PERJAMUAN BUPATI TAPIN (Keramik dari Kaolin Made in Tapin)


Oleh: HE. Benyamine

Pameran pembangunan di Kota Banjarbaru (KALSEL EXPO, Agustus 2010), stand Kabupaten Tapin memajang hasil kerajinan keramik hias, yang merupakan hasil produksi warganya yang telah memperoleh pembinaan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Diperindagkop dan UKM) Tapin. Produk keramik yang dipajang tersebut menjadi bukti bahwa sebenarnya warga masyarakat mampu berproduksi dan menjadikan bahan mentah (kaolin) dari sumber daya alam yang tersedia sebagai barang olahan dengan nilai tambah.  Juga memberikan peluang bagi warga masyarakat untuk mempunyai keterampilan dan berkembang kreativitasnya, yang pada saatnya akan lebih berdaya saing.

Berdasarkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kabupaten Tapin mempunyai cadangan kaolin sedikitnya  27,2 juta ton, yang tersebar di tiga desa;  Desa Tatakan Kecamatan Tapin Selatan, Desa Bitahan dan Desa Binderang di Kecamatan Lokpaikat.  Cadangan kaolin yang besar tersebut merupakan berkah bagi warga masyarakat (daerah)  bila dapat diarahkan pada pengembangan produk-produk dari bahan mentah kaolin menjadikan bernilai tambah yang jauh lebih tinggi dari hanya sekedar menjual bahan mentahnya ke luar daerah.

Memperhatikan program pemerintah Kabupaten Tapin yang berupaya menjadikan Tapin sebagai sentra kerajinan keramik, dengan membuat pengembangan industri kaolin dan memberikan kesempatan pada warga masyarakat untuk mendapatkan pelatihan pembuatan keramik (Radar Banjarmasin, 12 Juli 2010: 12), tentu sudah mengetahui potensi kaolin yang mempunyai berbagai kegunaan dan dapat dijadikan berbagai produk yang bernilai tinggi, terutama bahan mentah untuk pembuatan keramik selain digunakan pada beberapa proses industri lainnya.

Pelatihan yang diberikan kepada warga masyarakat, yang sesungguhnya memperlihatkan kepada meraka bahwa bahan mentah kaolin dapat menjadi produk yang bernilai tinggi seperti keramik, akan mendorong dan memberikan harapan kepada warga masyarakat untuk menjadi masyarakat yang produktif dan kreatif. Hal ini harus dilanjutkan dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah yang lebih mempermudah dalam pengambangan selanjutnya, khususnya dalam pemasaran produk-produk yang mereka hasilkan.  Kebutuhan produk keramik dalam berbagai bentuknya, sudah seharusnya dimulai dari warga masyarakat Tapin sendiri, khususnya dari puncak pimpinan daerah Tapin. Bupati Tapin sebagai kepala daerah sudah seharusnya menjadi institusi yang pertama menjadikan keramik produk warganya sebagai pengguna dan merasa bangga memajang pada tempat-tempat resmi. Seperti vas bunga (yang ada tulisan made in Tapin tentunya) yang dipajang di stand Kabupaten Tapin, yang tentu sudah semestinya terpampang di meja tamu resmi bupati Tapin atau ruang resmi pejabat lainnya.

Berbagai produk dari kaolin yang sudah dapat dibuat warga masyarakat, seperti piring, mug, mangkuk, dan produk souvenir lainnya, tentunya sudah seharusnya diiringi dengan kebutuhan dalam penggunaannya oleh warga masyarakat sendiri. Bupati Tapin dengan bangga meminta kepada kepala rumah tangga rumah dinasnya untuk memesan satu set peralatan makan dari produk kaolin warga masyarakat tersebut, sehingga saat ada perjamuan yang diadakan bupati sudah menggunakan produk dari kaolin (mug, cangkir, mangkuk, piring dan teko, dan lain-lain) dengan label pada produk tertulis made in Tapin.

Instansi pemerintah lainnya juga turut serta dalam membangkitkan kebanggaan tersebut dengan menggunakan produk kaolin tersebut di tempat masing-masing, sehingga dapat terjadi gerakan mengganti produk yang sejenis dari produk luar. Warga masyarakat, seperti pemilik warung-warung jika perlu mendapatkan subsidi (harga) untuk mengganti peralatan mereka yang sudah ada dengan produk dari kaolin made in Tapin tersebut, sehingga saat pembeli mampir mereka disambut dengan peralatan hasil produksi warga masyarakat saat menyantap hidangan yang ada di warung atau rumah makan. Begitu juga daerah lainnya, harus dilakukan pendekatan untuk saling menunjang dalam pengembangan produk unggulan masing-masing. Juga gubernur (wakil) Kalsel dapat menjadi agen pemasaran secara tidak langsung dengan menggunakan produk dari kaolin tersebut.

Pengembangan produk kaolin ini juga dapat disinergikan dengan para seniman, khususnya para pelukis, dengan menjadikan lukisan mereka sebagai hiasan pada produk keramik atau produk souvenir lainnya. Hal ini dapat lebih mempunyai dampak yang positif pada pengembangan berbagai bidang, jadi tidak hanya foto bupati bersama istri yang dapat tertempel pada gelas atau mug, tapi juga hasil kreativitas warga lainnya.

Jadi, berkah kaolin bagi daerah harus dapat diarahkan menjadi berkah daya saing dan nilai tambah bagi warga masyarakat. Apalagi, kabupaten Tapin melabelkan daerahnya sebagai Serambi Madinah, yang merupakan suatu pandangan kemodernnan dalam tatanan sosial kemasyarakatan, yang seharusnya dapat dicirikan dengan basis produktivitas dan kreativitas warga masyarakatnya. Serambi Madinah tidak hanya dalam fisik pembangunannya, tetapi lebih mengarah pada nilai dan sikap modern sebagai masyarakat madani, masyarakat yang terbuka, produktif, kreatif, dan selalu melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, perjamuan bupati Tapin merupakan pameran produktivitas dan kreativitas warganya dalam meja-meja perjamuan made in Tapin.

(Radar Banjarmasin, 5 Agustus 2010: 3, dengan judul DICONTOHKAN OLEH BUPATI (Keramik dari Kaolin Made in Tapin).

2 Responses

  1. di daerah saya juga memiliki kandungan kaolin yang cukup banyak, namun ketika saya coba dialog dengan beberapa pejabat masih belum mendapat tanggapan yang saya harapkan, semoga tapin menjadi sentra home industri

  2. Mantaf …
    Mengingat kualitas kaolin di beberapa tempat di tapin cukup tinggi, barangkali akan lebih mudah memasuki pasar jika orientasi produknya dirubah dari keramik seni ke keramik industri. Misalnya bahan isolator porselin, bata tahan api atau Crucible/cawan tuang untuk keperluan peleburan logam.
    tapi walau bagaimanapun, salut untuk pejabat2 Tapin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: