PUISI (37): HANYA SEMPAT KIBASKAN DEBU


Langit malam sembunyikan gelap segala penjuru

cahaya kebenaran, bacalah atas nama Tuhanmu

kekasihNya membaca penuh kemuliaan insan kamil

petunjuk pembeda antara haq dan bathil

 

Jalan keselamatan, bacalah atas nama Tuhanmu

bacaan pemberi kedamaian, bacaan kasih sayang dunia

 

Bacalah atas nama Tuhanmu, tiada selain kebenaran

sungguh mudah dipahami, bacaan peneguh kemanusiaan

 

Bacaan mulia, bacalah atas nama Tuhanmu

mengapa tak hirau waktuku? Wahyu tergeletak di meja

atau tertata di rak; ku hanya sempat kibaskan debu

masihkah aku ingat? Bacaan mulia; mudah dipahami jiwa

atau hanya bergegas saat butuh jimat, ku tulis mantra rindu

tersesat gelapkan kesadaran, kecuali bacaan mulia terus dibaca

 

Banjarbaru, 27 Agustus 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: