PUISI (45): WAKTU MENJELMA MANTRA


Baru saja mengejar waktu

memegang sepenuh daya bagai menggenggam air

siang malam lari melewati pergantian mimpi

hanya perumpamaan seribu bulan yang terhenti

berdegup saat berpaling, wajah waktu menghantui

Baru saja dikejar waktu

lari bagai orang-orang terdahulu

hanya lapar haus terdampar di tengah samudera

wajah waktu bagai nafsu menelan dunia

seribu bulan tiada hentikan haus lapar

 

Kejar mengejar

waktu menjelma mantra

lewat bersama bayu.

 

Banjarbaru, 12 Agustus 2011

One Response

  1. Salam kembali dari saya..
    Rindu saya mampir kesini setelah sekian lama.
    Blog ku pun masih terdaftar di blogroll blog ini…

    Terima kasih atas kepercayaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: