PUISI (33): KETIKA AKU LELAP


Aku memandang kamu

riang wajahmu

tulus senyummu

membasahi dukamu

ratapi kehilanganmu

menggoda tawamu

mengiba sedihmu

Aku merasakan kamu

menyadarimu

membujukmu

mendorongmu

menggodamu

menyesalkanmu

menyalahkanmu

membagakanmu

 

Kamu diam mematung, ketika aku lelap

waktu berlalu, kepasrahan mendekap yang hidup

 

Banjarbaru, 6 September 2010

4 Responses

  1. Meski tak cakap membuat puisi, tapi saya selalu membaca habis setiap puisi yang sy temukan. Suka.

  2. berkunjung bang ben,,,

  3. salam kenal.. saya sering baca tulisan anda di media… tulisan tentang sekolah berbasih lingkungan di Banjarbaru menginspirasi saya untuk semakin sayang dengan alam.. mari berbuat yang terbaik buat alam…

  4. Benar-benar dalam kata-katanya…. harus banyak belajar dari pian ulun ni….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: