PUISI (40): MENGGAPAIMU


Menyusuri jejakmu

setelah kau tersenyum

diam bagai rembulan menggores malam

secawan air melepasku tercekak rindu

 

Menggapaimu dalam aliran darahku

bergemuruh luruh memancar hangat mengiba

seketika bergetar di bening air mata

menyusuri jejakmu menuju jantungku

 

Banjarbaru, 24 Mei 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: