PUISI (46): TABIR MANA YANG KAU SINGKAP


Ketika malam memilih sendiri

tabir mana yang kau singkap

sedang mentari teramat setia menanti

sembunyi hingga gelap menemukannya.

 

Langit terbelah bagai lintasan Musa

Lalu cahaya menembus jiwa-jiwa yang tenang

sedang kau sibuk mencari hatimu

terpana menggenggam suluh yang padam.

 

Banjarbaru, 18 Agustus 2011  

2 Responses

  1. mentari teramat setia menanti….
    hmmm…. ikut menyimak puisi yang bagus ini…

  2. BERDIRI AKU DI AMBANG SENJA

    Keheningan di ambang senja

    Ku berdiri sendiri menatap mentari yang telah terlewati

    Ku kuatkan langkah dan ayunan tangan

    Berharap mentari akan pancarkan kehangatan esok di kaki ufuk

    Akankah aku termangu menatap dan menyesali kodrat, tidak….tidak….

    akan kuayun kakiku menuju asa yang membentang

    Kenangan akan selalu membekas….

    kan ku pakai sebagai pengingat waktu yang ku lampaui…

    Berharap…dan terus berharap…

    Akankah mentari di kaki ufuk akan bersahabat…, semoga….

    Kepada senja aku berkata….

    Berilah aku senja yang bersahabat….

    akan ku coba dan terus kucoba merangkai asa didalam langkah ku…..

    “Reza Lubis dalam keharua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: