HARAPAN KEPADA BUPATI TERMUDA


Oleh: HE. Benyamine

Dengan dilantiknya Mardani H. Maming, SH (29 tahun) sebagai Bupati Kabupaten Tanah Bumbu oleh Gubernur Kalimantan Selatan “Sultan Banjar” Rudy Ariffin, menjadi kenyataan sendiri bahwa di kabupaten ini  telah menyatakan diri dipimpin seorang kepala daerah termuda di Kalimantan Selatan bahkan di Indonesia.  “Sultan Banjar” Rudy Ariffin pada pelantikan tersebut memberikan pesan untuk menjaga dan menanggulangi kerusakan lingkungan hidup, yang langsung memberikan contoh terjadinya banjir baru saja merendam sebagian kabupaten Tanah Bumbu.

Kabupaten Tanah Bumbu sebagai daerah yang baru berdiri sendiri dengan penduduk yang bertambah hampir lebih dari separuh dari jumlah penduduk sebelummya, salah satunya karena melimpahnya sumberdaya alam yang menjadikannya seperti tempat harapan banyak orang. Disamping itu, eksploitasi sumberdaya alam setelah kabupaten ini berdiri begitu masif dan cenderung sporadis, seakan tidak jelas antara legal dan illegal, sehingga kerusakan alam dan lingkungan hidup merupakan anak sah dari gerak pembangunan selama ini dengan alasan kabupaten baru berdiri yang membutuhkan pembiayaan besar untuk membangun berbagai sarana dan prasarana yang sangat terbatas. Kabupaten ini juga termasuk yang memiliki angka pengangguran tinggi dan jumlah penduduk miskin yang tinggi, yang juga masih terdengar adanya bayi gizi buruk.

Pelantikan Mardani H. Maming, SH pada saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan dan mudah, tetapi juga tidak menutup kemungkinan terjadinya berbagai terobosan yang berkemampuan dan bersemangat untuk menembus berbagai tantangan tersebut. Dengan mengacu pada sosok bupati yang masih muda, termuda di Indonesia sebagai kepala daerah, untuk sementara tidaklah salah untuk melihat dari sudut positif dan melihat dengan penuh harapan atau setidaknya menitipkan harapan pada semangat pemuda yang mempunyai sifat idealis dalam melihat berbagai hal dan kemungkinan.

Dengan memperhatikan sosok Mardani H. Maming, SH yang masih muda, beberapa hal dapat menjadi harapan untuk perubahan kabupaten Tanah Bumbu menjadi daerah yang pembangunannya tidak menyia-nyiakan sumberdaya alam yang melimpah, yaitu: (1) semangat idealis yang masih dapat diharapkan dari seorang yang masih muda, sehingga mampu menjadi pendorong yang kuat untuk membuat berbagai keputusan yang menjangkau masa yang akan datang, tidak terbatas pada periode kekuasaannya saja, (2) latar belakang pendidikan hukum dari Unlam, dapat diharapkan berbagai kebijakannya lebih cenderung sadar hukum dan mengarahkan pada pijakan taat hukum, juga memberi kemudahan bagi yang bersangkutan untuk menjalin dialog dengan teman-teman semasa kuliah dan jaringan kalangan hukum, (3) berasal dari kalangan menengah ke atas, yang dari segi kesejahteraan sudah dimiliki, (4) pengusaha yang mengenal daerahnya, dan (5) telah berkicimpung dalam dunia politik.

Untuk sementara mencoba melihat dari sisi harapan  tersebut, karena berbagai peluang sangat terbuka bagi sosok pemimpin muda yang mempunyai beberapa hal di atas. Terpilihnya sebagai bupati Tanah Bumbu, dibaliknya tentu ada harapan yang besar dari masyarakat Tanah Bumbu khususnya untuk perubahan yang lebih baik, karena kelimpahan sumberdaya alam telah memberikan kemungkinan seribu kesempatan dalam mencapai pembangunan yang berkesejahteraan dan berkeadilan, apalagi dipimpin oleh sosok muda yang masih cenderung tersimpan idealis dalam memandang masa depan.

Jika Bung Karno minta disediakan 10 pemuda untuk merubah dunia, maka saat ini satu sosok muda tersebut telah dipilih masyarakat Tanah Bumbu untuk merubah Tanah Bumbu lebih bermartabat dan sejahtera. Keberlimpahan sumberdaya alam merupakan modal yang tidak selamanya terus ada, karena sebagiannya merupakan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui atau setidaknya membutuhkan waktu ratusan tahun lebih, sehingga semangat idealis harus dapat menjadi berkah tersendiri bagi Tanah Bumbu untuk memanfaatkan sumberdaya alam lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan serta berkeadilan.

Jadi, pelantikan Mardani H. Maming, SH sebagai bupati kabupaten Tanah Bumbu merupakan harapan dari masyarakat untuk keberpihakan terhadap kehidupan kebanyakan masyarakat Tanah Bumbu yang masih berada dalam tingkat kemiskinan yang tinggi dan pengangguran yang menjadi ironi dari hamparan limpahan sumberdaya alam. Sebagai orang muda yang tentunya masih cenderung mempunyai semangat idealis yang tinggi, sesungguhnya begitu besar harapan masyarakat Tanah Bumbu dibawa melakukan perubahan yang terarah dan memperhatikan skala prioritas yang diutamakan dan didahulukan untuk kepentingan masyarakat bersama. Harapan itu ada di dalam dada para pemuda, dan terhampar dalam dada masyarakat, harapan yang sebanding dengan melimpahnya sumberdaya alam bukan sesuatu yang ironis dan tragis. Harapan untuk membendung melimpahnya sumberdaya alam  menjadi kutukan. Selamat berjuang semangat muda, harapan yang diamanahkan sungguh terbuka untuk diwujudkan.

(Radar Banjarmasin, 21 September 2010: 3)

2 Responses

  1. Selamat anak muda semoga Allah Swt meridhoi dengan barokah-Nya dalam rahmat taufik & hidayah-Nya. Sukses untuk anda dengan seluruh rakyat Tanah Bumbu dimana kesuksesan anda menjadikan kebanggaan kami warga besar Villa Wiyata Smukara Tulungagung Jawa Timur.

  2. selamat ya…..
    semoga jabatan dilaksana amanah yg diemban dan bukan dinikmati sebagai kesenangan semata…
    tp kalau gak salah dalam UU No. 32 pasal 58 mensyaratkan bahwa kepaladaerah dan wakinnya minimal berumur 30 tahun tp ab kita ni masih berumur 29 th…..
    mohon penjelasan dan terimakasi atas ilmunya…
    kl gak keberatan ini no saya …
    085274549484

    HEB: Terima kasih telah berkunjung …

    Mengenai syarat untuk usia calon kepala daerah/wakilnya jika mengacu pada UU. No.32 tahun 2004 pasal 58 ayat d — berusia sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun memang benar, dan penjelasannya juga dinyatakan cukup jelas.

    Akan tetapi persyaratan tersebut mengacu pada perubahan undang di atas yaitu:

    UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH
    dengan perubahan pada pasal 58 ayat d: berusia sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) tahun bagi calon gubernur/wakil gubernur dan berusia sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) tahun bagi calon bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota;

    salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: