PUISI (24): PERJALANAN (6)


Mengutuk bagai hujan taburi tanah tandus

bangkitkan serigala lapar padang meranggas

dalam dada terbakar kabar panas

menjerit congkak tenggelam lemas

tumpukan jasad melukis kisah tertindas

tak kuasa halau gumpalan membeku keras

Busung lapar menghunus tunas di tanah subur

sayu muka terlelap menyeret lumpur

betapa penuh kuali terisi batu penghibur

suara lapar sekitar mengiris belukar

sayup menyusup putar waktu lelap tertidur

menyapa lembut curi asa kaku terbujur

Banjarbaru, 30 Juni 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: