MUSEUM LAMBUNG MANGKURAT, GAMBAR PRODUKTIVITAS WARGA


Oleh: HE. Benyamine

Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan telah melewati masa 31 tahun (10 Januari 1970) dalam melayani masyarakat dengan kegiatan berupa mengumpulkan, merawat, meneliti, mengkaji, mengkomunikasikan serta memamerkan sumberdaya sejarah dan budaya.  Dengan koleksi yang mencapai 12.020 buah (Desember 2007), yang mana benda-benda tersebut harus mendapatkan pemeliharaan khusus untuk menjamin keberadaannya, tentu membutuhkan anggaran yang seharusnya terus ditingkatkan. Koleksi benda-benda yang terdapat di museum merupakan sumberdaya sejarah dan budaya yang tidak dapat diperbaharui, yang sangat berharga dalam memberikan petunjuk dalam pembangunan sekarang. Pembangunan yang berbasis budaya, yang tidak seperti layang-layang putus, sehingga lebih menghargai pengetahuan-pengetahuan generasi sebelumnya.

Saat memasuki pintu gerbang Museum Lambung Mangkurat, nampak bangunan rumah adat Banjar bubungan tinggi yang dibangun dengan sentuhan modern, ada hembusan kemegahan yang masih terbayang, yang seolah ingin mengatakan bahwa rumah Banjar tidak kalah prestius dengan model-model rumah bergaya asing. Memasuki beranda bawah sebelum masuk ruang pamer tetap di bawah, tersaji pajangan yang mengalihkan suasana Banjar berupa miniatur Borobodor, sehingga seakan terputus bayangan budaya yang ada di dalam ruang pamer bawah. Namun, setelah memasuki ruangan pamer bawah, kembali masuk dalam bayangan masa-masa sesuai dengan benda-benda yang terpajang.

Melintasi kehidupan warga masyarakat Nagara, yang begitu terampil dalam mengolah kerajinan kuningan di dinding ruang pamer museum, membuat tersentak kesadaran dengan kenyataan sekarang yang tidak mendapatkan perhatian yang semestinya dalam pengembangan kemampuan tersebut untuk lebih ditingkatkan sehingga mempunyai kualitas yang lebih bersaing. Kemampuan warga Nagara dalam berproduksi, kerajinan kuningan dan besi, seperti telah benar-benar menjadi bagian dari museum. Hal ini menggambarkan bagaimana warga Nagara telah lama mempunyai kemampuan dalam berproduksi, yang seandainya mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari pemerintah daerah tentu sudah dapat lebih berkembang dan daerah yang bersangkutan mempunyai nilai tambah dari warga yang berproduksi yang lebih diarahkan dalam kreativitasnya.

Begitu juga saat melintasi warga masyarakat yang sedang berproduksi kain tenun di dinding museum, teringat betapa samarnya kain-kain tenun hasil produksi warga tersebut di pasaran, yang memberikan gambaran kemampuan warga masyarakat dalam berproduksi kain tenun telah mulai menghilang. Selain dari kain sasirangan yang terus berkembang, seharusnya Kalsel juga mempunyai kebanggaan dengan kain tenunnya, karena warga masyarakat mempunyai kemampuan dalam membuat kain tenun sebagaimana terpamernya alat tenun di museum tersebut.

Pada sisi dinding lain, dihadapkan pada kerbau rawa dengan kalang (kandang) dan suasana rawanya, yang seakan menunjukkan kehidupan warga masyarakat yang begitu memahami pemanfaatan alam dan lingkungan berdasarkan pengetahuan yang mereka miliki sejak zaman dulu. Lalu terbayang saat ini, kerbau rawa terus menjadi bagian dari kehidupan warga masyarakat Danau Bangkau di HSS dan daerah rawa lainnya. Selain sebagai bagian dari kehidupan dan penghidupan warga masyarakat, kerbau rawa dengan kalangnya merupakan daya tarik tersendiri dari sudut pandang pariwisata.

Beberapa kemampuan dan pengetahuan yang ditunjukkan di dinding museum tersebut seharusnya dapat menjadi dasar bagi para pengambil keputusan dan elit politik dalam menentukan arah dan tujuan pembangunan. Benda-benda yang terdapat di museum memberikan gambaran yang jelas tentang budaya dan bagaimana adaptasinya dengan lingkungan alam. Kemampuan dan keterampilan tertentu warga masyarakat dalam berproduksi, yang saat ini semakin mempunyai harga dan nilai tambah karena berhubungan dengan daya cipta dan kreativitas, namun seperti tidak mendapatkan sentuhan yang seharusnya dari pengambil keputusan pemerintahan dan elit politik dalam perjuangannya.

Waktu memang tidak terasa berada di dalam museum karena bayangan-bayangan sendiri tentang benda-benda sejarah dan budaya yang dilihat, meskipun tidak ditemani oleh petugas dan begitu terbatasnya keterangan yang tersedia di dinding museum. Museum perlu menyediakan orang-orang yang mampu memberikan penjelasan tentang benda-benda yang dipamerkan, sebagai pemandu yang lebih dapat menghadirkan suasana dari benda-benda tersebut. Di samping itu, pamflet dan barang cetakan lainnya tentang museum dan apa saja yang di dalamnya perlu disediakan, yang memang harus diperjuangkan untuk menghidupkan museum. Hal ini tentu saja memerlukan anggaran yang tidak sedikit, dan sudah seharusnya menjadi perhatian dari elit kekuasaan, baik pemerintah daerah maupun elit politiknya, untuk memperjuangkan anggaran yang layak dan mencukupi.

Setelah keluar dari Museum Lambung Mangkurat, yang ternyata berulang tahun pada 10 Januari, seakan ada energi dari benda-benda museum tersebut yang menembus keluar dan terpancar dari produk-produk yang sekarang banyak di pasaran tetapi bukan produksi banua. Saat mencoba mencari di dunia maya, ternyata Museum Lambung Mangkurat tidak begitu terlihat, padahal sudah seharusnya  memanfaatkan dan masuk dunia maya tersebut sebagai bagian dari mengkomunikasikan dan memamerkan sumberdaya sejarah dan budaya Kalimantan Selatan.

Selamat ulang tahun Museum Lambung Mangkurat. Para elit kekuasaan dan politik Kalimantan Selatan penting untuk dalam waktu-waktu tertentu dapat meluangkan waktunya untuk rekreasi ke Museum Lambung Mangkurat, karena dapat memberikan energi positif dalam mengemban amanah, dan karena di sana banyak menggambarkan produktivitas, daya cipta, dan kreativitas masyarakat Kalsel.

(Radar Banjarmasin, 13 Januari 2011: 3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: