IDE SAFARI SKETSA PELUKIS BANJARBARU


Oleh: HE. Benyamine

Ada ide dari pelukis Banjarbaru (25/8/10), menyelenggarakan suatu kegiatan yang mungkin bisa dikatakan sebagai “lukisan kata” (meminjam istilah Hajrian Syah) untuk mengabadikan Kota Banjarbaru ke dalam kanvas lukisan. Ide ini muncul dari keinginan untuk mengenalkan Kota Banjarbaru dalam berbagai bentuk kerja kreatif, khususnya dari sisi para pelukis dalam memandang, memperhatikan, dan memproyeksikan Kota Banjabaru ke dalam kanvas sebagai hasil kerja kreatif mereka. Selain itu, tentu saja untuk mengabadikan Kota Banjarbaru pada masa di mana lukisan tersebut dibuat, yang setelah beberapa waktu berlalu keadaannya akan mengalami perubahan. Lukisan saat ini, dari ide ini, akan mampu bercerita pada masa yang datang tentang Kota Banjarbaru. Tentang pilihan bentuk lukisan, tentu saja dari berbagai bentuk dan masih diperlukan masukan, yang salah satunya dalam bentuk sketsa.

Mengenai lukisan, pada waktu berkunjung ke rumah Said Hasyim (salah satu penggagas berdirinya Kota Banjarbaru), ada satu lukisan (sekitar tahun 1960-an) seorang gadis berkerudung sedang membaca Al-Qur’an dengan penerangan lampu minyak tanah (semprong) yang mengingatkan pada masa silam tentang kebiasaan warga masyarakat dalam mengaji. Lukisan tersebut mampu menghadirkan suasana dan kejiwaan pada masa dibuatnya lukisan, yang bercerita tentang keadaan dan kebiasaan serta cara pandang masyarakat yang ditangkap pelukisnya. Mungkin, masih ada lukisan-lukisan sejenis yang menjadi koleksi para tokoh masyarakat, yang bercerita tentang suasana dan keadaan pada masa dulu yang sempat diabadikan para pelukis dari daerah Kalimantan Selatan. Hal ini dapat dijadikan contoh, bagaimana para pelukis mampu menghadirkan suasana daerah dan jiwa masyarakatnya sesuai dengan masa hidupnya, yang secara tidak langsung mempunyai benang merahnya dengan ide pelukis Banjarbaru saat sekarang.

Dengan semakin maju dan berkembangnya Kota Banjarbaru, beberapa lokasi telah mengalami perubahan; yang bisa saja sama sekali sangat berbeda dengan sebelumnya, seperti gedung-gedung dan lingkungan alamnya. Selain dari teknologi fotografi yang tentunya terus mengalami perkembangan yang semakin canggih dalam mengabadikan obyek-obyek tersebut, juga sudah seharusnya yang berasal dari sentuhan para seniman atau sudut pandang para pelukis dalam mengabadikannya. Sentuhan para pelukis sebagai hasil kerja kreatif dari kehalusan jiwa diharapkan dapat menghadirkan karya yang mampu menggambarkan suasana dan keadaan Kota Banjarbaru pada saat ini, yang pada masa mendatang mampu menjadi saksi dan bercerita tentang sebuah kota yang bernama Banjarbaru.

Memperhatikan Pojok Seni yang menempati satu sudut di Mingguraya, yang sangat berbeda dengan aktivitas lainnya, merupakan suatu terobosan dinas terkait (Perindustrian dan Pariwisata serta Tata Kota)  yang mempunyai perspektif ke depan dan lebih maju dalam pengelolaan Mingguraya. Pojok Seni ini mampu menghadirkan suatu aktivitas kreatif dan produktif, yang dapat dijadikan contoh untuk pengelolaan Mingguraya ke depan. Keberadaan Pojok Seni sebagai contoh kecil dari banyaknya para pelukis lainnya sudah seharusnya dapat dimanfaatkan dan/atau difasilitasi oleh dinas terkait dalam mempromosikan Kota Banjarbaru dari segi perkembangan seni lukisnya. Salah satu kegiatan yang dapat difasilitasi dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Pariwisata atau Dinas Pendidikan, adalah dengan mendukung dengan memfasilitasi ide Safari Sketsa Kota Banjarbaru (atau dengan nama lain), yang mencoba mengabadikan sudut-sudut atau tempat-tempat  dan bangunan-bangunan yang ada di Kota Banjarbaru, salah satunya pendulangan intan Cempaka.

Hasil dari Safari Sketsa Kota Banjarbaru dari para pelukis Banjarbaru tersebut dapat langsung  dipamerkan, yang selanjutnya dapat saja untuk dilepas menjadi milik pribadi atau institusi tertentu. Kegiatan ini mempunyai momentum yang tepat bagi Kota Banjarbaru, karena seandainya dapat dilaksanakan pada awal pemerintahan Walikota periode 2010 – 2015 ini, yang sekaligus sebagai tonggak keberpihakan elit kekuasaan pada kegiatan produktif dan kreatif dari warganya, di mana aktivitas para pelukis ini salah satunya tentu memberikan suatu dorongan bagi warga untuk terus berkarya dan berbuat untuk kemajuan Kota Banjarbaru sesuai dengan kemampuan sudah ada. Di samping itu, hasilnya merupakan karya yang mengabadikan Kota Banjarbaru pada saat ini, yang pada masa mendatang menjadi kenangan.

Ide ini, dan masih banyak ide dari bidang lainnya, sudah sewajarnya diperhatikan oleh Walikota dan elit kekuasaan Kota Banjarbaru juga elit ekonominya, sebagai suatu perwujudan kebanggaan atas aktivitas dan kerja kreatif dan produktif warga masyarakat. Pemberian fasilitas dan  dukungan moral dari Walikota  pada ide seperti ini, merupakan suatu kesadaran dari kepemimpinan saat ini terhadap kondisi masyarakatnya yang sudah beranjak pada tahap berkemampuan dalam mengapresiasi seni dan kesenian, atau secara sederhananya sebanding dengan tingkat IPM Kota Banjarbaru yang tinggi bahkan di atas rata-rata nasional.

Jadi, komitmen Walikota dan elit kekuasaan juga elit ekonomi Kota Banjarbaru dalam mengupayakan peluang berkembang dan majunya bidang seni sebenarnya sebagai konsekuensi dari perkembangan dan kemajuan dari Kota Banjarbaru ini sendiri. Sehingga dukungan terhadap kerja kreatif dan produktif dari warganya sudah seharusnya tidak perlu dipertanyakan lagi, sudah menjadi kebijakan dan kebijaksanaan pemerintahan kota ini. Perkembangan dan kemajuan Kota Banjarbaru tidak seharusnya direndahkan dengan sikap pengabaian terhadap kerja kreatif dan produktif warganya yang memang sudah mempunyai kemampuan dalam menghasilkan karya. Keberpihakan sebagai kesadaran dan kebutuhan pemerintah Kota Banjarbaru dalam pengembangan kemampuan warganya sudah seharusnya tidak disanksikan lagi, salah satunya terhadap bidang seni lukis ini.

(Radar Banjarmasin, 28 Agustus 2010: 3)

3 Responses

  1. Nice Artikel, inspiring in my angle.
    Have a nice day🙂

  2. Salam kenal. Posting bagus. Salut jg utk pemkot Banjarbaru. Semoga komunitas seni Banjarbaru semakin maju.

  3. excellente!!sya mau ikutan dlm komunitas itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: