KONTROVERSI PATUNG BEKANTAN


Oleh: HE. Benyamine

Dukungan Lembaga Budaya Banjar (LBB) Kalsel, yang dikatakan sebagai hasil pertemuan (1/10/10) dengan para seniman dan budayawan, dengan hasil pertemuan yang menyatakan setuju dan mendukung sepenuhnya rencana pembangunan patung bekantan (Nasalis Lavartus) sebagai satu di antara ikon kota berjuluk seribu sungai (Media Kalimantan, 3 November 2010: B5) menarik untuk diperhatikan karena alasan yang dikemukakan masih memiliki nilai seni dan budaya yang terlihat hanya dipermukaan serta adanya anggapan bahwa hewan bekantan tersebut merupakan hewan asli Kalsel.

Pada media yang sama, tulisan Sainul Hermawan (SH), Banjarmasin Mencari Patung (Media Kalimantan, 3 November 2010: C3), juga mempertanyakan apakah bekantan asli hewan Kalsel atau khusus Kota Banjarmasin? Juga melihat rencana pembangunan patung bekantan lebih didasarkan pada kepentingan seni dan pariwisata. Beberapa kota yang memiliki patung dikemukakan untuk menyatakan bahwa pembangunan patung seharusnya berdasarkan  kebudayaan material sehingga perlu kajian budaya dan pertimbangan filosofis untuk menunjukkan adanya hubungan manusia dengan benda-benda hasil karya yang saling mempengaruhi dalam rangka melakukan fungsi sosial dan memberikan makna bagi relasi keduanya.

Bekantan (Nasalis Lavartus) merupakan hewan yang hanya terdapat di pulau Borneo (Kalimantan, Serawak, Sabah, dan Brunei), dengan habitat di hutan bakau dan hutan-hutan tepi sungai hingga ratusan kilometer ke pedalaman, yang tentunya kurang tepat alasan bahwa bekantan sebagai hewan asli Kalsel sebagai pijakan pembangunan patung bekantan di kota Banjarmasin. Sehingga dukungan penuh LBB Kalsel terhadap rencana pembangunan patung bekantan sebagai salah satu ikon kota Banjarmasin, terlihat belum menjangkau pembahasan hubungan benda-benda (rencana patung) dengan kehidupan manusia. Di sini terlihat, LBB Kalsel hanya sekedar  tergiur dengan tawaran yang menyerempet seni dan budaya, tanpa lebih mendalami dan mengkajinya, sebagaimana pernyataan bahwa hewan bekantan merupakan hewan asli Kalsel.

Habitat bekantan memang terdapat di Pulau Kaget dan Pulau Kembang, namun habitat yang sama juga terdapat di Kalimantan Timur, Barat, dan Tengah serta di Teluk Brunei, hutan bakau Sabah dan Serawak, yang menandakan distribusi yang menyebar di seluruh pulau Borneo.  Bekantan disebut monyet Belanda, karena hidung besar berwarna merah pada bekantan jantan dianggap mirip dengan orang Belanda yang terbakar oleh terik matahari saat berada di Kalimantan. Hidung besar tersebut selain untuk pernafasan juga berfungsi sebagai pengeras suara untuk memberikan teriakan peringatan. Hidung  bekantan jantan tersebut juga merupakan isyarat seksual dalam menarik bekantan betina untuk bergabung ke dalam kelompoknya (manusia: harem), sebagai suatu strategi binatang untuk menarik pasangannya. Apakah tanda (isyarat) seksual juga termasuk sebagai bagian dari hubungan patung bekantan dengan manusia Banjar? Memang, bekantan merupakan hewan yang ulung berenang dengan kemampuan menyeberangi muara-muara sungai yang lebar. Bekantan juga dapat menyelam hingga beberapa menit dalam air, karena tempat tinggalnya berdekatan dengan air.

Pilihan patung bekantan sebagai salah satu ikon kota Banjarmasin perlu dikaji lebih dalam, karena bagaimana mengkaitkan bekantan sebagai hewan asli Borneo dengan kebudayaan, khususnya masyarakat Kota Banjarmasin. Adakah mitos-mitos atau cerita-cerita rakyat tentang bekantan yang dihubungkan dengan manusia Banjarmasin? Sehingga, pembangunan patung bekantan tidak hanya sebatas persoalan seni rupa atau pariwisata, harus dapat dikaitkan dengan kebudayaan sebagai suatu hubungan dalam pencarian pemaknaan dan kreativitas pilihan tanda yang menunjukkan hasil karya di dalamnya.

Jadi, sebenarnya bekantan tidak perlu dihadirkan dalam bentuk patung sebagai salah satu ikon kota Banjarmasin, karena yang seharusnya dilakukan untuk kelangsungan tanda bagaimana keberadaan bekantan dapat tetap hidup sebagaimana terjaganya habitatnya. Pengembangan dan pembangunan habitat bekantan sebagai satu di antara ikon kota Banjarmasin, lebih menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tanda (terpeliharanya habitat bekantan) dengan manusia. Bekantan yang hidup dalam habitatnya lebih menarik dari segi pariwisata dibandingkan patung bekantannya.

Seandainya, kota Banjarmasin memang ingin mempunyai tambahan patung, mungkin pilihan pada patung jukung dengan perempuan di atasnya sebagai pedagang sebagaimana terlihat di pasar terapung adalah pilihan yang lebih mempunyai keterkaitan dengan kebudayaan dan relasinya dengan kehidupan manusianya. Ada ketangguhan dan keuletan pada perempuan Banjar yang dapat diungkapkan dalam bentuk patung, yang tentunya sebagaimana SH ditempatkan pada lokasi yang strategis sekaligus sebagai ruang publik.

(Media Kalimantan, 5 November 2010: C3)

6 Responses

  1. Menurut saya alangkah lebih baik apabila usaha pembuatan patung maskot “Bekantan” itu tidak usah direalisasikan, tetapi mengawasi kelestarian hewan yang divonis sebagai maskot tersebut. Sehingga kelak, orang-orang tidak perlu sibuk-sibuk berfoto ria di bawah patung maskot, tetapi bisa berfoto langsung dengan si maskot

  2. Assalaamu’alaikum HE Benyamine…

    Bekatan atau monyet belanda banyak terdapat di Sabah dan sarawak. malahan monyet belanda ini menjadi daya tarikan kepada para pelancung yang mengunjungi hutan Taman Negara yang ada dikedua-dua negeri ini.

    Oleh yang demikian, tidak wajar untuk dijadikan ikon bagi banjarmasin kerana ia bukan milik setempat sahaja. Kalau di malaysia, biasanya pemilihan ikon2 bagi lingkungan tersebut bagi tujuan tarikan wisata adalah sesuatu yang memang sudah dikenali seantero negeri sebagai tempat yang banyak mengeluarkan hasilnya. Contohnya (di Sarawak ya)

    Bandaraya Kuching : haiwan kucing
    Sri Aman : Burung merpati
    Serian: buah durian
    Sarikei: buah nanas namanya Sarikei
    Spaoh ; Ikan buntal
    Seratok : udang
    Mukah : Ikan Merah
    Bintangor: Limau namanya Bintangor
    Sibu: haiwan angsa

    dan banyak lagi.

    Semoga pihak berwajib di banjarmasin bisa memikirkan suatu ikon yang lebih wajar sebagai tarikan. Ikon bekatan menurut saya, kurang efektif kecuali haiwan itu menjadi daya penarik kepada ekonomi pelancungan semasa.

    Salam mesra dari saya selalu.😀

    HEB: Wa’alaikum salam
    Alhamdulillah mendapatkan tegur sapa dari sahabat SFA … maaf masih belum sempat berkunjung ke tempat SFA.

    komentar SFA di atas saya kutip (seluruhnya) untuk sebuah tulisan yang membahas tentang rencana pembangunan patung bekantan sebagai ikon kota Banjarmasin. Salam mesra dan hangat selalu.

    • Mas Ben…. kok jadi gitu pula… hehehe
      Boleh guna juga ya komentar saya itu mas ?
      bingung kok…. hehehe
      maklumat itu adalah pendapat sendiri hasil pengamatan lalu lintas di kawasan berkenaan.

      Sebenar di tempat lain ada juga, cuma di ketengahkan kerana sesuai dengan kotanya. Misalnya, nama ibu negeri Sarawak itu KUCHING (ada “ch”), maka haiwan KUCING sesuai dengan namanya. Maka KUCHING = KUCING. jadi ikon bagi Kuching adalah haiwan kucing.

      Thanks mas. Mudahan dapat membantu.

      Salam hangat kembali dari saya di Sarikei, Sarawak.

  3. Kalau menurut saya, di kalsel identik dengan jukung naga. Kenapa tidak bikin patung naga saja, kan lebih indah kalau ada patung naga di taman siring yang melilit pada sebuah menara yang tinggi lalu mulutnya menyamburkan air kesungai martapura!! Banjarmasin kan kota belanja d kawasan 3 provinsi, jadinya bjm akan di juluki singapore of borneo.

  4. […] 17 Januari 2011,  saya anggap sebagai satu PENGHARGAAN BESAR apabila KOMENTAR saya di posting Kontroversi Patung Bekantan menjadi liputan penulisan beliau di Media Kalimantan, 13 November 2010: C3 di atas […]

  5. Apakah rencana pembangunan patung tersebut jadi terlaksana???
    Kalau udah, apakah pemda sudah melestarikan icon kehidupan sebenarnya???
    Txs

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: