PUISI (43): TERIAKLAH SEKUAT YANG KAU SIMPAN


Teriaklah sekuat yang kau simpan, mungkin

berasal dari darah moyang yang hingga mengaliri kau

mengapa tetap bisu bersama petasan yang melepaskan kungkungan

geramkah kau dengan merobek telinga malam, dan

menaburkan percikan warna api di muka malam

sedang malam tetap menjamu bulan bintang.

 

Teriaklah sekuat yang kau simpan, mungkin

dari gumpalan-gumpalan nafsu yang tertahan   

bersama bunyi-bunyian yang memancar indah

setelah menghancurkan diri lalu bebas bertebaran

diam pendam dendam masa lalu yang menggenggam

tak hilang meski kau samarkan malam dengan kegaduhan.

 

Banjarbaru, 22 Agustus 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: