ONE BILLION TREES DI KOTA BANJARBARU


Oleh: HE. Benyamine

Penanaman pohon di STM YPK  Banjarbaru (26/12/2010) yang dilaksanakan dalam rangka turut serta gerakan One Billion Trees, Menanam 1 Miliar Pohon, mempunyai perspektif  yang terbuka dalam merealisasikan upaya kampanye gerakan menanam. Sekolah ini dapat menjadi model dalam pembangunan hutan kota yang sekaligus sebagai sekolah. Kerjasama antara Pemko Banjarbaru dengan pihak pengelola yayasan perlu dibangun untuk pembangunan hutan kota tersebut, karena  Banjarbaru sebagai kota sedang yang terus berkembang pesat akan dihadapkan dengan keterbatasan ruang terbuka hijau sebagaimana dapat dilihat dari perkembangan bangunan fisik di sekitar STM YPK Banjarbaru sekarang.

STM YPK Banjarbaru yang berdiri sejak tahun 1969, dengan luas lahan sekitar 2 hektar lebih dengan lokasi di tengah kota, merupakan suatu peluang dalam mewujudkan salah satu lokasi hutan kota di Banjarbaru. Lokasi yang strategis dan luasan yang mencukupi merupakan kelebihan tersendiri untuk pembangunan hutan kota. Berdasarkan PP No.63/2002 Tentang Hutan Kota pada pasal 1 ayat 2 yang menyatakan: “Hutan kota adalah suatu hamparan lahan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang.”, yang sebenarnya sudah mulai terlihat di lokasi STM YPK. Namun, perlu ditambah keragaman pohon sehingga secara proporsional pada bagian tertentu terlihat kerapatan dan kekompakan tumbuhan pohon-pohonnya.

Penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan One Tree One Man yang dilaksanakan STM YPK Banjarbaru, dengan beragam pohon-pohon, sebenarnya lebih mengarah pada pembangunan hutan kota. Pada kesempatan tersebut, hadir pembina STM YPK Banjarbaru Drs. H. Ogi Fajar Nuzuli, M.Pd, M.AP (wakil walikota Banjarbaru) yang menanam pohon jenis meranti, ketua yayasan Rico Hasyim yang menanam jenis tanjung, kepala sekolah yang menanam kasturi, penggerak one tree one man Patria yang menanam cempaka merah, dan tokoh masyarakat Fahranhamdie yang menanam Rambai, merupakan bagian dari menjadikan lokasi STM tersebut sebagai hutan kota dengan pohon-pohon khas Kalimantan.

Keberadaan hutan kota sangat diperlukan kota seperti Banjarbaru yang terus mengalami pertumbuhan bangunan, karena hutan kota dapat membuat kualitas lingkungan bertambah baik. Hutan kota mempunyai peran dalam meredam kebisingan, menyerap panas, mengatur kelembaban, mengurangi debu, dan mangatasi polutan udara dari aktivitas kendaraan dan industri. Sehingga dapat lebih memberikan suasana nyaman, sehat dan menghadirkan keadaan yang estetis.

Banjarbaru sebagai kota yang berkembang pesat harus dapat memanfaatkan tempat-tempat tertentu menjadi ruang terbuka hijau, untuk menciptakan wilayah kota sebagai tempat hunian yang nyaman dan sehat, dengan mendorong partisipasi warga dalam pembangunan hutan kota dan taman-taman. Pembangunan hutan kota yang menjadi bagian dari sekolah-sekolah tertentu, seperti lokasi STM YPK Banjarbaru, lebih realistis dalam pelaksanaannya. Dinas terkait perlu membuat perencanaan pembangunan hutan kota berdasarkan PP No.63/2002, yang melibatkan partisipasi warga dan lembaga swadaya masyarakat, dengan memperhatikan berbagai peluang adanya lahan-lahan yang dapat dijadikan hutan kota atau taman.

Dinas Tata Kota dan Kebersihan dan Dinas Pertanian dan Kehutanan perlu melakukan sinergi program dalam mewujudkan kota Banjabaru menjadi kota taman dengan mengupayakan pembangunan berbagai tipe hutan kota sebagaimana pasal 14 ayat (2) PP No. 63/2002, yaitu: tipe kawasan pemukiman, tipe kawasan industri, tipe rekreasi, tipe pelestarian plasma nutfah, tipe perlindungan, dan tipe pengamanan. Hal ini dapat direalisasikan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti kerjasama dengan STM YPK Banjarbaru yang mempunyai tanah hak yang sudah terlihat dengan pohon-pohon besar dengan hanya menambah keragaman dan kerapatan pohon dengan menentukan pelaksanaan, penentuan, pengelolaan, perlindungan dan pengamanan, pemanfaatan, dan pemantauan dan evaluasi.

Keberhasilan gerakan penanaman pohon, one tree one man, dapat terlihat dengan keberpihakan pemerintah daerah dalam bentuk pembinaan dan pengawasan atas pembangunan ruang terbuka hijau, seperti hutan kota sebagai bagian dari upaya menjadikan kota Banjarbaru menjadi  kota ramah lingkungan dan hunian yang nyaman dan sehat. Keberpihakan dalam kebijakan dapat dilakukan dengan mengarahkan pada peningkatan partisipasi masyarakat, yaitu melalui pendidikan dan pelatihan; penyuluhan; dan bantuan teknis dan insentif (pasal 34 ayat 1). Mengenai ketentuan tentang pengaturan pemberian bantuan teknis dan insentif melalui pembuatan peraturan daerah (pasal 34 ayat 2), sehingga terlihat adanya kesungguhan Pemko Banjarbaru dalam gerakan penanaman pohon yang lebih terukur dan terencana dengan tujuan yang realistis.

Jadi, perkembangan kota Banjarbaru dapat berbanding lurus dengan pemenuhan kebutuhan ruang terbuka hijau, seperti hutan kota dan taman, dengan mengupayakan perencanaan pembangunan hutan kota di beberapa lokasi yang sebenarnya sudah tersedia sehingga lebih realistis dalam pelaksanaannya. Lokasi STM YPK Banjarbaru merupakan wilayah yang strategis dalam mewujudkan sebagian dari gerakan penanaman 1 miliar pohon yang lebih realistis. Pemko Banjarbaru sudah seharusnya menindaklanjuti berbagai peluang dalam pembangunan hutan kota, salah satunya dengan bersegera dalam pembuatan peraturan daerah tentang hutan kota, karena perkembangan kota tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan ruang terbuka hijau untuk menjadi kota Banjarbaru sebagai kota seribu taman dengan one billion trees yang beragam sebagaimana keragaman warganya.

(Mata Banua, 10 Januari 2011: 10)

 

One Response

  1. sebelumnya saya berterima kasih kepada anda yang tlah mau mengusulkan postingan saya :

    http://agungaritanto.blogspot.com/2011/01/masa-depan-air-masa-depan-manusia.html#comments

    di rubrik halte blogger B.Post oh ya saya ingin lebih kenal dengan anda,boleh minta alamat fbnya

    trus mengenai postingan ini sudah selayaknya dicanakangkan seputar penanaman pohon,karena jumlah pohon yang kian tahun kian berkurang akibat pembabatan massal.Apalagi didaerah perkotaan maka lebih sangat perlu lagi.

    HEB: Sama2, moga pihak Halte Blogger mempertimbangkannya. fb: He Benyamine. Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: