GUMAM


Seakan telah menemukan jawaban. Sambil senyum-senyum saat membayar di kasir untuk 4 (empat) buah buku sekaligus. Tidak biasa memang, beli buku sebanyak itu. Apalagi bergegas ingin pulang ke rumah. Silakan engkau bergumam sepanjang waktu dan di semberang tempat. Ya, sesuka seperti yang biasa kamu lakukan. Istri yang menghantui hari-hari dengan gumam telah terselesaikan. Tiba di rumah memang langsung disambut gumam istri, “bla bla bla bala abal … tumben pulang lebih awal kaya abal-abal.” Namun, keempat buku yang baru dibeli lebih menggoda pikiran –yang sebenarnya juga karena gumam istrinya.

Sejak datang,  gumam istrinya bersejajar dengan kesibukan mambaca satu per satu buku yang baru dibeli tadi, hingga gumam istri tertutupi dengan ngorok yang sumbang. Semalaman melahap buku-buku itu, yang dilanjutkan mengiringi perputaran waktu, dan ternyata ampuh mengatasi gumam istrinya. Beberapa hari kemudian, istri dengan terus bergumam terpaksa membawa suaminya ke rumah sakit. Dokter sudah mencoba menangani dengan segala diagnosa yang terpikirkan. Akhirnya, dokter penasaran dengan buku sejak awal masuk rumah sakit tidak lepas dari genggaman si pasien; suaminya dari perempuan yang terus bergumam. Dokter tak lagi berbicara, diam bersama buku itu, setelah berulang-ulang membacanya.

Si istri yang terus bergumam menjadi penasaran. Buku apa sebenarnya. Dokter juga mengalami gejala yang sama dengan suaminya setelah membaca buku itu. “Aneh! Ada buku dengan judul gumam. Apakah tidah tahu pengarangnya bahwa gumam itu menyebalkan,” pikir istrinya terus bergumam sambil membuka halaman demi halaman. Lalu melanjutkan dengan buku yang lainnya, lembar demi lembar,  dan suasana menjadi hening yang terdengar hanya kibasan lembaran kertas. Suami sadar begitu juga dokter. Suasana damai.

Dokter membolehkan pulang, karena memang tidak ada yang sakit. Setelah memasukkan buku-buku yang berjudul gumam, kemudian memapah istri yang terus membaca buku Gumam Asa 4, Bungkam Mata Gergaji untuk kembali ke rumah, dan menemukan suasana rumah yang kehilangan gumam. Ternyata keheningan ini gumam juga.

Banjarbaru, 15 November 2011

(Buku Bungkam Mata Gergaji (Kumpulan Gumam Asa), Ali Syamsudin Arsi, Penerbit Framepublishing, Cetakan I: Februari 2011. Buku-buku gumam Ali Syamsudin Arsi adalah Gumam Asa Istana Daun Retak, Gumam Asa 2 Tubuh Di Hutan-Hutan, dan Gumam Asa Negeri Benan Pada Sekeping Papan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: