PUISI (31): MESKI TERSISA TARIKAN NAFAS TERAKHIR


Andai neraka jalan terdekat menujuMu, tiada lain kutempuh

tahukah aku neraka? Kesombongan membakar diri sendiri

adakah yang tidak diajarkan nama-nama, lalu lupa yang kalap

hingga mendengarpun tidak; kisah orang-orang yang diberi petunjuk

yang melukis indah jejak jalan lurus; do’a berbunga harum semerbak

Betapa hambaMu ini, sering terlambat sadar surga duniaMu

sudah diciptakan sebaik-baik bentuk yang diberi petunjuk

yang dibukakan pintu maaf, meski tersisa tarikan nafas terakhir

untuk kembali kepadaMu, cenderung pada yang berliku juga lupa

 

Banjarbaru, 4 September 2010

One Response

  1. Assalaamu’alaikum sahabatku, HE. BENYAMINE…

    Sahabat…. Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati
    Di bulan Zulhijjah, Iedul Adha kembali menyapa hari
    Kemaafan dipohon untuk khilaf dan salah jika mengkhianati
    Sebuah pengorbanan tulus jadi iktibar membaiki diri

    Mohon Maaf Lahir dan Bathin

    Salam keindahan Iedul Adha 1431 H dari saya di Sarikei, Sarawak.

    HEB: Wa’alaikum salam
    Teriring salam keindahan Iedul Adha 1431 H … mohon maaf lahir batin. Salam rindu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: