PUISI (39): SUNGGUH TIADA PENGHALANG


Jalan lurus jalan terdekat lagi legit

cahaya menari-nari senandung shabhar hapus pekat

sungguh jauh pandang,  hanya iman yang lekat

Kukumandangkan jalan lurus, angan-angan juga merayu

cahaya tembus celah-celah, langkah mutashabir pun kaku

sungguh dekat pandang, jalan berliku pandu tingkah laku

Sungguh tiada penghalang, gelap jalan gurauan tipu daya

saat sujud, tiada lain jalan; ketidakberdayaan hamba

penuh harap kembali ke sisiNya

Banjarbaru, 25 Agustus 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: