PUISI (26): PERJAMUAN YANG ILAHI


Keluarga miskin itu

yang rindu puasa berdo’a dipertemukan Ramadhan

biar hidup terkalang lapar

rintihan perut menyatu rengek si kecil

berbinar hati sambut Ramadhan


Lapar, biasa;  sirna tertelan putaran waktu

dahaga, biasa;  leleh terkejar fatamorgana

selera terpajang terhenti di lembah mata

yang terbayang pengganjal perut

tak terpikir tersentuh lidah

Puasa Ramadhan, katanya dapat rasakan derita miskin

lihatlah! hidangan menutupi meja-meja berbuka

bagi kami; keluarga miskin ini

puasa, sungguh beda rasa lapar dahaga yang biasa

tiada lain, rindu kenikmatan perjamuan Yang Ilahi

Banjarbaru, 12 Agustus 2010

2 Responses

  1. Bujur banar, seperti ujar Nabi: Berapa banyak orang yg puasa tidak mendapat apa-apa kecuali lapar dan haus..

  2. Salam Kenal dariku, nice artikel😀 Sekalian mau bilang Met Puasa bagi yang puasa. Met sejahtera bagi yang gak njalanin. Semoga selamat & damai dimuka Bumi. Amin😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: