PUISI (23): PERJALANAN (5)


Lari memburu puncak pendakian

mengemis hati tahan getir berterbangan

susun langkah menyeret raga bertahan

menyusup lembut sombong bersitkan rasa senang

sesaat kuasa lahap penghalang

sesaat keluh kerikil menghadang

Waktu terus membongkar kemapanan

menghisap bahtera tonggak keangkuhan

gapai puncak tersapu peraduan

saat bangun terlelap berpacu

nampak puncak tergeser langkah maju

menderu menggebu terpaku kemilau debu

Banjarbaru, 10 Juni 2010

4 Responses

  1. Lama sudah gak silaturahim ke sini. Semoga bang Ben tetap sehat dan bersemangat.
    Pengen rasanya saya bisa merangkai kata seindah itu.

    HEB: Alhamdulillah, terima kasih do’anya. Meski lama belum silaturahim ke tempat mas Mursyid, insya Allah tetap ingat dan ingin berkunjung. salam, dan selamat berpuasa, moga mendapatkan kemudahan dalam mencapai tujuan berpuasa.

  2. Andai ada perjalanan cinta yang dapat diukur dengan meteran,ya?

    • Na tay, kaini puisi tu, jangan pina cengeng nangkaya puisi2 kam.

  3. Menyapa anda di siang hari ini…
    Semoga dalam keadaan baik baik saja.

    HEB: Alhamdulillah, terima kasih do’anya, moga begitu juga dengan anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: