FESTIVAL RUMAH APUNG BANGKITKAN KREATIVITAS


Oleh: HE. Benyamine

Festival Rumah Apung yang diselenggarakan SMPN 11 Banjarbaru (11/11/10), memberikan gambaran tentang pentingnya pengembangan kreativitas dalam diri para pelajar, sehingga mereka dapat mulai mengusik tumpukan imajinasi yang selama ini mengendap saja dalam kepala masing-masing baik dari pengalaman pembelajaran sebagai pelajar maupun yang berasal dari pengalaman pembelajaran lingkungan yang kemudian dimekarkan dalam berbagai karya.

Pengembangan kreativitas bagi para pelajar dapat mengarahkan tumpukan imajinasi yang selama ini lebih banyak dibiarkan saja, untuk mendapatkan lahan penyemaian agar jelas terlihat mana yang dapat dikembangkan lebih lanjut dan mana yang hanya sekedar lewat dalam dunia imajinasi mereka.

Penyelenggarakan Festival Rumah Apung SMPN 11 Banjarbaru memperlihatkan bagaimana para pelajar di sekolah tersebut mempunyai tumpukan imajinasi yang sebagiannya mereka salurkan dalam wujud bayangan rumah apung yang mereka bangun untuk festival tersebut, seakan seperti itulah seandainya mereka mempunyai kesempatan dalam mewujudkan di dunia nyata.

Berdasarkan rumah apung yang disertakan dalam festival tersebut, sebagian besar memperlihatkan bagaimana para pelajar mempunyai kemampuan dalam membangun rumah apung sebagai bentuk adaptasi dengan alam, mereka melihat apa yang untuk sebagian kalangan dianggap sebagai halangan ternyata merupakan bagian dari peluang untuk menentukan pilihan yang tepat dalam memanfaatkan yang dianggap halangan tersebut, tanpa harus terlalu banyak melakukan perubahan pada bentuk bentang alam.

Memperhatikan sekolah SMPN 11 Banjarbaru, jelas ada pandangan yang adaptif dengan lingkungan alam di mana sekolah tersebut dibangun yang merupakan bagian dari perencanaan oleh pengelola sekolah. Lahan rawa yang menjadi tempat pembangunan sekolah tidak mengalami perubahan secara mendasar, karena bangunan sekolahnya menggunakan sistem panggung dengan tanaman perdu yang menjadi penutup panggung, sementara halamannya sebagiannya dibangun dengan sistem urukan yang ditanami pohon besar dengan tetap menyisakan sebagian menjadi kolam-kolam yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya.  Hal ini memperlihatkan bagaimana pandangan pengelola sekolah dalam membangkitkan kreativitas para pelajar, yang pada tingkatannya masih begitu cepat masuk berbagai macam bentuk imajinasi, di mana pada suasana sekolah seperti itu lebih mengarahkan pada imajinasi yang positif.

Rumah apung yang merupakan kreativitas para pelajar SMPN 11 Banjarbaru, memperlihatkan adanya imajinasi yang begitu segar, sehingga terlihat ada yang membayangkan rumah apung dalam wujud Monas dengan rumah adat Papua, yang menggambarkan suatu bayangan kemegahan (Monas) dan kesederhanaan (rumah adat Papua) dalam suatu imajinasi yang terpapar sebagai bentuk kreativitas.

Beberapa rumah apung yang mereka bayangkan, merupakan suatu wujud adaptasi dengan prestisius zaman sekarang, seperti adanya garasi mobil pada rumah apung tersebut dan tanaman pohon dalam pot besar. Bahkan ada yang mempunyai imajinasi suatu site plan beberapa rumah apung dalam satu tempat apungan, seakan mereka membayangkan beberapa rumah dalam satu tempat apungan yang dilengkapi dengan taman (halaman luas). Di sini terlihat bagaimana imajinasi para pelajar dapat membuka berbagai kemungkinan dalam melakukan lompatan kreatif yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh pandangan yang biasa saja.

Penyelenggaraan Festival Rumah Apung perlu mendapatkan perhatian sekolah-sekolah yang lainnya, seperti sekolah-sekolah di Banjarmasin, sehingga dapat membangkitkan daya imajinasi para pelajar dalam mengembangkan kreativitasnya yang dapat mengatasi berbagai anggapan kendala terhadap lahan rawa, setidaknya seperti yang dilakukan oleh generasi terdahulu yang terwujud dalam bentuk rumah lanting. Festival seperti ini menjadi penting untuk dihadirkan bagi para pelajar, karena  sebagian dari wilayah kota seperti Banjarmasin merupakan lahan rawa yang sering dianggap sebagai lahan marjinal atau lahan untuk diuruk. Setidaknya, bagaimana imajinasi para pelajar mampu mengalir dalam upaya mengembangkan strategi adaptasi dengan lingkungan alam, apapun bentuk alam sekitar.

Dalam penyelenggaraan festival seperti itu, perlu juga diarahkan dalam pemanfaatan barang bekas (seperti sampah kering) sebagai bahan pembuatan bentuk karya, yang sekaligus menjadi suatu gerakan ramah lingkungan sebagaimana bentuk sekolah SMPN 11 Banjarbaru yang melakukan adaptasi dengan lahan tempatannya. Begitu juga perlu dilibatkan mata pelajaran lainnya, seperti Fisika (IPA)  dalam pembuatan kincir angin untuk menghasilkan tenaga listrik, sehingga rumah apung yang dibayangkan mereka lebih mengarah pada bentuk pemanfaatan energi yang dapat diperbaharui, karena kincir angin digerakkan oleh angin yang memang besar potensi di lahan rawa terbuka.

Jadi, kegiatan seperti Festival Rumah Apung SMPN 11 Banjarbaru merupakan kegiatan yang membangkitkan impian para pelajar dan menanamkan benih keberanian dalam bermimpi, yang dapat mereka wujudkan dalam bentuk karya imajinasi tentang rumah apung yang ramah lingkungan. Mereka telah mempunyai pengalaman dalam mewujudkan mimpi, yang pada suatu saat dapat mereka wujudkan dalam dunia nyata dengan segala perhitungan lebih cermat dan akurat dalam beradaptasi dengan lingkungan alam. Penyelenggaraan festival itu menjembatani para pelajar dalam menyalurkan tumpukan imajinasi, yang sebagiannya dapat saja sebagai cikal bakal munculnya kreativitas dalam wujud karya yang berharga.

(Radar Banjarmasin, 13 November 2010: 3)

2 Responses

  1. Ya, semoga saja.

  2. […] guru yang sangat saya hormati iaitu Tuan Ersis Warmansyah Abbas, penulis kritis di suratkhabar, HE Benyamine dan novelis juga wartawan yang terkenal dengan novel JAZIRAH CINTA , Tuan Randu Alamsyah. Terima […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: