NAGA BANJAR


Oleh: HE. Benyamine

Lontaran wakil walikota Banjarmasin mengenai tambahan syarat bagi peserta Nanag Galuh (NAGA) dengan harus bisa membaca Al-Qur’an pada acara BKPRMI Kota Banjarmasin, menunjukkan adanya sikap penolakan pada keyakinan yang berbeda yang diam-diam merasuki kehidupan beragama dan bagaimana umat beragama bersikap  dan bertindak seakan sedang menjalankan misi dakwah dari seorang pejabat publik, dengan lebih menonjolkan sentimen perasaan paling religius yang sebenarnya memisahkan agama dengan kehidupan itu sendiri.

Syarat bisa membaca Al-Qur’an bagi peserta dalam acara pemilihan Nanang Galuh Banjar, dengan berbagai tambahan apapun berdasarkan paham keagamaan yang lainnya, tetap saja tidak dapat menjadikan acara tersebut menjadi lebih religius, atau seolah ingin dikatakan sebagai kegiatan yang Islami. Di samping itu, kegiatan NAGA Banjar hanya dapat diikuti oleh peserta yang beragama Islam, yang secara sadar mengesampingkan adanya calon peserta yang mempunyai keyakinan berbeda.

Kota Banjarmasin dihuni oleh warga beragam keimanan, yang  tentunya sudah diketahui seorang wakil walikota dan wajib untuk dipahami kenyataan keberagaman itu, sebagai pejabat publik yang harus menghargai semua keyakinan. Dengan kesadaran keberagaman itu tidaklah layak seorang wakil walikota mengusulkan persyaratan bisa baca Al-Qur’an kepada para peserta pemilihan NAGA Banjar kota Banjarmasin. Syarat yang mengandung pembatasan yang tegas bahwa peserta pemilihan NAGA Banjar kota Banjarmasin adalah mereka yang beragama Islam saja, dan yang tidak beragama Islam sudah menjadi tidak memenuhi syarat untuk memenuhi pemilihan tersebut.

Wakil walikota Kota Banjarmasin sebagai pribadi mempunyai hak untuk menyatakan pandangannya yang berhubungan dengan keyakinan yang dianutnya, untuk mengemukakan harapan pada generasi muda Islam supaya cinta Al-Qur’an, tetapi sebagai pejabat publik melontarkan gagasan agar peserta NAGA Banjar Kota Banjarmasin yang akan mengikuti pemilihan pada acara yang bukan sebagai kegiatan keagamaan yang diyakininya merupakan suatu bentuk pengabaian kenyataan keberagaman warga kota Banjarmasin.

Pernyataan yang mengusulkan tentang persyaratan bisa baca Al-Qur’an bagi peserta NAGA Banjar pada acara BKPRMI Kota Banjarmasin dapat dimaknai sebagai pencitraan diri wakil walikota pada komunitas keagamaan Islam, seakan ingin menunjukkan bahwa wakil walikota juga mempunyai pandangan dalam ke-Islam-an dan mendukung perjuangan BKPRMI yang memasyarakatkan Al-Qur’an, terutama kepada generasi muda belia.

Seandainya, pernyataan itu untuk acara pemilihan NAGA ISLAM BANJAR, maka tidak berlebihan kalangan Islam melalui lembaga/ormas yang dipimpinnya menyatakan dukungan terhadap pernyataan tersebut. Tetapi, bila dukungan diberikan untuk menambah persyaratan bisa baca Al-Qur’an pada pemilihan NAGA Banjar Kota Banjarmasin, sama saja menyatakan bahwa lembaga dan ormas ke-Islam-an menginginkan pemilihan NAGA Banjar menjadi NAGA Islam Banjar. Jika tidak menghendaki perubahan itu, berarti lembaga/ormas Islam yang menyatakan dukungannya hanya karena itu wakil walikota yang bicara atau karena merasuknya penolakan kenyataan keberagaman.

Jadi, syarat bisa baca Al-Qur’an yang diusulkan wakil walikota Kota Banjarmasin untuk peserta pemilihan NAGA Banjar Kota Banjarmasin merupakan suatu sikap yang kehilangan kesadaran tentang keberagaman kota Banjarmasin dalam menganut keyakinan. Hal ini perlu disadari kembali oleh wakil walikota Kota Banjarmasin, karena pemilihan NAGA Banjar Kota Banjarmasin bukan kegiatan keagamaan Islam, tapi merupakan acara bagi generasi muda kota Banjarmasin tanpa membedakan keyakinan atas keimanannya.

(Mata Banua, Februari 2011: 10)

4 Responses

  1. mungkin wakil walikota na ga mengerti akan pluralisme dan kebhinekaan yang ada di daerah na. bukannya acara ini merupakan milik bersama segala kalangan tak hanya 1 golongan?

  2. NaGa merupakan wadah bagi generasi muda untuk berprestasi, bagi pemuda banjar apapun agamanya, pendidikannya ataupun sukunya, tentu memiliki kewajiban untuk melestarikan kebudayaan luhur masyarakat banjr. yang tentunya juga termasuk dapat berpartisipasi dalam pemilihan Nanang dan Galuh kota Banjarmasin.

  3. Salam kenal dari ane Blogger BWI,

    Nice blog gan..!

  4. Sedih rasanya mendengar berita ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: