PUISI (28): SAAT KU TERBANGUN YANG HANYA SESAAT


Saat ku terbangun, ku bercumbu mimpi

mata merasa indahnya pelangi pemandangan

telinga mencium kabar telaga kerinduan

hidung mendengar aroma wangi kekasih

mulut melihat nikmatnya pertemuan bahagia

Saat ku tertidur, rahasia atas diriku

masihkah duduk, berbaring, dan berdiriku mengingatMu?

kutanyakan itu; saat ku terbangun yang hanya sesaat

Banjarbaru, 1 September 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: