PUISI (30): SETELAH DI PERADUAN KEKASIH


Membayang warna warni kemenangan

setelah berendam di samudera keteduhan

masihkah tersisa kotoran?

dalam tubuhpun dikuras perlahan

juga kalbu disiram lembut pancuran keagungan

Membayang warna warni bahagia terpikat

setelah di peraduan kekasih merengkuh nikmat

masihkah terselip penyakit?

terangnya sang surya, kemelaratan terus berkabut

lapang lompatan bola golf, keterpinggiran tambah terjepit

pesta pora pengerukan alam, kemiskinan berkalung maut

 

Membayang warna warni kemenangan

lembaran putih; adakah itu layang-layang putus?

 

Banjarbaru, 8 September 2010

4 Responses

  1. keren puisinya pa. gimana ya supaya selalu produktif dalam menulis?

  2. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  3. Assalaamu’alaikum sahabatku HE Benyamine…

    Alhamdulillah, lama tidak menyapa dan menjenguk kemari. maaf ya mas Ben… tidak mahu bagi apa-apa alasan lagi sebagai helah bela diri. Insya Allah tidak melupakan sahabat lama di sana.

    Hmmm… membaca keseluruhan isi puisi ini, kok seperti melompat-lompat aja sih jalan ceritanya. Walaupun begitu, makna tersirat dapat dirongkai jadi tersurat jika pengertian yang dalam dapat difahami dengan hati dan akal.

    Kehidupan yang tenang dapat diperolehi jika suluhan rohani selalu memancar cahaya membasuh kekotoran dalaman yang bisa menghilangkan juga tompokan kehinaan pada jasadi yang selalu berolah dosa yang membaluti diri agar lupa daratan tempat berteduh dan mencari rezeki sesuap nasi.

    Oleh itu, rohani dan lahiri adalah kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Bersatu teguh bercerai roboh.

    Salam hangat selalu dan mengharapkan agar silaturahmi antara kita tetap terjalin baik dalam menyatukan pemikiran yang wajar dalam dunia pendidikan dan sastera.

    Hormat takzim dari saya di Sarikei, Sarawak. 😀

  4. mantaaaap…….kata-kata yang penuh dengan makna tersembunyi…siiiip. salam hangat dari Ayah….

    HEB: Terima kasih telah berkunjung … Salam kembali kepada Ayah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: