebih terarah kepada pemimpin yang berjiwa rakyat daripada berjiwa korporat yang selalu menjanjikan materi berbanding upaya diri. Untuk menjadi pemimpin sejati bukannya mudah melalui pandangan lingkungan. pasti warga akan memilih pemimpin yang memahami kehendak mereka yang menjadi keperluan semasa agar kehidupan lebih terjamin berbanding menabur janji hanya ketika pilihan raya diadakan.

    Saya juga berharap, agar pimpinan 2M bisa mengemudikan Banjarmasin dengan lebih efektif dan saksama.

    Salam mesra dari saya di sarikei, sarawak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: