PUISI (22): SENYUM ITU


bisik wangi meresap dalam

tanganmu melambai hasrat ceria mendamba

bedak wajahmu masih tak rata bergesa menyapa

tersenyum bagai dunia tergenggam

terus mengalir perjamuan kata

mengisi langit malam pancaran matamu

teduh membelai terik surya

menghiasi detik menari sahdu

senyum itu bening memberiku mahkota

menjalar mengiringi sumber kejernihan

selalu temukan hatiku berbunga

mekar terus hadirmu berbalut embun

Banjarbaru, 27 Januari 2010

3 Responses

  1. Assalaamu’alaikum sahabatku HE.Benyamine

    Apa khabar ? lama benar menyepi diri, saya kangen lho dengan komentarnya, mas Ben di dunia saya di sana.

    Subhanallah…
    Indah sekali bicara puisinya mas, sekian lama menanti puisi-puisi indah dari sahabatku ini, penuh makna tersirat yang terpancar dari hati.

    Ingatan saya saat terawal menemui blog mas Ben, saya menyukai tulisan puisi yang sangat puitis dan saya saat itu belum bisa mengungkap bahasa yang indah-indah. Hal ini memberi inspirasi buat saya. Saya masih menyimpan puisi yang saya minta dari mas Ben dulu – Puisi kekasih (1-3)

    Ahh… puisi SENYUM ITU… juga sungguh menyentuh hati saya dengan bahasanya yang sangat indah dan memberi kesan yang mendalam buat saya… hehehe… saya suka dengan senyuman lho, pasti saya sukakan puisi yang berhubungan sengan senyuman juga.

    Mohon izin mas untuk saya simpan bersama puisi mas yang lain. Saya minta izin dulu, baru saya copas.

    Puisi ini buat mas Ben, puisi spontan aja nih. harap sudi menerimanya, sahabatku.

    SENYUM ITU….
    MENJADIKAN MATAHARI KEMBALI SEGAR
    MENANTI JAWABAN DARI SANG BULAN
    YANG ENTAH BERKURUN MENANTI
    KUNJUNGAN YANG TAK PERNAH BERTEMU
    KECUALI SIANG YANG MENJADI LANDASAN
    DUA HATI BAGI PERTEMUAN
    YANG MENGGIGIT ULU HATI.

    SETELAH SENYUMAN
    BERTEMU SEBENTAR
    HATI BERGETAR DEBAR
    JIWA BERGELORA RESAH

    KERANA PERTEMUAN ITU..
    MENYATUKAN SENYUM
    WALAU HANYA SEBENTAR HADIRNYA
    NAMUN …
    INDAHNYA SEWANGI RAIHAN
    SEMAHAL ZABARJAN
    SECANTIK BERLIAN.

    TERIMALAH SENYUMANKU.

    Semoga selalu sukses dalam tugasan dan selamat menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.

    Salam hangat dan mesra selalu dari saya di Sarikei, Sarawak.

    HEB: Wa’alaikum salam

    Sungguh membahagiakan menerima SENYUMANMU … terbayang senyuman yang tulus dan bersahabat serta penuh dengan do’a kebaikan.

    Silakan meng copy puisi di atas, dengan senang hati. Moga nanti sempat berkunjung kembali, tapi walau belum sempat meninggalkan jejak tetap teringat kepada sahabat SFA.

    Salam mesra dan hangat selalu dalam suasana hujan yang masih kerap menyapa.

  2. puisi ini mulai bercerita, biasanya patah-patah berima… (saya lupa bagaimana saut menyebutnya untuk kasus nirwan dewanto dalam Jantung Lebah Ratu-nya).

    puisi2 saut situmorang (dalam Otobiografi), raudal tanjung banua (dalam Gugusan Mata Ibu), gus tf (dalam Daging Akar) joko pinurbo (dalam Celana Pacar Kecilku di Bawah Kibaran Sarung), Ajamudin Tifani (dalam Tanah Perjanjian), nahdiansyah abdi (dalam Pewaris Tunggal Istana Pasir) adalah referensi yang menarik bagi saya, entahlah bagi mas ben.

    tapi yang jelas periode pujangga baru telah lama berlalu, meski gemanya yang indah terus saja menjadi klise dalam “catatan2” selanjutnya.

    salam hangat.

  3. tapi yang jelas periode pujangga baru telah lama berlalu, meski gemanya yang indah terus saja menjadi klise (dalam bentuk) dalam “catatan2″ selanjutnya.

    salam hangat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: