PUISI (47): KAU KEMBALI


Kau memamah bulan lalu menyeretnya ke arah kegelapan

Kegelapan berlari menuju cahaya yang berjalan dari arah berlawanan

Berlawanan segala yang nampak saling silang menyulam cakrawala

Cakrawala mengembang mengkerut merasuki  pikiran dan hati

Hati meletakkan cermin terbolak balik menahan kehendak

Kehendak membujuk lahap segala materi

Materi tersisa tubuh sendiri

Sendiri menyantap diri melumatnya tak habis-habis

Habis kesabaran tiada kenyang nafsu selera

Selera menuntut dan mengancam menguras isi otak

Otak menghitung lapar dahaga berputar-putar terus

Terus mengejar seolah-olah lapar dahaga adalah kau

Kau kembali memamah bulan lalu kegelapan menyeret kau.

 

Banjarbaru, 14 Agustus 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: